Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Senyum kemenangan


__ADS_3

Joanna tersenyum puas mendengar percakapan ibu mertua dan suaminya di telepon. dia sangat yakin bahwa saat ini Ilham sedang merasa sedih karena dikhianati untuk kedua kalinya.


"Bu, siapa yang menelepon?" tanya Joanna kepada mertuanya ketika dia sudah selesai berbicara ditelepon.


"bukan siapa-siapa, hanya teman lama" jawab Retno dengan sangat angkuh.


"ooh" Joanna melihat dengan jelas ibu mertuanya sedang kesal.


"Bu, apa sebaiknya kita kembali ke sekolah, sebentar lagi Syamil keluar kelas" ajak Joanna yang di jawab dengan anggukan.


mereka kembali kedalam mobil dengan beberapa belanjaan ditangan mereka.


"mau aku bawakan Bu?" tanya Joanna dengan nada yang lembut.


"tidak perlu!"


Retno tetap tidak suka dengan joanna meskipun kini menantunya yang lain sedang terjerat kasus yang sama.


"sudah seperti ini, masih juga sombong! awas saja nanti aku akan menyindirku habis-habisan" batin Joanna sambil melihat ke arah mertuanya.


******


ilham pergi kekantor Willy untuk memastikan semuanya, dia benar-benar penasaran apa benar mereka berdua tidur di satu kasur yang sama.


"kalau benar kalian berdua melakukannya aku pastikan kau menerima akibatnya Willy! aku kali ini tidak akan melepaskan selingkuhan istriku!" ilham memukul stir mobilnya sangking marahnya dia.


mobil Ilham terhenti disebuah perusahaan besar, dia langsung berjalan dengan cepat untuk sampai ke ruangan Willy.


Brak...


ilham membuka pintu ruangan Willy dengan sangat kasar. dia masuk dan langsung menarik kerah Willy dengan kuat.


"apa-apaan ini pak Ilham!" teriak Willy yang tidak terima diperlakukan seperti ini.


"jawab pertanyaanku! apa kau dua hari lalu bertemu dengan Zihan?" teriak Ilham.


"Zihan? aku tidak bertemu dengannya sudah cukup lama!" jawab Willy


"kau bicara jujur?" desak Ilham.


"tentu aku jujur! untuk apa aku berbohong kepadamu?" tanya Willy sambil menyingkirkan lengan Ilham dari kerah bajunya.


"lihat foto-foto ini!" ilham memperlihatkan foto yang dia bawa.


Willy terkaget-kaget melihat gambar ini, dia tak menyangka tidur satu kasur dengan Zihan.


"dari mana kau dapatkan ini?" tanya Willy sambil terus memperhatikan foto.

__ADS_1


"aku mendapatkannya dari seorang kurir yang mengirim ke kantor! apa benar kau melakukannya?" desak Ilham


"hmm... aku berharap bisa melakukannya, tapi sayangnya hal ini tidak mungkin terjadi! lagipula aku tak pernah lagi bertemu Zihan! terakhir saat aku meminta seorang perawat untuk merawatku, sekitar dua bulan lalu!" jelas Willy.


"maksudnya?" ilham tak mengerti pembicaraan Willy.


"dua bulan lalu, aku meminta rumah sakit harapan menghubungi perawat yang pernah merawatku, dan Zihan datang karena dia adalah perawat itu, kami tak melakukan apapun, aku hanya memintanya untuk menyimpan nomor ponselku, berjaga-jaga jika sesuatu terjadi kepadanya" jelas Willy.


"kau pikir aku tidak bisa menjaganya?" ilham kembali menyerang Willy


"hentikan, Ilham!" Willy geram melihat perlakuan Ilham kepada dirinya.


"aku akan meminta Rey untuk memeriksa keaslian foto ini! jika memang ini asli, aku akan mencari siapa dalang dibalik semua ini!" Willy mengepalkan tangannya.


ilham melihat Willy sangat marah dan dia mulai berfikir.


"tidak mungkin dia marah, jika semua ini benar di seharusnya akan mengakuinya dan dia akan memintaku merelakan Zihan, tapi dia tidak melakukannya! aku harus mencari tahu semua ini!" kata Ilham dalam hatinya.


"kemana kau dua hari lalu?" tanya Ilham.


"aku ada pertemuan dengan calon partner kerja ku yang baru"


"tunggu! dua hari lalu, dicafe itu aku pingsan dan menurut Rey aku dibawa seseorang setelah melihat rekaman cctv" Willy mengingat kejadian dua hari lalu dan dia kembali memperhatikan foto itu dengan lebih seksama.


"benar, ini pakaian yang aku pakai dua hari lalu!" tegas Willy.


"aku akan mencari tau juga!" kata Ilham dan bergegas keluar dari ruangan Willy.


"tunggu!" teriak Willy kepada Ilham


"ilham! kau tau aku sangat menyukai Zihan! tapi kau harus ingat ini, pertama, yang harus kau ingat Zihan berbeda dari Joanna istri pertamamu! kedua, Zihan bukan wanita sembarangan! aku mengenalnya lebih dulu daripada dirimu! ketiga, aku tidak akan berbuat serendah ini meski aku menginginkan Zihan!"


ilham benar-benar merasa kecewa kepada dirinya sendiri karena sempat meragukan Zihan, bahkan pria yang bukan apa-apa Zihan lebih mengenal sosok Zihan dibandingkan dirinya.


"terima kasih" Ilham keluar dari ruangan Willy.


******


"aku akan pastikan, orang yang menjabat istriku akan menerima ganjarannya!" kata Ilham saat berada di dalam mobilnya.


"aku harus meminta maaf kepada Zihan dan meluruskan semua ini kepada ibuku!"


*******


"Syamil, ayo kita pulang" ajak Retno.


"siap Neli" sahutnya.

__ADS_1


"Syamil, mau mommy gendong?" tanya Joanna


"tidak, aku sudah besar dan bisa berjalan sendiri" tolak syamil sambil menyingkirkan tangan Joanna.


"Syamil, kamu memang anak yang cerdas sekali!" puji Retno untuk menyindir Joanna lagi.


"anak itu, selalu membuatku kesal!" bisik Joanna.


mereka masuk kedalam mobil dan kembali kerumah.


"ilham" panggil Retno saat berpapasan dengan Ilham di pintu rumah.


"Bu, nanti aku ceritakan, aku harus menemui Zihan dulu!" kata Ilham dengan berlari.


"sepertinya akan adegan drama seru hari ini, sepertinya aku harus merekamnya agar bisa semakin puas!" batin Joanna.


******


Ilham berlari menuju kamarnya dan dia melihat Zihan sedang menangis.


"Zihan" Ilham langsung bersimpuh di kaki istrinya.


"Zihan! maafkan aku yang sempat meragukan!" kata Ilham.


"mas, kamu..."


"aku akan berusaha mempercayaimu, aku juga akan mencari tahu semua tentang hal ini, ceritakan kejadian hari itu, aku sudah mendengarnya dari kedua satpam kita" Ilham menggenggam tangan Zihan untuk meyakinkannya agar mau bercerita.


"sebenarnya, saat kau pergi berkemah, esok harinya ada seorang wanita yang menghubungi aku, dia bilang dari toko roti yang kemarin aku beli untuk bekal Syamil, aku datang kesana untuk menemui manager toko, tapi entah kenapa tiba-tiba aku merasa ada yang memukulku dari belakang, setelah itu saat tersadar aku ada di rumah" papar Zihan tanpa ada satupun yang terlewatkan.


ilham semakin yakin, ada orang yang sengaja melakukan ini kepada Zihan.


"ibu, ibu sempat mengabaikan penjelasanku! aku takut ibu salah faham dengan ku" kata Zihan sambil kembali menangis


"tenang, aku akan menjelaskan semuanya kepada ibu" janji Ilham.


"mulai sekarang, kamu harus lebih berhati-hati! jangan pernah lengah, ada orang yang ingin membuat kita terpisah" kata Ilham.


"tapi siapa? dan kenapa harus dengan pak willy?" tanya Zihan yang semakin tak mengerti mengapa harus Willy.


"aku juga tidak tahu, tapi Willy juga sedang menyelidikinya" kata Ilham.


"aku tidak pernah memiliki musuh, apa ada rekan bisnis mas Ilham yang tidak suka dengan pernikahan kita?" Zihan memberi tahukan dugaannya.


"tidak mungkin! aku selalu berhubungan baik dengan mereka semua!"


"apa Riska?" Zihan menyebutkan nama Riska karena memang dulu Riska mengancamnya seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2