Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
cemburu yang membutakan


__ADS_3

zihan mendapati dirinya tidur dikamar sendirian, dilihatnya ilham benar-benar tidak pulang semalaman, zihan menjadi gelisah karena memikirkan ilham yang tidak pulang kerumah.


Zihan langsung bersiap untuk mencari ilham ke kantornya lagi hari ini, dia berpamitan kepada ibu mertuanya dan juga putranya syamil.


"Mhiu, apa benar Phiu semalam tidak pulang kerumah?" tanya syamil.


"benar sayang" jawab zihan.


"dulu biasanya, mas ilham tidak akan pulang kerumah jika ada masalah yang sedang dia hadapi!" sambar joanna ketika tak ada satupun yang bertanya kepadanya.


"apa kamu ada masalah dengan ilham?" tanya retno yang sedikit terpengaruh dengan perkataan joanna.


"sepertinya tidak bu, aku dan mas ilham baik-baik saja" jawab zihan dengan mantap, karena dia tidak tau apa yang terjadi sebenarnya dan saat ini dia memang tidak ada masalah dengan ilham.


"benarkah? Mas ilham hanya akan bersikap seperti ini jika dia ada maslah dengan istrinya, jika hanya masalah kantor atau pekerjaan biasa, dia tidak akan berprilaku seperti ini, aku bicara seperti ini bukan karena pamer sebagai istri mas ilham yang sangat mengenal dirinya, aku bicara seperti ini hanya karena perduli denganmu saja" kata joanna.


"diamlah joanna! jangan membuat zihan tertekan dengan perkataanmu! Jika kamu memang perduli dengan zihan atau ilham, seharusnya kamu ikut mencari di mana ilham sekarang ini" kata retno.


"aku akan mencari mas ilham ke kantornya lagi" zihan segera pergi dengan taksi online yang sudah dia pesan sebelumnya.


"joanna! Kenapa kamu selalu saja memperkeruh suasana, tidak ada habis-habisnya ulahmu itu!" retno memarahi joanna.


Retno sebenarnya merasa perkataan joanna ada benarnya, tapi dia tidak melihat ilham dan zihan dalam keadaaan yang sedang bertengkar.


*****


"berhenti di sini saja, pak" kata zihan.


"sudah saya bayar via aplikasi ya"


"baik, bu, terima kasih" kata sang supir.


Zihan membuka pintu mobil dan turun, dia segera masuk ke dalam kantor ilham, dia memencet lift ke lantai dua puluh dua menuju ruangan kerja ilham.


"semoga kamu ada di kantor mas, aku cemas dengan keadaanmu" gumam zihan saat berada di dalam lift dan kebetulan dia sendirian.


Ting


Pintu lift terbuka, zihan langsung berlari sekencangnya agar sampai di ruangan ilham secepat mungkin.


"mas" zihan memanggil ilham yang sedang tertidur di sofa.


"mas" zihan menyapu wajah ilham dengan penuh cinta.


"kamu" kata ilham yang terbangun karena sentuhan zihan.

__ADS_1


"mas, aku sangat mencemaskanmu, kenapa kamu tidak pulang ke rumah semalam?" tanya zihan.


Ilham yang semula tiduran di sofa kini sudah duduk dan memegang keningnya yang terasa pusing karena baru sebentar dia tertidur.


"aku sedang banyak pekerjaan!"kata ilham tanpa melihat wajah zihan sedikitpun, padahal zihan sudah sangat mencemaskannya.


"mas, apa ada masalah?" tanya zihan sambil mendekat ke ilham yang kini sudah berada di belakang meja kerjanya.


"tidak ada apa-apa!" sahutnya.


"apa ada yang perlu aku bantu pekerjaanmu?" tanya sihan agar ilham meresponnya seperti biasa.


"tidak perlu, aku bisa bekerja sendirian" jawab ilham


"tidak seperti biasanya mas ilham bersikap mengacuhkanku" batinnya.


"zihan, apa tidak ada yang ingin kau ceritakan kepadaku? Apa kau akan bungkam tentang pertemuanmu dengan willy kali ini?" batin ilham.


Keadaan menjadi sedikit hening karena ilham juga tidak sedang ingin berbicara dengan zihan.


"pulanglah, nanti sore aku juga akan pulang" kata ilham sepertinya tidak mengharapkan kehadiran zihan di dekatnya.


"mas..."


"aku bilang pulang!" tiba-tiba emosi ilham menjadi tidak stabil, dia bahkan berteriak kepada zihan.


"baru kali ini kamu bicara kasar kepadaku, mas" lirih zihan sambil menutup pintu.


Di dalam ruangannya ilham sempat menyesal karena dia telah kasar kepada zihan, tapi di sisi lain dia merasa zihan tidak ingin bercerita apapun kepadanya.


"bukannya, seharusnya kamu menceritakan pertemuanmu dengan willy? Kenapa kamu tidak bicara? Kenapa kamu menyembunyikannya? Kenapa zihan???" kata ilham sambil meredam rasa kesalnya.


Ilham berusaha dengan sebaik mungkin untuk tetap bisa mengendalikan dirinya, dia tidak ingin seperti tadi bersikap kasar kepada zihan, dia mencoba menenangkan fikirannya, agar setibanya di rumah nanti dia tidak menimbulkan kegaduhan.


*****


zihan sampai di rumah dan saat dia sampai ternyata joanna ada di rumah seakan sedang menunggunya.


"bagaimana? Apa mas ilham ada di kantornya?" tanya joanna yang sudah sangat gatal mulutnya ingin bertanya banyak hal kepada zihan.


"mas ilham, ada di kantornya, dia sangat sibuk karena ada proyek baru" zihan sedikit berbohong.


"oh ya? Sangat sibuk sampai tidak bisa menghubungi mu sama sekali?" joanna semakin menebar racun di hati zihan.


"iyah, maaf aku harus ke kamarku" zihan naik ke kamarnya dan tidak ingin meladeni joanna.

__ADS_1


Joanna melihat gerak gerik zihan, dengan melihatnya dia sudah tau bahwa rencananya seratus persen berhasil.


Joanna mengeluarkan ponselnya dan menghubungi salah satu anak buah carlos yang diberikan kepadanya.


"kirim sekarang video ke kantor illham, pastikan dia menerimanya, cari wanita bernama bella, dia akan membantumu memberikan paket video itu untuk ilham" kata joanna dan menutup panggilan telepon.


*****


"mas, kenapa kamu berteriak kepadaku tadi? Apa salahku sebenarnya kepadamu?" zihan memandangi layar ponsel yang terpasang foto mereka berdua.


Zihan belum sadar dengan apa yang dia lakukan, dia tidak tahu kalau saat di taman bersama willy direkam seseorang dan orang itu memberikan apa yang dia rekam kepada ilham, zihan juga tidak sadar bahwa ilham menunggunya untuk bercerita tentang apa yang dialaminya hari itu sehingga bisa bertemu dengan willy.


"apa, seseorang telah memberikan fotoku kepada mas ilham saat bersama willy? Apa itu jebakan lagi seperti kemarin? Tapi tidak mungkin" zihan merasa semua itu tidaklah mungkin.


zihan berfikir joanna sejak kemarin selalu di rumah tapi tidak ada gerak gerik mencurigakan yang di perlihatkan.


"tidak! mana mungkin joanna mengulangi rencananya lagi, dia kemarin sudah kepergok oleh mas ilham dan willy, apa mungkin dia?" zihan menjadi tidak tenang karena terbayang kejadian tempo hari.


"tapi kemarin, saat mas ilham mendapatkan fotonya, dia langsung mendatangiku dan meminta penjelasan kepadaku, kali ini tidak, jadi sebenarnya ada apa?" zihan terus berfikir tentang kemungkinan-kemungkinan yang terjadi sesuai dengan yang sudah dia alami.


*****


tok tok tok


Seseorang mengetuk pintu ruangan ilham.


"masuk" kata ilham.


"permisi pak, ada paket lagi untuk bapak" kata bella saat tiba di hadapan ilham.


"paket lagi?" tanya ilham


"iyah pak, tadi datang seorang kurir dan kebetulan bertemu dengan saya dan menanyakan bapak, jadi saya terima saja paketnya, lalu saya bawa ke sini" jelas bella.


"bella, apa kamu mengenal pria itu?" tanya ilham.


"maaf pak, saya tidak mengenalnya karena kadang kurir pengantar paket, ganti-ganti pak, tidak selalu sama" jelasnya.


"ya sudah, kembali bekerja" kata ilham yang masih penasaran siapa yang mengirim paket untuknya kahir-akhir ini.


Setelah karyawannya keluar dari ruangannya, ilham membuka amplop surat yang ditujukan kepadanya.


"sebuah flashdisk lagi?" ilham dengan penasaran langsung membuka isi dari flashdisk.


Saat di buka ternyata isinya adalah rekaman suara, ilham mendengarkan rekaman suara tersebut dan dia terkejut karena itu adalah suara willy dan zihan.

__ADS_1


Saat ilham sedang seksama mendengarkan percakapan antara zihan dan willy, ternyata zihan masuk ke dalam ruangannya dan dia mematung di depan .


__ADS_2