Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
siapa kalian?


__ADS_3

zihan terpaksa tinggal di rumahnya, dia tidak ingin pulang kerumah ilham untuk sementara waktu. Dia ingin menenangkan diri, zihan juga memberikan kesempatan ilham untuk sendirian agar bisa berfikir lebih tenang.


"mas, aku bukan menghindar, tapi aku rasa kita butuh waktu untuk saling introspeksi diri, aku mungkin salah juga dalam hal ini, karena mencoba berjuang sendiri dalam menghadapi umpatan mereka yang di tujukan untukku, jujur ini adalah kali kedua mereka mengatakan kata-kata yang menohok kepada ku, sekali lagi maafkan aku" bunyi pesan singkat yang zihan kirimkan untuk ilham.


"haaaaaah! Wanita ternyata semua sama saja! Mereka semua sungguh mengesalkan! Aku bahkan tidak pernah menyakiti mereka tapi mengapa aku selalu menjadi pria yang disakiti?!" kata ilham meratapi nasibnya.


Ilham masih di kantornya, seperti biasa dia selalu menghindar dari rumah ketika suasana hatinya sedang tidak bagus.


*****


"mas, apa kamu hari ini pulang kerumah seperti janjimu tadi? Aku khawatir ibu dan syamil mencemaskanmu!" kata zihan yang sedang menatap layar ponselnya.


"syamil, maafkan Mhiu yang belum bisa pulang" kata zihan berbicara sendiri.


Hati zihan yang masih diliputi kesedihan saat ini tetap memikirkan kondisi dan perasaan putranya tanpa orang tua disisinya, zihan tau betul kalau syamil selalu menunggu ilham pulang kerja dan mereka akan makan malam bersama.


Zihan kali ini tak tau lagi apa yang harus dia upayakan untuk membuat suaminya percaya, dia tidak mengerti mengapa dengan mudahnya ilham percaya begitu saja, dengan apa yang dia lihat dan dia dengar tanpa mengkonfirmasi dulu kepadanya seperti beberapa hari lalu saat joanna menjebaknya.


Zihan juga sedang memikirkan siapa orang yang mengambil gambar dan membuat percakapan dengan suara yang mirip dengannya dan juga willy, padahal zihan dan willy tidak pernah bicara hal seperti itu.


"bagaimana aku harus mencari kebenarannya? Bagaimana caraku untuk membuktikan ketidak bersalahanku? Aku benar-benar sangat bingung saat ini, kepada siapa aku harus mengadu dan meminta pendapat?" zihan terus termenung.


Tok tok tok


Suara pintu rumah terketuk, zihan yang sedang termenung terkejut mendengar suara ketukan pintu.


"apa itu mas ilham?"


Zihan langsung keluar dari kamarnya dan bergegas membuka pintu rumah.


"mas...'" saat dia membuka pintu rumah ternyata harapan tingginya pupus seketika.


"ghina!" zihan terkejut melihat ghina berada di rumahnya.


"hai! Boleh aku masuk?" kata ghina.


"tentu boleh" jawab zihan dengan suara lesu.

__ADS_1


"haaah, kini tidak ada lagi suara riang yang menyambutku datang" ujar ghina dengan berpura-pura memasang wajah penuh kesedihan.


Zihan yang melihat ghina, sahabat yang selalu ada untuknya, langsung berlari berhamburan ke arah ghina dan memeluknya dengan deraian air mata.


"suda... sudah, jangan menangis terus, kasihan tubuhmu jika terus menangis" kata ghina sambil menenangkan sahabatnya yang sedang berada dalam masalah besar.


"aku akan menemanimu, aku sudah cuti dua hari, jadi kita akan saling bertukar cerita seperti dulu" ghina melepas pelukannya dan menghapus air mata yang mengalir di pipi sahabatnya terkasih.


"setiap rumah tangga pasti memiliki permasalahannya masing-masing, aku tau, aku belum berumah tangga, tapi setidaknya aku memiliki pengalaman dari kakakku, berumah tangga bukan hanya untuk saling cinta, tapi juga saling percaya, jika kepercayaan mudah dirusak begitu saja, mungkin dia masih memiliki rasa ragu kepada kita sejak awal" papar ghina.


"hiks hiks hiks" zihan terus terisak tanpa jeda sedikitpun


Ghina menepuk pelan punggung zihan agar bisa lebih tenang dan menghentikan tangisannya.


*****


ilham kembali ke rumahnya dan bertemu dengan ibunya.


"ham, kamu tidak pulang dengan zihan?" tanya retno.


"tidak, apa zihan belum pulang?" tanya ilham yang sedikit ada rasa khawatir tapi juga menaruh curiga.


"bu...," ilham menangis di pelukan ibunya.


"ada apa, ham?" retno menjadi khawatir.


"zihan... Zihan main belakang dengan rekan bisnisku" kata ilham, memberitahukan prasangkanya.


"tidak nak, tidak mungkin, kamu sendiri tempo hari yang meyakinkan ibu, dan saat ini ibu juga sangat yakin zihan tidak akan melakukan hal seperti itu!" retno sangat yakin menantunya tidak seperti yang dikatakan ilham.


"tapi aku punya buktinya bu, dia dengan sadar berpelukan dengan rekan bisnis ku, aku mendapatkan video dan rekaman suara, aku melihat semua pengkhianatan itu dengan jelas bu" kata ilham yang berusaha menampik semua keraguan ibunya.


"apa kamu sudah cari tahu semuanya? Bukankah kemarin juga seperti itu? Dan kamu mencari kebenarannya, ternyata semua hanya jebakan, kali ini, ibu mohon carilah nak"pinta retno.


Retno berharap pernikahan kedua putranya tidak akan berakhir tragis lagi, sudah cukup joanna yang menjadi wanita pengkhianat, dia tidak mau zihan seperti itu juga, dia sangat yakin menantunya adalah wanita baik-baik yang sangat menjaga diri.


"istirahatlah, nanti kita bicara lagi jika hatimu sudah lebih tenang"kata retno

__ADS_1


"tuhan, berikan petunjukmu kepada putraku dan lindungi rumah tangga mereka" doa retno.


*****


Di dalam kamarnya, joanna ternyata menguping pembicaraan ilham dan retno, saat mendengar percakapan mereka, joanna terpingkal-pingkal kesenangan karena rencananya berhasil.


"lihat zihan! Langkahku untuk menghancurkanmu , berjalan dengan sangat sempurna, saat ilham terpuruk seperti ini, aku akan masuk kembali merebut hatinya." kata joanna dengan senyuman khas seorang penjahat ulung.


*****


pagi harinya ilham berangkat bekerja seperti biasa, namun karena zihan tidak pulang ke rumah hari ini, ilham sedikit cemas, di mengarahkan mobilnya pergi ketempat dimana zihan tinggal.


Saat sampai ditempat zihan, ilham berhenti sejenak dan memandangi depan rumah itu, di rumah itu banyak kenangan indah sekaligus kenangan sedih antara ilham dan zihan, kenangan indah itu muncul di dalam fikiran ilham, sehingga dia tak kuasa menahan air matanya berlinang.


"ilham, jangan menangisi wanita yang sudah menusukmu dari belakang" kata ilham dan kembali memutar balik mobilnya.


*****


"laksanakan tugas kalian selanjutnya, aku mau besok sudah mendapatkan kabar baik dari kalian" kata joanna kepada anak buahnya.


Joanna kembali akan mengusik zihan, dia sudah menyusun rencana dengan sangat matang kali ini, rencananya tidak akan gagal, tidak akan tercium oleh siapapun, karena dia berusaha dengan sangat rapih melaksanakan rencananya.


*****


"zi, aku pergi keluar sebentar, bersiap-siaplah, sepulang nanti, aku akan mengajakmu pergi ke mall, kita akan bersenang-senang" kata ghina sambil memakai sepatunya dan berpamitan.


Zihan hanya bisa tersenyum sedikit agar sahabatnya tidak terlalu khawatir dengannya.


"selagi ghina pergi, aku akan ke kantor mas ilham dulu"


Setelah kepergian temannya, zihan bersiap-siap, dia akan kembali ke kantor ilham dulu, kali ini dia akan berusaha sekuat tenaga menjelaskan semuanya, zihan tidak mau kehilangan seorang suami hanya karena sebuah kesalah fahaman.


Ceklek


Pintu terbuka dan zihan melihat siapa yang datang.


"ghin, kok cepet banget pergi...nya..." zihan yang berjalan sambil menggulung rambutnya, terkejut dengan kedatangan laki-laki berjas dan bertubuh kekar.

__ADS_1


"siapa kalian?"


__ADS_2