Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Menyelidiki


__ADS_3

Retno yang sangat tertarik kepada kepribadian Zihan memiliki rencana besar.


"cari asal usul wanita ini dan segera informasikan kepada saya" perintah Retno kepada beberapa anak buahnya.


anak buah Retno langsung bergerak ketika diberikan foto dan alamat tempat tinggal orang yang sedang dicari oleh bosnnya itu.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Ilham yang sedang berkunjung ke pabriknya melihat beberapa hasil produksi kramik yang akan dikirim ke pak Surya sesuai dengan kesepakatan mereka saat meeting.


"Riska berapa plant yang kita punya saat ini?" tanya Ilham sambil terus melihat-lihat kondisi pabriknya


"saat ini kita memiliki enak buah plant yang terdiri dari plant 1, plant 2, plant 3, plant 4, plant 5, plant 7 dan plant 8" jelas Riska dengan detail.


"karena pesanan pak Surya adalah keramik khusus dinding maka kita memakai plant 7" lanjut Riska.


"Riska karena keramik dinding ini khusus untuk property pak Surya tolong kamu teliti dengan baik jangan sampai mengecewakan clien kita" pesan Ilham.

__ADS_1


Ilham kembali kekantornya sedangkan Riska ditugaskan untuk memantau pekerjaan karyawan dibidang produksi.


Ilham mendapat warisan dari ayahnya berupa pabrik kramik dan saat ia yang mengelola Ilham memindahkan kantor yang semula menjadi satu dengan pabrik sekarang tidak lagi beda beberapa kilo meter antara kantor dan pabriknya sehingga lebih fokus bekerja untuk para karyawan yang bekerja di bagian administrasi.


pabrik keramik yang di kelola Ilham berkembang pesat selama sepuluh tahun terakhir, ia mengelola pabrik saat usia dua puluh tahun karena ayahnya yang mulai sakit-sakitan, Ilham yang sarjana manajemen bisnis sangat handal menjalankan usahanya, Ilham kini memiliki dua cabang yaitu di Jakarta, Tangerang dan Sukabumi ketiga cabang tersebut mensuplay banyak ubin kebeberapa material dan juga untuk bisnis real estate.


Ilham kembali kerumahnya setelah selesai bekerja, beberapa hari ini Ilham terlihat jangan lembur karena ia diminta untuk lebih memperhatikan Syamil yang butuh sosok daddy-nya


Ilham melangkahkan kakinya menuju kamar Syamil, terdengar samar-samar suara seseorang sedang membacakan Syamil dongeng, dilihatnya dari balik pintu siapa pemilik suara tersebut.


terlihat jelas Syamil sudah tertidur pulas karena cerita yang dibacakan oleh Zihan, selama ini yang bisa membacakan Syamil dongeng hingga tertidur hanyalah dia seorang bahkan Joanna ibu Syamil tak mampu membaca cerita dengan baik dan sering kali membuat Syamil malah tak ingin dibacakan cerita lagi.


kini Zihan sosok perawat yang bertubuh tinggi semampai dan berkulit putih dengan bentuk wajah oval itu dapat bercerita dengan baik dan membuat Syamil tertidur pulas.


Ilham masuk kedalam kamar Syamil dan Zihan terkejut melihat Ilham berdiri tepat disampingnya, Zihan langsung bangun dari duduknya.


"maaf pak" ujar Zihan sambil takut-takut.

__ADS_1


"tidak perlu meminta maaf, lain kali tidak perlu membacakan dongeng untuk Syamil lagi biar saya saja" Ilham bicara dengan nada yang sangat ketus.


"baik pak, saya keluar dulu" Zihan melangkah


"terimakasih" tutur Ilham yang membuat Zihan menghentikan langkahnya.


Zihan hanya tersenyum mendengar kata terimakasih yang keluar dari bibir Ilham setelah Ilham sedikit berkata ketus padanya


Ilham sebenarnya tidak bermaksud bersikap ketus kepada Zihan, ia hanya tak mau ada wanita lagi dalam kehidupannya.


Zihan menutup pintu kamar Syamil dengan sangat perlahan dan berniat masuk kekamar tidurnya.


didalam kamar tidur Zihan menatap sebuah foto yang ia keluarkan dari dalam dompet lusuh miliknya.


"aku kangen" Zihan menitikkan air matanya.


sosok yang berada didalam foto tersebut adalah sosok yang sangat Zihan rindukan, sosok pria yang dulu menjadi tempatnya berlindung, tempatnya bersandar kini sudah tidak ada lagi, hanya kenangan dan foto ini lah yang bisa ia pandangi dan ratapi.

__ADS_1


__ADS_2