Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Aku terima dia! tapi jangan ceraikan aku!


__ADS_3

Ilham merawat Zihan yang terluka akibat perlakuan Joanna kepadanya.


Ilham tak habis fikir Joanna secepat itu mengetahui hubungannya dengan Zihan, Ilham semakin khawatir kepada Zihan kedepannya jika dia terus menunda persidangan cerainya.


"sayang kamu belum tidur?" tanya Zihan yang melihat suaminya yang berdiri didepan jendela kamarnya.


"aku belum mengantuk" sahut Ilham.


"mas, kamu pasti masih kepikiran soal aku dan mba Joanna tadi ya?" Zihan bertanya sebab ada raut kecemasan diwajah suaminya.


"aku hanya tidak habis fikir, Joanna bisa bertindak sejauh ini kepadamu" ucap Ilham sambil memijat-mijat keningnya yang tersa pusing.


"mas, sudah jangan terlalu difikirkan, sekarang kita tidur dulu saja, besok kita temu mba Joanna" ajak Zihan.


"temui Joanna!?" tanya Ilham yang bingung dengan maksud istrinya.


"mas, jika kita terus seperti ini, semua tidak akan selesai dan membaik, kita bicarakan besok dengan mba Joanna baik-baik dirumah, saat Syamil sudah berangkat sekolah"


Zihan memang sosok wanita yang bijaksana meski usianya yang masih muda, cara berdiri Zihan sudah sangat dewasa dan dia bisa mengendalikan emosinya, bahkan ketika Joanna berusaha kembali menggoda Ilham didepan mata kepalanya sendiri.


Zihan memeluk Ilham agar suaminya bisa tertidur lelap dan kembali tenang hatinya.


"mas, aku sayang kamu" kata Zihan sambil mengeratkan pelukannya.


ilham tersenyum mendengarnya, dia pun mengeratkan pelukannya dan mereka tidur sambil berpelukan.


******


kukuruyuuuuuk


suara Kokok ayam membangunkan Zihan dan Ilham, suara itu setiap hari bagaikan alarm karena memang tetangga sebelah Zihan memelihara ayam antik yang berbulu panjang.


kriiiing Kriiiing kriiiing


ponsel Ilham berdering satu penggilan dari ibunya masuk.


"pasti ibu mencariku, karena semalam aku berencana kembali pulang setelah mengambil dokumenku yang tertinggal"


ilham lantas mengangkat telepon dari ibunya.


"hallo Bu" sapa Ilham.


"Ham, kamu dimana? Syamil mencari mu?" Retno memberitahukan Ilham


"maaf Bu, semalam Ilham tidak bisa pulang, karena Joanna berulah dirumah Zihan" kata Ilham.


"berulah bagaimana?" tanya Retno cemas.


"Zihan habis dimaki dan dilabrak Joanna semalam sampai dia terluka sedikit"

__ADS_1


perkataan Ilham membuat Retno tak habis fikir dengan kelakuan menantunya yang satu itu.


"pantas saja, semalam dia pulang sambil sedikit mabuk, ibu benar-benar kecewa sama Joanna, dia selalu bertindak semaunya saja" kata Retno yang semakin gemas dengan Joanna.


"sudah, ibu tenang saja, Zihan juga sudah membaik, nanti kita akan pulang kerumah untuk membicarakan ini semua dengan ibu dan Joanna" jelas Ilham yang menyatakan maksudnya.


"Iyah Nak, ibu tunggu nanti biar Syamil dijaga oleh Dina" Retno menutup teleponnya.


******


"bos, bos, saya barusan dapat informasi katanya semalam istri pertama pak Ilham melabrak Zihan" Rey masuk dengan tergesa-gesa keruangan Willy demi sebuah berita yang didapatnya.


"kau serius?!" tanyanya dengan segera menyambar tablet yang ada di tangan Rey.


Willy melihat video yang dikirim salah satu tetangga Zihan yang ternyata juga merupakan teman Ronal, video itu di unggah di status pada sebuah aplikasi chating dan tak sengaja Ronal membuka status temannya.


"wanita ini benar-benar sangat kejam" decak Willy dengan tatapan marah.


"Rey, kamu cari tau terus dari teman mu tentang kondisi Zihan, jika terjadi sesuatu padanya aku akan membuat perhitungan kepada Ilham, dia laki-laki yang tidak bisa mengambil sikap!" Willy sangat kesal setelah melihat video itu.


******


Zihan dan Ilham sampai dirumah, mereka masuk kedalam rumah dan disambut oleh ibu Ilham.


"ya Tuhan Zihan, kamu sampai seperti ini" Retno membolak-balik tangan Zihan yang lebam karena ulah Joanna dan kakinya yang terluka karena diseret Joanna.


"duduk lah, nanti ibu panggilkan Joanna, sepertinya dia belum bangun dari tidurnya"


*******


"aku harus berdandan cantik agar bisa memikat hati mas Ilham lagi, aku tidak rela dimadu oleh nya" Joanna berdandan dimeja riasnya.


ceklek


pintu kamarnya terbuka.


"Joanna" panggil Retno.


"ada apa Bu?" jawab Joanna sambil terus mendempul mukanya.


"ada Zihan dan Ilham diruang keluarga ingin bicara dengan mu!" Retno menutup pintu kamar Joanna.


"hah, kenapa wanita itu harus ikut pulang kerumah ini!" Joanna menghentikan aktivitas mendempulnya dan dia menutup bedaknya lalu berjalan menuju ruang keluarga.


*****


"ada apa?" Joanna duduk dan menumpu satu kaki ke kakinya yang lain.


Joanna terlihat keangkuhannya saat menatap Zihan.

__ADS_1


"Joanna! minta maaflah terlebih dahulu kepada Zihan karena kamu telah berbuat kasar kepadanya kemarin dan telah mempermalukannya didepan umum!" pinta Ilham.


"meminta maaf? seharusnya dia yang melakukan itu, bukan aku!" bantahnya pada kata-kata Ilham.


"Joanna!" bentak Ilham.


"mas! dia yang telah merebut mu dari ku!" lontarnya.


"aku sudah jelaskan, Zihan tidak pernah merebutku, semua ini kesalahan mu sejak awal, andai kau tidak pernah berselingkuh dengan atasanmu, aku tidak akan menerima tawaran ibu untuk menikah lagi!" Ilham jengah dengan perilaku Joanna yang masih juga menyalahkan Zihan.


"kalau memang kamu sayang sama aku, seharusnya saat aku sakit kamu mengurusku mas, bukan malah meninggalkanku, jika kamu melakukan itu mungkin saat ini aku akan menjadi istri mu yang patuh" elak Joanna yang kini malah menyalahkan sikap Ilham kepadanya.


"tidak perlu berkelit Joanna!, semua yang kau alami ini, semua itu adalah karena kebodohan mu! tidak puaskan kau hanya dengan ku? hanya menginginkan cinta ku? kenapa kau hadirkan dia dalam pernikahan kita?" cecar Ilham.


"stop stop, sampai kapan kalian mau ribut seperti ini? ibu lelah melihatnya, sekarang semua sudah menjadi bubur, semua sudah terjadi pikirkan solusinya bukan malah saling menyalahkan satu sama lain!" Retno berdengus kasar melihat kelakuan anak dan menantunya.


"sekarang Zihan adalah istriku, meski kami menikah secara siri tetap dia dah menjadi istriku!" tutur Ilham.


"dan kau Joanna! aku sudah mengurus surat perceraian kita!"


Joanna membelalakkan matanya karena terkejut ternyata Ilham sudah memproses surat perceraian mereka.


"mas, apa wanita ini yang menghasut mu untuk menceraikan ku?" Joanna asal bicara karena sangat kesal.


"cukup Joanna! aku sudah menyiapkan semua itu sebelum kamu dinyatakan lumpuh!" kata Ilham.


"aku tidak mau diceraikan oleh mu!" tolaknya.


"seharusnya kamu berfikir seperti itu sebelum melakukan perselingkuhan bukan disaat seperti ini, sudah sangat terlambat!" Ilham semakin geram.


"mas, aku tau aku salah tapi aku mohon jangan pernah ceraikan aku, kasihan Syamil, dia butuh aku!" mohon Joanna sambil bersimpuh dikaki Ilham.


"Syamil tidak butuh dirimu, bahkan dia takut kepada mu, saat ini yang dibutuhkan Syamil adalah Zihan ibu yang selalu ada untuknya!" cetus Ilham.


"mas, aku janji akan berubah, berikan aku kesempatan kedua" Joanna menggenggam tangan Ilham namun ditepis oleh suaminya.


Joanna melangkah kearah Zihan.


"Zihan, aku akan menerimamu menjadi maduku, tapi tolong bujuk mas Ilham agar tidak menceraikan aku" kini Joanna memohon dihadapan Zihan.


Zihan tidak tau apa yang harus dia ucapkan, dia tidak berhak atas keputusan suaminya terlebih, Joanna sudah menodai pernikahannya sendiri.


"mas, please jangan ceraikan aku, aku akan menerimanya sebagai istri keduamu, aku janji akan akur dengan Zihan" mohon jonna lagi


"Zihan, maafkan atas tindakan ku yang kurang bijak semalam, aku janji tidak akan melakukan hal itu lagi"


"aku beri kamu kesempatan, tapi aku hanya menerimamu sebagai ibu Syamil bukan sebagai istriku" Ilham bangun dari duduknya dan membawa Zihan bersamanya.


"Joanna, pergunakanlah kesempatan ini untuk menunjukkan sikap baikmu!" kata Retno yang juga meninggalkan Joanna sendirian.

__ADS_1


__ADS_2