Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
hati yang mulai berdebar


__ADS_3

setiap hari Syamil diantar sekolah oleh Zihan dan Ilham, setelah itu Zihan akan kembali kerumah dan jika waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 Zihan akan mampir ke kantor Ilham yang tidak jauh dari komplek rumahnya, Zihan akan membawakan makan siang untuk Ilham.


"mas, ini makan siang kamu" Zihan meletakkan kotak makan di meja.


"terimakasih, kalau kamu merasa repot besok-besok tidak perlu mengantar makan siang untukku lagi" kata ilham


"tidak apa lagi pula itu sudah tugas ku" kata Zihan sambil melihat-lihat ruang kerja Ilham yang selama ini tidak terlalu ia perhatikan.


Zihan berjalan menyusuri ruang kerja Ilham dan berhenti di kaca jendela yang menghadap kesebuah taman


"disana ada taman?" tanya Zihan


"Iyah, aku yang membuatnya sengaja untuk Syamil bermain ketika aku libur bekerja tapi aku tidak pernah sempat membawa Syamil kesana" Ilham melihat kearah jendela kaca.


"gimana kalo besok kita ketaman itu ajak Syamil pasti dia suka" Zihan tersenyum kerah ilham dengan tatapan yang sangat lembut.


"kita lihat besok" jawab Ilham dan berhenti menatap Zihan.


Zihan terus mengelilingi ruang kerja Ilham yang luas, puas melihat-lihat ruang kerja Ilham, Zihan kembali duduk di sofa dan membuka ponselnya.


"mas, apa besok aku boleh bertemu dengan teman-teman ku?" tanya Zihan.


baru kali ini ia mendengar istrinya meminta izin saat ingin bepergian, Joanna dulu bahkan tidak pernah meminta izin apapun kepada dirinya.


"boleh" Ilham sedikit tersenyum kearah Zihan.


"terimakasih" ujar Zihan


Ilham kembali tersentuh dengan kata-kata Zihan, Ilham merasa dihargai sebagai seorang suami.


"ayo kita pulang" ajah Ilham.


"kamu udah selesai mas kerjanya?" tanya Zihan.


"hari ini cukup sampai disini pekerjaan ku" Ilham mengulurkan tangannya kepada Zihan dan membawanya keluar dari ruang kerjanya.


"Riska nanti tolong email beberapa file yang sudah saya kirimkan email mu, tolong revisi secepatnya!" perintah Ilham


Riska yang melihat boss nya keluar sambil bergandengan tangan dengan seorang wanita yang tidak ia kenal membuatnya merasa sedih, karena selama ini hal itu yang ia dambakan.


Ilham dan Zihan masuk kedalam mobil, Ilham melajukan mobilnya dengan santai sambil mendengarkan alunan musik.


sesekali Ilham melirik Zihan yang duduk disebelahnya melalui kaca yang menggantung diatap mobilnya.


selama perjalanan Zihan sibuk mengotak Atik ponselnya.


"apa yang kamu cari?" tanya Ilham yang sejak tadi memperhatikan Zihan sibuk sendiri dengan ponselnya.


"aku lagi cari bagaimana cara menghilangkan trauma anak" ujar Zihan tanpa menoleh.


"trauma?" tanya Ilham


"Iyah, apa mas Ilham tidak pernah memperhatikan sikap Syamil yang selalu merasa takut dan menjauh dari mba Joanna?" tanya Zihan.

__ADS_1


Ilham sebenarnya tau kalau Syamil mengalami trauma saat usia tiga tahun karena ulah Joanna.


"apa penyebab anak bisa trauma?" tanya Ilham


"penyebabnya banyak, ada karena dipukuli, karena dimarahi atau di bentak, dan lainnya" jelas Zihan.


"turun kita sampai dirumah"


Zihan melihat sekeliling dan benar sudah sampai dirumah.


"Bu" sapa Zihan kepada Retno.


"kalian sudah pulang" kata Retno.


"dimana syamil Bu?" tanya Ilham


"Syamil lagi belajar dikamarnya" jawab Retno.


Ilham masuk kedalam kamar Syamil dan mengapa anak laki-laki nya.


"Daddy beneran kita mau jalan-jalan?" senang Syamil setelah daddy-nya membisikinya sesuatu


"shuuut jangan berisik" Ilham menaruh telunjuknya di bibir Syamil.


Syamil pun menutup mulutnya dengan tangannya agar tidak bersuara.


"Syamil siap-siap ya Daddy tunggu didepan" Ilham keluar dari kamar Syamil.


"Zihan kamu siap-siap ya kita mau pergi" kata Ilham.


Zihan, Ilham dan Syamil kisi sudah berada disebuah taman.


"mas, ini taman yang tadi aku lihat dari ruang kerja mu kan?" tanya Zihan.


"Iyah, aku mengajak mengajak kalian kesini" kata Ilham sambil tersenyum.


"Daddy, ibu terimakasih sudah membawa Syamil ke taman" kata Syamil sambil berlarian.


"Syamil hati-hati" teriak Zihan penuh perhatian.


Ilham mulai merasa Zihan sosok wanita yang sangat keibuan, dari bagaimana ia memperhatikan Syamil dan menjaga nya sangat terlihat tulus.


"Syamil jangan jauh-jauh" Zihan terus memperhatikan Syamil dari jauh.


Syamil mengelilingi taman dan sesekali bermain perosotan, jungkat jungkit dan ayunan yang menjadi fasilitas taman.


"Daddy ayo main sama aku" ajak Syamil.


Ilham pun menghampiri anaknya dan bermain bersama.


Zihan mengambil rekaman video momen indah kebersamaan Ilham dan Syamil, ia ikut merasakan kebahagiaan yang teramat dalam dihatinya.


"Syamil, mas Ilham lihat kearah kamera" Zihan memfoto Ilham dan Syamil

__ADS_1


"ibu Zihan coba Syamil lihat" Syamil melompat-lompat ingin meraih ponsel Zihan.


"ini sayang, bagus kan?" Zihan mengelus kepala Syamil.


"bagus Bu" kata Syamil


"Syamil senang?" tanya Zihan


"senang, ayo sekarang gantian aku dan ibu Zihan yang berfoto" kata Syamil sambil memeluk Zihan


"fotonya sambil peluk ibu?" tanya Ilham pada Syamil.


Syamil mengangguk dan terus memeluk Zihan.


Ilham mengambil gambar Syamil dan Zihan yang sedang berpelukan sesekali Syamil mencium pipi Zihan.


"waaah Syamil curang masa Daddy enggak dikasih kiss sih" kata Ilham sambil menunjuk pipinya.


Syamil pun mencium pipi Ilham kiri dan kanan secara bergantian.


"sekarang Syamil yang foto Daddy dan ibu Zihan" Syamil meraih ponsel yang ada di tangan Ilham.


"ayo dad foto" pinta Syamil.


Ilham pun mendekat kearah Zihan.


"dad fotonya sambil peluk ibu Zihan dong" perintah Syamil.


Ilham dan Zihan yang sebelumnya hanya berpegangan tangan dan sekarang harus berpelukan sesuai permintaan anak mereka.


Zihan dan Ilham saling mendekatkan tubuh mereka dan merekapun berpelukan.


"dad kiss pipi ibu" lagi-lagi pria kecil itu memerintah ayah dan ibu sambungnya.


Zihan dan Ilham sangat terlihat canggung karena permintaan Syamil dan mereka sebenarnya ingin menolak namun Syamil pasti akan terus merengek.


"maaf Zihan" Ilham mengecup kening Zihan.


cekrek suara kamera berbunyi.


"hah jantungku rasanya mau copot setelah sekian lama aku tidak pernah mencium perempuan lain" gumam Ilham yang hatinya terus berdebar.


taman akan segera ditutup Ilham, Zihan dan Syamil kembali pulang kerumah.


selama perjalanan Zihan dan Syamil terus bernyanyi.


"potong bebek angsa, angsa dikuali, nona minta dansa, dansa empat kali, sorong kekiri, sorong kekanan, lalalala Lala lalalalala, masuk kehutan, ambil rambutan, dikejar-kejar sama orang hutan"


Ilham sepanjang perjalanan pulang mendengar dan menyaksikan kebahagiaan anaknya yang dibuat oleh Zihan, Ilham tersenyum melihat tingkah Zihan yang berusaha membuat Syamil tertawa.


sesampainya dirumah Syamil yang tertidur digendong Ilham masuk kedalam kamarnya.


"Zihan terimakasih ya sudah membuat Syamil senang" kata Ilham.

__ADS_1


foto Zihan dan Ilham ditaman



__ADS_2