
Zihan sudah beberapa hari tinggal di rumah willy, dia masih belum diizinkan pulang kerumahnya, willy masih khawatir jika anak buah joanna masih mencarinya.
Zihan selama di rumah willy terus menemani wanita yang merupakan ibu kandungnya, zihan sangat bahagia, dia bisa kembali bertemu dengan ibunya, tapi disatu sisi dia juga kasihan kepada willy.
"zihan, hari ini, bisa antar aku ke makan ibu?" tanya willy kepada zihan yang sedang duduk di taman.
"boleh pak, aku akan menemani bapak" jawab zihan.
"setelah kita kemakam ibu, aku mau bicara hal penting dengan mu, aku ingin kau tahu sesuatu" kata willy sambil menggunakan jasnya.
Setelah semua siap, willy dan zihan pergi menuju kota garut di mana sebelumnya zihan tinggal.
Selama perjalanan zihan dan willy hanya saling diam, lima jam perjalanan dari jakarta dan garut, akhirnya mereka sampai di sebuah tempat pemakanam umum atau yang sering disebut TPU.
Zihan mengarahkan willy jalan menuju ketempat di mana ibunya di kubur.
"bu, ini pak willy, dia adalah anak ibu, maaf kita terlambat mengetahui semua kebenarannya" kata zihan ketika mereka sampai di kuburan.
"zihan boleh tinggalkan aku" kata willy.
"aku menunggumu di depan sana, jangan bertindak konyol" kata zihan yang takut willy bertindak gegabah.
"tidak akan, aku cukup dewasa menghadapi semua ini' kata willy.
Zihan pergi menjauh dari kuburan yang selamaini di ketahui adalah kuburan ibunya.
Willy yang berada di samping kuburan ibunya, menyapu papan nisan dengan tangannya, air mata mulai mengalir, willy benar-benar tidak menyangka semua ini adalah sebuah kebohongan yang dimulai oleh ayahnya, willy dengan hati penuh kecewa terus menangis di makam ibunya.
"bu, ini aku wil, maafkan aku karena baru berkunjung, aku tidak tau dan aku begitu bodoh saat itu karena menganggap semua perkataan mereka adalah kebenaran, pasti saat itu ibu melihat semua yang aku lakukan setahun setelah kecelakaan yang merenggut nyawa ibu, aku menganggapnya wanita yang bukan ibuku seperti ibuku, maafkan wil, bu" kata willy dengan penuh air mata.
__ADS_1
Zihan yang memperhatikan dari kejauhan tak melepas pandangannya dari willy, dia takut pria itu akan bertindak gegabah ketika dirinya tak memperhatikan.
"aku sangat tau betapa hancurnya hatimu, dulu aku juga merasakan hal yang sama, hal di mana aku sangat terpuruk sendirian tanpa siapapun di sisiku, saat itu aku bahkan berfikir untuk meninggalkan dunia ini, aku tidak lagi memiliki siapapun di dunia ini, sedangkan kau masih beruntung memiliki ibu di sisimu dan juga keluarga besarmu" guma zihan.
Willy yang masih bersimpuh di makan ibunya, kini sedang menabur bunga dan menyiram air di atas makam.
"boleh, aku menabur bunga juga untuk ibu?" tanya zihan yang sudah berada di samping willy.
"silahkan, selama ini kamu menganggapnya ibumu, dia pasti bahagia memiliki anak perempuan saat ini, dulu dia kehilangan anak perempuannya, adikku meninggal saat baru lahir ke dunia ini." cerita willy.
"sepertinya kita ditakdirkan seperti ini, sperti seorang adik dan kakak, ibuku juga sangat ingin punya anak laki-laki, duluaku seharusnya memiliki seorang kaka seumuran denganmu jika dia masih hidup, sayang dai meninggal karena sebuah penyakit yang dideritanya saat masih bayi" zihan juga membagi kisahnya.
"tapi sayangnya, aku menyayangimu bukan sebagai seorang adik, tapi sebagai lawan jenis yang sangat ingin aku miliki" kata william.
Zihan hanya menyeringis kecil, dia tidak tau harus berkata apa kepada willy, karena posisinya dia juga seorang istri dari pria yang sangat dia cintai.
Willy dan zihan kembali ke dalam mobilnya.
"ridak jauh dari sini, di bawah kaki gunung, dengan rumah sederhana tapi ayah memiliki sebuah mobil yang dia kendarai tujuh tahun lalu saat kecelakaan terjadi" kata zihan.
"boleh aku lihatrumah itu atau rumah itu sudah di jual?" tanya willy
"rumah itu sudah di jual, untuk aku membeli rumah di sini dan biaya kuliahku" cerita zihan.
"baiklah, sebaiknya kita pulang saja" kata willy.
"bolehkan kita makan dulu, aku sudah sangat lapar sekali" zihan mengelus perutnya yang sudah berbunyi.
"maaf aku sampai tidak memperhatikan mu" kata willy
__ADS_1
"tidak apa, aku bahkan dulu saat tau ibu dan bapak meinggal tidak bisa makan selama tiga hari, bahkan minum air putihpun rasanya sangat menyakitkan" kata zihan yang mengenang kembali masa di mana dia terpuruk dulu.
"maafkan aku, karena kondisiku dulu, ayahku sampai bertindak sejauh ini" kata willy menyesali.
"tidak apa-apa, mungkin ini sudah takdir kita" kata zihan sambil tersenyum agar willy sedikit senang.
Melihat senyuman di wajah zihan memang sangat membuat willy menjadi kecanduan, pasalnya senyuman itu ssangat manis di mata willy.
Wajah cantik zihan yang meneduhkan hati willy, willy tak menyangka ternyata zihan adalah putri ibu penggantinya.
"pak, kita berhenti di depan sana saja, kita makan siang dulu, kamu makan siang juga ya, kita masih harus menempuh perjalanan panjang, aku takiut kamu malahan tumbang dan tidak bisa fokus menyetir, jika mengantuk kita istrirahat saja dulu" willy sangat perhatian dengan seluruh karkawannya, dia mempersilahkan supirnya makan bahkanm tidur dulu ahgar perjlanan aman terkendali.
Mereka berdua singgah di sebuah rumah makan, zihan memesan menue kesukaannya, sedangkan willy dan supirnya memesan makanan yang umumnya di makan orang-orang.
ketika mereka sedang asik makan, ada seseorangh yang memfoto kebersamaan mereka di garut.
*****
Joanna yang sedang asyik membalas pesan singkat dari teman-temannya, tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah pesan masu, pesan singkat itu berisikan sebuah foto, jonna membuka fotonya dan dia membulatkan matanya, berkali-kali dia mengucak matanya, dia berharap salah lihat.
"apa?!" kaget joanna
"ternyata dia masih hidup?!" joanna bergumam sendiri ketika melihat foto zihan yang sdang bersama willy.
Joanna tidak menyangka ternyata zihan bisa selamat dari maut yang dai buat untuk zihan.
"wanita yang sangat beruntung, kali ini ternyata kamu kembali diselamatkan oleh pria yang mencintaimu, aku penasaran bagaimana bisa dia menemukanmu" kata joanna dengan memasang wajah kesal karena ternyata rencananya menghilangkan nyawa zihan gagal.
"tapi tidak apa! Aku bisa menggunakan foto ini sebagai bukti kepada mas ilham, bahwa kamu benar-benar berselingkuh dengan rekan bisnisnya" kata joanna yang kemudian wajahnya seketika menjadi ceria kembali.
__ADS_1
Joanna memilikin ide lainnya di otannya saat ini, joanna kini menanti ilham pulang.
Joanna benar-benar wanita yang sangat licik, disaat dia merasa kaget dan tiba-tiba merasa sedih tapi seketika bisa ceria kembali dam memikirkan sebuah ide yang jahat.