Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Mhiu akan selalu bersama syamil


__ADS_3

"syamiiiil" teriak Zihan yang melihat Syamil keluar dari ruangan dokter dan berlari kencang.


Zihan dengan sekuat tenaga mengejar Syamil, dia mencari Syamil kesuluruh area klinik namun tak menemukannya.


"sayang, dimana Syamil?" tanya Ilham kepada Zihan


"Mas, apa yang terjadi sampai Syamil melarikan diri?" tanya Zihan histeris.


"tadi dokter bertanya tentang kejadian hari itu, awalnya Syamil tidak mau bercerita dan dokter pun tidak memaksa, tapi setelah diam beberapa menit Syamil mulai bercerita, tapi saat Syamil mencoba menceritakan kejadian saat dia akan dikurung didalam kamar mandi tiba-tiba dia seperti ketakutan dan lari begitu saja" jelas Ilham


"Mas, ayo sekarang kita cari Syamil" kata Zihan.


"Ham, kita berpencar saja" kata Roy yang juga ikut mencari Syamil.


Ilham dan Zihan mencari Syamil bersama sedangkan Roy mencari Syamil seorang diri.


sekeliling rumah sakit sudah ditelusuri oleh Zihan dan Ilham tapi mereka tetap tidak bisa menemukan Syamil.


"Syamil" panggil Zihan dan Ilham sambil berkeliling.


"Syamil" teriak Roy dari Arah lain.


mereka terus mencari Syamil dan terus memanggil namanya berharap Syamil bisa mendengar mereka.


"Mas, sepertinya kita harus berpencar juga" kata Zihan.


"tapi sayang" Ilham tak mau meninggalkan Zihan seorang diri mencari Syamil.


"Mas, please, kalau kita tidak berpencar akan semakin lama menemukan Syamil" Zihan mulai terlihat sangat panik dan membuat Ilham semakin tak mau meninggalkannya sendirian.


"kamu yakin?" tanya Ilham.


"ya, aku yakin Mas" Zihan langsung berlari kearah yang berbeda dari Ilham, ia terus berusaha mencari walau kakinya sudah terasa sakit.


Zihan tak menyerah untuk mencari Syamil.


"ya Allah Syamil, kamu dimana nak, Mhiu takut kamu kenapa-kenapa" lirih Zihan sambil mengeluarkan air mata.

__ADS_1


terlintas dibenaknya jika ia harus kehilangan Syamil seperti di film-film, ia pasti tidak akan pernah sanggup, anak sambungnya itu adalah salah satu anugerah terindah yang Tuhan berikan untuknya.


Zihan menumpu tubuhnya dengan berpegangan di lututnya, Zihan mengatur nafasnya, ia tidak akan pernah menyerah untuk mencari Syamil.


"Syamiiiil" teriak Roy dan tak sengaja ia melihat Ilham yang juga sedang mencari Syamil diarah yang sama dengannya.


"Ham, kemana lagi kita harus mencari Syamil?" tanya Roy yang menghampiri Ilham.


"aku tidak tahu Roy, aku sudah mencari sekeliling namun tidak menemukannya" Ilham terlihat sangat frustasi.


"dimana Zihan?" tanya Roy yang tak melihat Zihan bersama Ilham.


"kami berpencar, Zihan kearah sana" Ilham menunjuk gang belakang klinik.


******


"Syamil, kamu dimana sayang, ini Mhiu, keluarlah jika Syamil bersembunyi, Mhiu akan memeluk Syamil" Zihan berbicara seakan Syamil berada disekitarnya.


"Mhiu" teriak Syamil dari dalam kamar mandi yang sudah tidak terpakai.


"Syamil" Farah langsung berteriak kencang dan berlari dengan kencang untuk memeluk putranya.


sesampainya Ilham dan Roy di tempat Zihan, mereka melihat Syamil sudah berada di pelukan Zihan.


"Syamil" Ilham menitikkan air matanya tak kuasa menahan haru karena anaknya bisa ditemukan, ia sudah sangat putus asa merasa tidak akan bertemu dengan putranya lagi.


Ilham menghampiri istri dan anaknya, ia memeluk keduanya dan menangis bersama, Ilham mengecup Zihan dan Syamil secara bergantian dengan berderai air mata.


"Mhiu, Phiu maafkan Syamil, Syamil takut mengingat hal itu lagi, Phiu dan Mhiu tidak akan meninggalkan Syamil kan?" tanya Syamil.


"sayang, Mhiu dan Phiu akan selalu bersama syamil, kita sayang sama Syamil, Syamil mau kan sembuh dari hal yang menakutkan itu?" tanya Zihan.


Syamil mengangguk dan menangis lagi.


"dengarkan Mhiu, Tante yang didalam sana itu baik, dia mau membantu Syamil sembuh" kaya Zihan sambil mengusap air mata yang membasahi seluruh wajah Syamil.


"nanti kita kesini lagi, sekarang kita pulang dulu" ajak Ilham.

__ADS_1


"Roy terimakasih, kami pulang dulu, kau pulanglah juga"


mereka semua kembali pulang kerumah masing-masing, Zihan selama perjalanan pulang terus mendekap tubuh Syamil seakan mereka habis terpisah sangat lama.


Ilham yang melihat semua ketulusan diwajah Zihan semakin mengagumi istrinya itu, meski Syamil bukan putra kandungnya tapi Zihan sangat menyayangi Syamil.


.


.


.baca juga rekomendasi novel karya ku yang lainnya.


pesona istri yang terabaikan.


Kevin dan Hans menuju pintu ruangan Farah namun lagi-lagi mereka berbuat gaduh, kevin ingin keluar duluan dan begitu juga Hans keduanya tidak mau mengalah dan saling dorong mendorong, melihat hal itu membuat Farah semakin kesal.


"keviiiiiin... kak hansss" teriakan Farah membuat kedua pria itu lari kocar-kacir tak lagi menghiraukan siapa yang keluar dari pintu itu duluan.


semua staff promosi yang melihat hal lucu itu pun tertawa sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui Farah.


Farah menenangkan hati serta fikirannya lalu lanjut kembali mengerjakan pekerjaannya yang tertunda.


"lepaskan Farah, biarkan dia bahagia" Hans menatap Kevin.


"hmm kau fikir semudah itu memiliki Farah?" Kevin bicara seolah Farah mencintainya.


"aku sudah lama menyimpan rasa untuk Farah, kali ini aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan hatinya" Hans bertekad untuk merebut hati Farah.


"kau tahu Hans jika Farah semudah itu memutuskan untuk pergi dari ku, sudah pasti dari awal kami menikah dia akan meminta cerai dari ku" kata Kevin penuh keyakinan.


"tapi Farah tidak mencintai mu begitu pula kamu Kevin, kamu tidak pernah mencintainya bahkan menghargainya sebagai seorang istri" Hans menarik kerah baju Kevin.


"hmm meski ia tak mencintaiku, ia takkan pernah mengakhiri pernikahannya denganku, karna ia sangat mementingkan kehormatannya dan keluarganya" Kevin bicara dengan sesak karena cengkraman kuat tangan Hans di kerah bajunya sehingga ia sedikit tercekik.


Hans menghempaskan Kevin pelan, sedangkan Kevin merapihkan kembali bajunya.


"kau harus ingat Kevin manusia ada batas kesabarannya dan disaat itulah aku akan merebutnya dari ku" Hans pergi meninggalkan Kevin.

__ADS_1



__ADS_2