
Riska melihat paket yang ada ditangannya dan dia sudah siap untuk mengirim paket ke jasa ekspedisi.
"kali ini senjata ini ampuh untuk membuatmu hancur Zihan, kamu berurusan dengan ku berarti menggali kuburan mu sendiri!" senyum sinis terlukis di bibir Riska.
*****
"mas, sampai kapan kita mogok kerja" tanya Zihan dalam dekapan Ilham.
"mogok kerja?"
"Iyah kita kan enggak kerja jadi ya istilahnya mogok kerja"
"sayang aku pemilik perusahaan dan kamu istriku jadi kita bebas kapan saja kerja dan kapan saja libur" kata Ilham sambil menyentil kecil hidung istrinya.
"itu bukan tipe pemimpin yang baik tau sayang"
"oh ya? jadi tipe pemimpin yang baik itu bagaimana?" tanya Ilham.
"tipenya, baik, rajin, memberikan contoh yang baik-baik dan selalu perhatian dengan karyawan" jelas Zihan.
"poin yang terakhir perhatian, kalau aku perhatian nanti kamu cemburu" kata Ilham
"perhatiannya itu kalau karyawan sakit ada perwakilan kantor yang datang menjenguk, karyawan kesusahan mau kas bon berikan jangan malah dipersulit" Zihan menjelaskan detail maksud perkataannya.
"baiklah ibu negara ku yang cantiknya sempurna dan baik hatinya bagaikan hati bidadari yang turun dari khayangan" puji Ilham sambil mengecup kening Zihan dengan mesra.
__ADS_1
"hari ini kita harus lebih berusaha sayang agar junior versi kamu segera hadir" Ilham mengelus perut Zihan yang datar.
"hmmm sepertinya kode ini muncul setiap pagi dan malam" senyum Zihan.
"kamu memang selalu bisa tau maksudku sayang, kamu wanita yang benar-benar pengertian sayang" Ilham mulai menempelkan bibirnya dan ******* bibir Zihan yang sangat lembut.
Ilham mulai masuk menelusuri setiap sudut bibir Zihan.
"manis" ujar Ilham yang selalu tergila-gila berciuman dengan Zihan, bibir Zihan yang manis membuatnya ketagihan.
Ilham melanjutkan permainannya hingga Zihan mulai menggeliat karena terangsang oleh sentuhan demi sentuhan lembut dari Ilham.
Ilham sudah merasakan istrinya semakin terlena dan tongkat kepemilikannya juga semakin menegang, dia membuka seluruh bajunya dan baju Zihan, dia perlahan memulai adegan panas dengan Zihan yang selalu memberikan pelayanan terbaik tidak seperti Joanna yang tidak pernah memberikan pelayanan dan bersentuhan jika Joanna sedang mau saja.
*****
"permisi pak, saya mau mengantarkan surat untuk ibu Joanna, apa benar ini rumahnya?" kata kurir sambil melihat lagi surat yang dipegangnya.
"benar sekali ini kediaman ibu Joanna, ada apa?" tanya satpam yang berjaga dirumah Ilham.
"saya mau mengantar surat untuk ibu Joanna" kurir memberikan amplop surat berwarna coklat kepada satpam.
"dari siapa?" tanya satpam sebelum mengambil amplop surat itu.
"disini tidak ada pengirimnya hanya ada penerimanya" sang kurir membolak-balik amplop surat namun tidak menemukan nama pengirim suratnya.
__ADS_1
"baik saya terima suratnya" satpam memegang surat itu dan dia segera masuk kedalam rumah untuk memberikannya kepada Joanna.
satpam masuk kedalam rumah, dilihatnya rumah cukup sepi padahal Joanna, Syamil dan Retno ada dirumah saat ini, satpam menoleh kearah dapur dan ia pun memutuskan untuk mencari mbok min.
"mbok" panggil satpam itu sambil menepuk pundak mbok min.
"aduuuh kamu mengagetkan mbok ajah sih pak" kata mbok min yang terkejut dengan kehadiran satpam.
"mbok ini ada paket surat untuk ibu Joanna, tapi saya lihat rumah sepi padahal mereka ada dirumah semua" kata satpam pada mbok min.
"oh, nyonya lagi dikamarnya istirahat, kalau Bu Retno sedang menemani Syamil dikamarnya" jelas mbok min.
"saya titip mbok ajah ya suratnya" satpam memberikan amplop coklat itu kepada mbok min.
ceklek
pintu kamar terbuka dan Retno keluar dari dalam kamar Syamil, terdengar suara dua orang sedang mengobrol di dalam dapur, Retno pun masuk ke dapur.
"mbok, ada apa?" tanya Retno kepada mbok min.
"ini Neli ada paket surat untuk nyonya" mbok min memberikan amplop itu kepada Retno dan diterima oleh Retno.
"biar saya saja yang menyimpannya"
Retno pergi dari dapur dan masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
Retno penasaran apa isi amplop yang dipegangnya, dia membuka amplopnya dan alangkah terkejutnya dia melihat ada foto Ilham dan Zihan disana.
"siapa orang yang mengambil gambar ini dan mengirimkannya kepada Joanna, untung aku yang membukanya jika tidak bisa runyam semuanya" Retno meletakkan amplop surat dan fotonya diatas meja riasnya.