Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Pria itu


__ADS_3

Ilham menghubungi Willy yang juga sedang mencari tahu kebenaran dibalik foto itu.


mereka berdua membuat janji temu di kantor Willy, karena Willy tidak mau pembicaraan mereka didengar siapapun, Willy khawatir ada salah satu karyawan Ilham yang menjadi kaki tangan orang yang ada di balik semua ini.


"bagaimana? apa sudah kau dapat petunjuknya?" tanya Willy kepada Ilham yang kini sudah ada di kantornya.


"tidak, tapi aku mendapatkan rekaman cctv ini, Zihan benar-benar berada di toko kue itu dan menunggu manager datang" Ilham memperlihatkan video rekaman cctv yang dia dapatkan.


"apa kau sudah mencari tau kenapa dia kesana?" tanya Willy.


"Zihan bilang, kalau manager toko kue itu menghubunginya dan memintanya datang ke toko karena ada suatu kesalahan dengan pembayarannya, jadi dia pergi kesana" jelasnya.


"tapi kenapa managernya menghubungi Zihan? tapi malahan Zihan dipukul seseorang?" Willy menjadi bingung


"aku sudah konfirmasi dengan manager toko, tapi dia mengaku tidak pernah menghubungi Zihan, bahkan di toko tidak pernah mencatat nomor telepon pelanggan yang datang sesekali, kecuali pelanggan rutin yang memesan kue" jelas Ilham lagi


mendengar penjelasan Ilham membuat Willy semakin bingung.


"ada apa sebenarnya ini?" gumam Willy dalam hatinya.


"apa kau sudah mendapatkan rekaman cctv saat di cafe?" tanya Ilham.


"belum, kemungkinan nanti siang baru mereka melapor kepadaku, karena mereka sedang menyelidiki seseorang juga, dihari ini semua terjadi aku sedang meeting dengan pria yang mengajakku bekerja sama, karena apa yang aku butuhkan ada di bisnisnya maka aku mencoba bertemu dengannya!"papar willy


"apa pria itu baik-baik saja?" ilham menanyakan keadaan pria yang dimaksud Willy.


"aku sudah bertanya kepadanya dan dia juga mengalami hal yang sama denganku, tak sadarkan diri dan tiba-tiba sudah berada di rumahnya" cerita Willy.


"kau dan Zihan berada di tempat yang berbeda saat itu tapi kenapa bisa tiba-tiba berada di satu ranjang dengannya" Ilham kembali mempertanyakan semuanya.


"tunggu! dimana toko kue itu? mungkin satu alamat dengan cafe itu, kita bisa lebih mudah menyelidikinya" Willy mendapat ide.


"aku cari dulu di internet" Ilham membuka ponselnya dan mencari tahu alamat toko kue yang di datangi oleh istrinya.


"di jalan Cemara nomor sepuluh"Ilham memberitahukan alamat toko kue.


"setahuku itu hanya berjarak satu kilo dari cafe yang aku datangi hari itu! aku semakin yakin ini permainan seseorang, entah untuk menjebakku atau untuk merusak rumah tangga kalian" Willy mulai memberikan spekulasi.

__ADS_1


"apa selama ini kau ada musuh?" tanya Ilham.


"tentu tidak, aku menjalin hubungan yang sangat baik dengan mereka, tapi aku juga tidak yakin apa mereka akan berbuat kotor seperti ini atau tidak!" jelasnya.


******


"zi, kamu seperti sangat murung" tanya Ghina sambil memberikan segelas sirop kepada Zihan yang mampir ke rumahnya.


"Ghina, aku sedang ada masalah" Zihan mulai bercerita.


"aku tidak tau Ghin, siapa yang tega seperti itu, tapi sepertinya orang itu tau kalau pak Willy menyukaiku" kata Zihan yang sudah tau kalau Willy menyukainya sejak bertemu di rumah sakit tempo hari.


"Willy itu, nama pasien yang kemarin maksa kita untuk menghubungi kamu? tanya Ghina.


"benar, tapi aku tidak yakin dia melakukan hal itu, kalau memang dia mau seperti itu, seharusnya saat di rumah sakit dia bisa melakukan hal seperti ini, tapi dia tidak melakukannya" kata Zihan meyakinkan dirinya sendiri dengan apa yang dia lihat di rumah sakit saat itu.


"apa kau benar yakin dia tidak melakukan hal seperti ini untuk membuat Ilham meninggalkanmu dan dia akan mulai mendekatimu?" Ghina juga mulai menduga-duga.


"aku rasa tidak mungkin, dia seorang pembisnis murni, dia tidak akan merusak reputasinya seperti ini" yakin Zihan.


"bahkan dia ikut menyelidiki semuanya, karena saat hari yang sama dia juga tidak sadarkan diri selama satu hari" sambung Zihan


perkataan Ghina cukup masuk akal, pasti diantara dua itu, banyak pebisnis diluaran yang ingin saling menjatuhkan satu sama lain, berbuat kotor tidaklah Maslah bagi mereka semua demi terwujudnya keinginan.


"kau benar Ghina, aku akan memberitahukan mas Ilham nanti" kata Zihan sambil menyesap sirop dingin buatan sahabatnya.


"aku buatkan mie rebus dengan potongan cabe, sawi dan telur, di rebus dengan setengah matang, mie kesukaanmu"


Ghina selesai memasak mie untuk mereka berdua, Ghina sangat tau kalau sahabatnya sangat suka mie seperti itu dan itu bisa sedikit menghiburnya.


"waaah, kau memang sahabat terbaikku" puji Zihan sambil mengangkat kedua jempol tangannya.


Ghina langsung membalas dengan mengacungkan dua jempol tangannya juga, mereka memang sahabat rasa saudara.


mereka berdua menikmati mie yang merupakan makanan favorit mereka berdua.


"pas banget mie nya" kata Zihan sambil terus menyeruput mie dan kuahnya.

__ADS_1


"pasti dong, aku kan tau, kamu suka makan mie disaat galau menghadang, hahahaaa" tawa Ghina.


"emang ini pengobatan terbaik dikala galau Ghin" ujar Zihan.


*****


"sore pak, saya ingin melapor" kata Rey.


"masuk, Rey" Willy mempersilahkan Rey masuk ruangannya.


"ini file rekaman cctv yang sudah kami salin" Rey menyerahkan sebuah flashdisk kepada Willy.


"ada laporan lagi selain ini?" tanya Willy.


"kita lihat dulu, nanti saya akan menjelaskannya!" kata Rey sambil memberikan tablet milik Willy dan memasukkan flashdisk kedalamnya.


Willy dan Ilham melihat rekaman cctv yang dibawa oleh Rey, saat Ilham melihat rekaman itu, sungguh dia terkejut melihat pria yang bersama dengan Willy.


"pria itu!" ucap Ilham.


"kau mengenal pria itu?" tanya Willy.


"Iyah, aku mengenalnya, pria itu yang dua tahun lalu bercinta dengan Joanna!"


"kau yakin tidak salah lihat?" tanya Willy kepada Ilham.


"benar, aku sangat ingat wajah busuknya itu, dia tersenyum kearah ku, saat aku tiba di appartemen joanna!" yakin Ilham.


"jadi maksudmu..."


"benar ini semua ulah Joanna, aku sangat yakin, dia menggunakan cara ini untuk membuatku terkecoh, perbuatannya dua tahun lalu membuatku sangat terluka sampai ingin menceraikannya, dan dia menggunakan cara yang sama untuk menjebak Zihan"


"tapi kenapa harus denganku?" tanya Willy


"pasti hari itu dia mendengar percakapan kita di kantor, saat kita sedang berada di ruangan ku, aku akan mengecek cctv kantor, aku hubungi dulu karyawanku"


Ilham mengeluarkan ponselnya dan dia meminta karyawannya mengecek rekaman cctv yang mengarah ke ruangannya, di hari Willy memberitahunya kalau dia menyukai Zihan.

__ADS_1


"kita tunggu, karyawanku sedang mengeceknya" kata Ilham.


mereka berdua menunggu untuk mendapatkan jawaban atas semua teka-teki dibalik foto dan kebenaran dugaan mereka bahwa Joanna yang terlibat dalam semua permasalahan ini.


__ADS_2