Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Aku belum kalah!


__ADS_3

Ilham dan Zihan kini sudah kembali kerumah mereka, berkumpul bersama anak dan ibunya.


"satu, dua, tiga" Zihan memberikan kode kepada Syamil untuk melempar bola kearahnya.


"yeeeeaaay Syamil bisa, Syamil seneng Mhiu sudah pulang" teriak Syamil dengan girang.


"maafin Mhiu ya sayang" Zihan memeluk Syamil.


pandangan Joanna terus tertuju kepada Zihan dan Syamil, pemandangan yang begitu berlebihan bagi Joanna.


"huh! dasar wanita penghasut, dia juga pasti menghasut Syamil untuk membenciku!" Joanna tidak pernah mau mengakui kesalahannya dimasa lalu.


"jangan hanya memandangi mereka, cobalah bersikap seperti Zihan yang keibuan, Syamil sangat menyayangi Zihan" sindir Retno yang melihat ekspresi wajah tidak senang Joanna.


"aku akan mencobanya nanti" ucapnya dengan senyum yang sedikit miring.


Ilham turun dari tangga sambil membenarkan kancing kemeja yang ada di lengannya, melihat hak itu Joanna langsung sigap dan dia menghampiri Ilham untuk membantunya merapihkan kemeja kerjanya.


"sini aku bantu" Joanna mengambil kesempatan untuk mendapatkan simpatik Ilham lagi


"nah sudah rapih, kalau begini kan suami aku semakin gagah" Joanna seakan sengaja mengeraskan suaranya agar Zihan bisa mendengarnya.


Zihan melihat kearah Joanna dan Ilham, tapi sayangnya Zihan hanya menimpali dengan senyuman kecil.

__ADS_1


Ilham tau Zihan tidak akan mudah terpancing dengan perkataan Joanna, tapi dia harus lebih waspada kepada Joanna dan tidak akan memberi celah untuk Joanna.


"Sayang, Syamil ayo kita sarapan dulu" ajak Ilham kepada Zihan dan Syamil yang masih asyik bermain bola dihalaman belakang.


"Phiu, habis sarapan anter Syamil sekolah kan sama Mhiu?" tanya Syamil.


"mommy juga akan anter Syamil kesekolah" kata Joanna dengan setengah senyuman dibibirnya.


"Mhiu aku tidak mau Mommy"Syamil meneratap.


Zihan melihat rasa takut dimata Syamil, Zihan memeluk Syamil dan menenangkannya.


"Syamil, Mommy cuma mau anter ajah kok, ada Mhiu dan Phiu juga" kata Zihan memberi pengertian.


"biar Syamil duduk dengan ku dibangku belakang" bisiknya kepada Ilham.


"maaf ya" Ilham merasa tidak enak kepada Zihan.


Joanna lagi-lagi merusak suasana, pagi yang cerah seharusnya membuat hati mereka senang, tapi karena Joanna pagi mereka menjadi kelam.


Zihan, Ilham dan Syamil bernyanyi sepanjang jalan, seperti yang biasa mereka lakukan ketika mengantar Syamil ke sekolah.


cicak cicak didinding diam-diam merayap

__ADS_1


datang seekor nyamuk hap lalu ditangkap.


mereka bernyanyi beberapa laku anak untuk membuat hati Syamil senang sebelum memulai aktivitas di sekolah.


"apa sih mereka, norak sekali pakai nyanyi segala!" batinnya.


Joanna tidak suka melihat keakraban Zihan dengan Ilham dan Syamil, dia merasa seperti tidak dianggap keberadaannya di dalam mobil.


"sudah sampai" Ilham membuka seatbeltnya.


mereka semua turun dari dalam mobil dan di pintu gerbang seperti biasa guru Syamil sudah menyambut.


"hallo Syamil, wah hari ini banyak sekali yang mengantar Syamil selain Phiu dan Mhiu ada Tante Syamil juga ya, pasti Syamil senang" ujar guru Syamil.


"perkenalkan saya mommynya Syamil" Joanna mengulurkan tangannya dan disambut oleh guru Syamil.


Syamil yang menyaksikannya langsung berlari ke kelas dan gurunya langsung menyusul Syamil.


"Joanna! apa kamu tidak bisa sedikit saja mengerti perasaan Syamil? apa kamu tidak bisa sedikit saja menjaga sikap?" Ilham menahan emosinya hingga rahangnya mengeras.


"mas, sabar lah, ayo kita berangkat ke kantor"


Zihan dan Ilham meninggalkan Joanna yang seakan tidak perduli dengan kata-kata yang diucapkan Ilham.

__ADS_1


"aku tidak akan membiarkan mu hidup tenang Zihan! aku akan membuatmu menderita, semua orang akan bergunjing tentangmu, dan aku akan mendapatkan suami serta anakku lagi, aku belum kalah!"


__ADS_2