Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
perawat baru untuk joanna


__ADS_3

matahari pagi ini sangat menyilaukan sehingga cahayanya masuk kedalam kamar Ilham dan Zihan.


"mas bangun sudah pagi" Zihan membangunkan Ilham.


tercium bau harus saat Ilham mulai menyadarkan dirinya, dibuka matanya perlahan diendusnya sumber aroma wangi yang tak pernah ada dikamarnya, dan ia menoleh kearah kiri dan dilihatnya Zihan sedang menyisir rambutnya yang panjang sambil duduk didepan meja rias.


rambut yang di sisir dengan keadaan masih basah mengeluarkan aroma yang menyengat dan membangunkan hasrat.


seketika Ilham mulai tersadar dengan fikiran kotor yang terlintas dibenaknya, Ilham langsung keluar dari dalam kamarnya dan bernafas seakan-akan habis keluar dari sesaknya gerbong kereta api yang penuh dengan penumpang dipagi hari.


"huft" Ilham menarik nafas panjang dan mengelus dadanya


"sabar-sabar" kata Ilham sambil terus mengelus dadanya dan mengatur nafasnya


tap tap tap terdengar seseorang menaiki tangga.


"ham kamu kenapa?" tanya Retno yang melihat Ilham seperti orang habis berlari.


"enggak apa Bu, Ilham mandi dulu" Ilham masuk kedalam kamar mandi dengan terburu-buru.


Ilham berdiri dibawah guyuran air yang turun dari shower, ia menyapu rambut nya dengan shampo dan membasuhnya.


Ilham selesai dengan proses mandi yang membuatkan merasa kembali menjadi manusia normal, ia hendak meraih tempat handuk namun tak ditemukannya.


"handuk" Ilham memukul keningnya ia baru ingat masuk ke kamar mandi terburu-buru dan lupa membawa handuk.


"gimana ini masa aku harus minta Zihan ambilin handuk sih, malu dong" Ilham menjadi bingung.


sepuluh menit ia berfikir dan akhirnya memutuskan untuk berteriak.


"Zihan ambilkan handuk yang berwarna biru cepet" teriak Ilham.


"handuk?" tanya Zihan


"Iyah handuk apa kamu kurang jelas dalam mendengar?" teriak Ilham lagi.


Zihan mencari handuk berwarna biru dan ia menemukannya.


tok tok tok


Zihan mengetuk pintu kamar mandi dan Ilham mengeluarkan tangannya.


"taro di tangan ku" perintah Zihan.


"Iyah" Zihan menuruti perkataan Ilham.


bruk handuk terjatuh karena Ilham terburu-buru menarik handuk nya.


"aaaaaaa" Ilham dan Zihan saling berteriak.


Zihan berteriak karena terkejut melihat Ilham yang tanpa dibungkus sehelei benang pun sedangkan Ilham terkejut karena ia reflek membuka pintu kamar mandi sampai ia terlihat oleh Zihan.


Ilham langsung mengambil handuknya yang terjatuh dan "brukk" ia menutup pintu kamar mandi.


Zihan masih syok dengan apa yang ia lihat.


"apa itu? menggantung dan terlihat seperti...." Zihan bergidik ketika membayangkan pusaka Ilham yang tak sengaja ia lihat.


Zihan yang tak tahan berada didalam kamar karena kejadian yang menggelikan tadi langsung turun kebawah.


"Syamil" Zihan mencari keberadaan Syamil.

__ADS_1


"Syamil sedang pergi dengan Nelinya Bu" kata Dina memberi tahu Zihan.


"mba Dina enggak ikut?" tanya Zihan


"enggak Bu karena harus membantu mbok min mengurus Bu Joanna" jelas Dina.


Zihan jadi merasa bersalah dengan kesibukan yang menimpa mbok min dan Dina karena Ilham memintanya berhenti mengurus Joanna.


"mba Dina sabar ya infonya siang ini perawat pengganti akan datang" Zihan menepuk pundak Dina.


" enggak apa kok Bu sebelum Bu Zihan disini saya juga membantu mengurus Bu Joanna karena sulit mendapatkan perawat yang mau mengurus Bu Joanna, hanya Bu Zihan yang langsung mau terima kondisi Bu Joanna sebelumnya bisa kosong satu bulan" cerita Dina yang sudah sejak Syamil lahir bekerja dengan Ilham.


Zihan terkejut dan mengeryitkan alisnya tanda tak percaya dengan cerita Dina.


Zihan menuju meja makan dan mencari makanan untuk ia sarapan pagi namun tidak ada makanan.


kruuuk perut Zihan mulai protes karena belum diberi makan.


Ilham turun dari kamarnya dan melihat Zihan mengelus perutnya.


"lapar?" tanya Ilham dan Zihan mengangguk


"ikut aku kita makan diluar" ajak Ilham.


Zihan mengekor dibelakang Ilham, sebenarnya ia masih terbayang dengan kejadian tadi tapi apa boleh buat perutnya sudah mendemo ingin di isi.


"kamu mau makan apa?" tanya Ilham sambil mengendarai mobilnya perlahan.


"apa saja yang mas Ilham mau makan" kata Zihan.


Ilham mulai mengarahkan mobilnya dengan kecepatan yang stabil sampai ia berhenti di pinggir jalan.


"bang dua porsi" kata Ilham pada penjual bubur ayam.


"ini bubur ayam dan satenya pak Ilham Monggo dinikmati" kata pedangan bubur yang sudah sangat mengenal Ilham.


Ilham dan Zihan makan bubur yang letaknya tak jauh dari komplek rumah mereka, konon ini adalah bubur kesukaan Ilham sejak ia duduk di bangku kuliah.


"hmm enak" kata Zihan memuji rasa dari bubur yang disediakan oleh pedagang tersebut.


"saya baru lihat mba nya, saudaranya ya pak?" tanya Yanto tukang bubur langganan Ilham.


"hmm bukan" jawab Ilham singkat.


"waaah pasti pacarnya" tebak Yanto lagi.


"ini istri saya" jawab Ilham


Zihan langsung memandang kearah Zihan.


"apa maksud nya memperkenalkanku kepada tukang bubur sebagai istrinya, apa kata orang kalau tau aku istri keduanya pasti aku disebut pelakor" Zihan Mulan mendumel didalam hati


"wah cantiknya istri pak Ilham, baru pertama kali ini saya lihat bapak bawa istri kesini" jelas pak Yanto yang kemudian kembali melayani pembeli lainnya


"kamu tenang saja Joanna belum pernah kesini jadi belum ada yang melihat aku membawa istri" ujar Ilham yang seakan bisa membaca fikiran Zihan yang sejak tadi menatapnya.


Zihan kembali melanjutkan makan bubur ayam yang mulai ia sukai rasanya.


selesai sarapan bersama Zihan dan Ilham kembali pulang, didalam perjalanan mereka bertemu Syamil dan Retno yang sedang berjalan santai.


"mas itu bukannya Syamil dan ibu" Zihan menunjuk kearah anak dan neneknya yang sedang berjalan.

__ADS_1


Ilham menghentikan mobilnya


"ibu, Syamil" panggil Ilham.


"ibu Zihan" teriak Syamil.


Ilham langsung menoleh ke arah Zihan menunjukkan kecemburuannya.


Syamil naik kepangkuan Zihan sedangkqn neneknya duduk dikursi penumpang.


Retno terus tersenyum melihat Syamil yang begitu ceria saat bersama Zihan berbeda dengan Ilham yang merasa tidak suka dengan kedekatan Syamil dengan istri barunya tersebut karena menurutnya Zihan menyita perhatian Syamil dan membuat Syamil berpaling dari dirinya.


mobil terparkir didalam garasi dan Ilham melihat ada mobil Roy yang terparkir di halaman.


"hai Om Roy" sapa Syamil.


"om kenalkan ini ibu Zihan, ibu baru Syamil" dengan bangga Syamil memperkenalkan Zihan pada Roy


"selamat ya Syamil, dan Om Roy sudah kenal dengan ibu Zihan" kata Roy sambil memegang dagu Syamil dengan lembut.


Roy memandang Zihan yang kini berstatus sebagai istri dari sahabatnya.


"apa kabar zi" tanya Roy


"baik pak" Zihan sedikit merasa canggung tidak seperti biasanya.


Zihan malu dengan statusnya yang sekarang, menjadi istri dari seorang pria yang sudah beristri, pasti Roy berfikir jelek tentangnya saat ini, itulah yang Zihan fikirkan.


"santai saja aku sudah tau ceritanya" Roy menepuk bahu Zihan


melihat Roy yang begitu dekat dengan Zihan, Ilham merasa risih karena saat ini status Zihan adalah istrinya, sikap Roy berbeda tidak seperti ke Joanna yang seperti ada jarak namun dengan Zihan sangat akrab.


"Roy dimana perawat barunya?" tanya Ilham untuk mencairkan suasana yang mengelilingi Zihan dan Roy


"oh Iyah aku sampai lupa" kata Roy


"Mila" panggil Roy


Mila menghampiri Roy, Zihan dan Ilham.


"iya pak" jawab Mila.


"Mila ini pak Ilham dan istrinya ibu Zihan, Mila pasti sudah kenal dengan Zihan" kata Roy


Mila tersenyum kearah Zihan begitu pula sebaliknya terasa akrab.


"terimakasih ya Roy kau selalu membantuku mencari perawat untuk Joanna, semoga kali ini perawat nya tidak mengundurkan diri" kata Ilham.


"ya saat mereka bisa mengatasi Joanna kau malah menjadikannya istri mu" goda Roy sambil sedikit terkekeh.


"jangan menggoda ku, kapan kau mau mengenalkan pujaan hati mu yang tempo hari kau ceritakan?" tanya Ilham.


seketika Roy terdiam


"ham aku ada jadwal operasi siang ini jadi aku pamit dulu ya" pamit Roy


"kebiasaan sekali ini orang kalo ditanya urusan wanita selalu mengalihkan pembicaraan" kata Ilham saat Roy menghilang dari pandangannya.


Ilham kembali menghampiri Mila dan Zihan yang sedang asyik berbincang-bincang.


"Mila kamu sudah tahu kan tugas mu disini?" tanya Ilham

__ADS_1


"sudah pak" jawab Mila


__ADS_2