
Joanna kembali datang kekantor Ilham untuk membawakan menu makan siang, Joanna tak henti-hentinya menganggu Ilham saat bekerja, membuat Ilham risih dengan kehadiran Joana, terlebih Zihan berada di depan ruangannya, Ilham tidak tega dengan Zihan.
"mas, aku hari ini pulang bareng kamu ya" kata Joanna.
"pulang bareng? kamu mau nungguin aku sampe selesai jam kantor?" tanya Ilham.
"benar mas, sudah lama kan kita enggak kaya begini?" kata Joanna.
"apa mau mu Joanna, sungguh merepotkan" batin Ilham.
"kalo kamu enggak sibuk, temenin aku pergi ke mall juga boleh" ujar Joanna.
"aku sibuk" Ilham menolak mentah-mentah ajakan Joanna.
Zihan yang berada diluar ruangan merasa gelisah karena suaminya bersama istri pertamanya didalam.
"ya Tuhan tenangkan lah hati ku, jadikan aku pribadi yang ikhlas," batin Zihan.
*****
"mas ayo kita makan siang diluar aku bosan disini" ajak Joanna sambil bangun dari duduknya.
"aku sibuk, pergilah sendiri, aku tidak memintamu untuk menemaniku! lagi pula dulu kamu tidak pernah perduli dengan apapun yang aku lakukan" ketus Ilham tapa sedikitpun melirik Joanna.
wajah Joanna sudah mulai memerah pasalnya Ilham membuatnya geram dengan kata-kata yang menusuk.
"sayang, kamu jangan begitu dong, aku kan sekarang mau menjadi istri yang berbakti untukmu" Joanna berusaha meredam emosinya untuk memikat hati Ilham lagi.
Cup
satu kecupan di layangkan joanna tepat di bibir Ilham, Joanna memberikan sentuhan manis dibibir Ilham dan Ilham sedikit kehilangan kesadarannya, karena ia tak bisa membohongi diri joanna wanita yang bertahun-tahun ia cintai dan kecupan Joanna selalu membuatnya lengah.
Joanna membuka kancing baju Ilham, dia ingin Ilham kembali kedalam pelukannya dengan memberikan kehangatan yang selama ini dia lah yang menjadi pem*as Ilham.
Zihan yang tak sengaja melihat adegan itu mulai berderai air mata, ia tak sanggup jika harus merelakan suaminya menyatu dengan wanita lain, tapi sayangnya wanita itu adalah istri sah Ilham bukan seperti dirinya yang hanya istri siri.
Zihan berjalan gontai untuk menghindari pemandangan yang membuat sakit hatinya dan terasa seperti cambukan ditubuhnya sampai membuat seluruh tubuhnya lemas.
Brugh
Zihan tak sengaja menabrak seseorang.
"Zihan" terdengar suara Roy.
__ADS_1
"Ah, dokter Roy, maaf saya harus ke toilet" kata Zihan pada Roy.
Roy tak menghentikan Zihan, ia tahu betul bagaimana Zihan jika sedang buru-buru tidak akan kehilangan fokusnya, tapi kalimini berbeda dia tidak fokus dan terlihat matanya yang sedikit sembab seperti habis menangis.
Roy meneruskan langkahnya dan saat ia mendekat kearah ruangan Ilham, kini ia tahu jawabannya mengapa Zihan seperti tadi.
Roy mengepal tangannya yang kesal melihat Ilham sedang berci*man dengan Joanna, ia langsung mengurungkan niatnya bertemu dengan Ilham dan berencana menyusul Zihan.
"lepaskan aku Joanna" Ilham mendorong Joanna ketika kesadarannya kembali
"mas nikmatilah, aku tahu kamu merindukan sentuhan ku, terlihat dari bagaimana kamu membalas permainanku" ujar Joanna merasa senang.
Ilham melihat kearah jendela dan ia tak melihat Zihan berada disana.
"huft" Ilham menarik nafas lega.
"kenapa mas? kamu malu jika sekertaris mu melihat kita? aku lihat tadi dia langsung berlari ketika melihat kita bermesraan" kata Joanna.
Ilham sontak terkejut karena tahu ternyata Zihan melihatnya bermesraan dengan Joanna.
"astaga! bodohnya aku, kenapa aku bisa terhanyut dalam permainan Joanna, padahal aku sudah berjanji akan meninggalkan Joanna setelah ia sembuh, aaah bodoh kau Ilham!" makinya pada diri sendiri.
Ilham langsung merapihkan pakaiannya yang sempat dibuka sedikit oleh Joanna.
*****
"dimana kamu Zihan!" kata Roy sambil terus mencari keberadaan Zihan.
"hai Roy, kamu disini?" tanya Joanna yang melihat Roy berada diluar kantor Ilham.
"Joanna!" jerit Roy di depan wajah Joanna sambil mengepal tangan menahan amarahnya.
Roy langsung kembali masuk kedalam kantor Ilham.
"ada apa dengannya, kenapa terlihat sangat kesal? dasar dokter aneh!" rutuk Joanna tentang sikap Roy kepadanya.
*****
Braaaak!
Roy masuk kedalam ruang kerja Ilham dengan langkah penuh amarah.
"Ilham! apa yang kau lakukan tadi?! tidak sadarkah jika semua itu membuat Zihan sakit hati?" teriak Roy sambil mencengkram kerah baju Ilham.
__ADS_1
"tenanglah Roy, dengar kan aku dulu, semua itu refleks karena Joanna yang memulainya bukan aku!" tegas Ilham.
Roy melepaskan cengkeramannya, ia benar-benar marah kepada Ilham sampai kehilangan kendali.
"maafkan aku, aku terlalu emosi" Roy mencengangkan dirinya.
"apa kau melihat Zihan?" tanya Ilham
"Iyah, tapi saat aku mencarinya dia sudah tidak ada disekitar kantor mu, entah dia kemana, dan dia membawa tasnya juga" jelas Roy.
Ilham mulai cemas, ia takut Zihan akan marah kepadanya dan kecewa dengan kejadian tadi.
"sungguh aku tidak bermaksud melakukannya, Joanna yang memancingku" Ilham memberi penjelasan kepada Roy.
"tidak perlu menjelaskan hal itu kepada ku, dan aku peringatkan kau Ilham, jangan pernah bermain api, jangan sampai kau terpikat dengan semua yang dilakukan joanna sampai kau kehilangan kendali" Roy sangat tahu kisah ranjang Ilham dan Joanna yang begitu panas walau tak sering mereka melakukannya tapi Ilham sangat tergila-gila dengan permainan Joanna.
******
"hiks hiks hiks" Zihan menangis didalam kamarnya yang tak sebesar kamarnya dirumah Ilham.
kamar yang dulu selalu menemani suka dukanya, kamar dirumah yang ia beli dengan harga murah karena ukurannya yang hampir sama dengan ukuran rumah kontrak petakan, hanya ada satu kamar, dapur, kamar mandi dan ruang tamu kecil dengan teras didepannya.
"andai dulu aku berfikir matang-matang untuk menerima dirimu mas, mungkin saat ini aku tak sesakit ini ketika harus melihatmu bermesraan dengan istri pertamamu.
Zihan merasakan sakit yang teramat dalam dihatinya, ia tak bisa lagi menahan semua ini, dia hanya manusia biasa yang punya rasa cemburu, rasa kecewa dan rasa ingin memiliki seutuhnya.
Zihan menangis sampai ia lelah dan tertidur lelap.
*****
"Zihan kau dimana?" Ilham terus mondar-mandir dikamarnya karena Zihan tak ia temukan.
tok tok tok
ceklek
"ibu"
"Ilham kemana Zihan kenapa ia belum pulang?" cemas Retno yang melihat Zihan tak ada disekitar rumah sejak Ilham pulang.
"hmmm Zihan sedang ada urusan bu, tadi siang dia pergi, sepertinya urusan kuliahnya" Ilham memberikan penjelasan yang cukup masuk akal agar ibunya tidak cemas.
"Ilham, ibu harap kamu tidak sedang berbohong! satu lagi ibu peringatkan, jangan pernah kamu terpikat lagi dengan Joanna apalagi sampai jatuh cinta untuk kedua kalinya!" Retno memberikan peringatan tegas kepada Ilham seakan-akan ia tahu apa yang terjadi.
__ADS_1
"baik Bu, aku akan mengingatnya" Ilham berjanji dan ia menutup kembali pintu kamarnya setelah ibunya beranjak pergi dari kamarnya.
"ya Tuhan, aku harus bicara apa besok pagi saat ibu melihat Zihan tidak ada dirumah saat sarapan pagi" Ilham semakin gelisah.