
zihan pulang kerumah dengan wajah yang sangat lesu, saat pulang tidak ada orang dirumah, Zihan lalu pergi ke kamarnya untuk menenangkan diri.
"Syamil belum pulang sekolah, mas Ilham juga juga masih lama pulang kerjanya, lebih baik aku beristirahat dulu, agar saat mereka semua pulang, kondisiku sudah agak enakan"
Zihan merebahkan tubuhnya di kasur dan memejamkan matanya, tanpa mengganti pakaiannya.
*****
"pak, ada kiriman untuk anda" kata salah seorang karyawan Ilham yang membawa paket amplop untuknya.
"simpan saja dimeja saya" Ilham masih terus menatap pemandangan diluar sana.
karyawan Ilham keluar dari ruangan dan Ilham melihat amplop yang ada di meja kerjanya, rasanya dia masih takut untuk membuka paket yang datang untuknya, Ilham takut itu adalah hal yang mampu membuatnya kehilangan kendali lagi.
dengan perasaan ragu dihati, Ilham tetap membuka isi amplop dan dia mendapatkan flashdisk di dalamnya, Ilham membuka dan melihat isi flashdisk itu dan dia terkejut melihat sebuah video yang memperlihatkan zihan dan willy sedang berpelukan, namun tak ada suara dalam video tersebut, Ilham memperhatikan suasana yang ada di dalam video itu dan dia teringat dua orang yang tak sengaja dia lihat di taman tadi.
"tidak! kali ini apa mereka sungguh...?" Ilham memegang dadanya yang terasa sakit dan satu matanya mengeluarkan air mata.
Ilham tidak ingin langsung percaya, tapi apa yang dilihatnya, willy memeluk istrinya sangat nyata dan dalam keadaan sadar, zihan juga terlihat tidak meminta willy untuk melepaskannya.
"apa sebenarnya yang sedang mereka bicarakan? kenapa mereka sampai berpelukan? dan mengapa zihan menangis dalam pelukan willy?" Ilham mencecar dirinya sendiri dengan segudang pertanyaan yang ada dibenaknya.
Ilham kembali melihat rekaman itu dan dia benar-benar masih tidak mengerti mengapa willy melakukannya dan apa maksud mereka berpelukan.
*****
joanna dan syamil pulang ke rumah, joanna melihat rumah masih sepi, dia harap-harap cemas rencana tidak berjalan mulus sesuai keinginannya.
joanna masuk ke kamarnya dan mulai menghubungi anak buah Carlos.
"bagaimana, apa kalian udah menyelesaikan apa yang saya perintahkan?" Tanya joanna.
"kami sudah melaksanakannya, kami juga sudah mengirimkan filenya" kata anak buah Carlos lewat telepon.
"bagus, usahakan kalian mengirim sisa gambar lainnya besok!" joanna kembali memberi perintah kepada mereka.
"kali ini riwayatmu akan segera end zihan!" puas joanna.
*****
__ADS_1
Ilham yang masih di kantor mengurungkan niatnya untuk pulang kerumah, dia ingin berfikir dengan tenang sendirian di ruang kerjanya, saat semua karyawan pulang semua hanya tersisa Ilham di kantornya.
"maafkan aku zihan, bukan aku tidak percaya, tapi dilihat dari semua adegan di video ini, aku seperti tak bisa berfikir dengan jernih!" Ilham terus memikirkan cara bagaimana dia bisa membuktikan bahwa video ini adalah jebakan saja, dia ingin menyelesaikannya sendiri tanpa melibatkan willy.
"aku tidak mau kau terlibat lebih jauh lagi dalam permasalahan keluargaku" gumam Ilham.
*****
willy yang baru saja sampai dirumahnya, langsung di sapa oleh seorang wanita paruh baya.
"dia kekasihmu?"
"siapa?"
"wanita yang tadi kau temui di taman!?"
"bukan, dia hanya spesial untukku, tapi aku tidak bisa memilikinya" jelas willy sambil ikut duduk di kursi dan ikut menikmati makan malam yang sudah dihidangkan di atas meja makan.
"kenapa? dia sudah punya pacar? masih bisa putus! dia sudah punya suami? masih bisa bercerai, kan?" kata rubby, ibu willy yang baru pulang ke Indonesia untuk menjenguk putra semata wayangnya.
"tidak semudah itu berpisah dengan orang yang kita sayangi!" ujar Willy yang kurang suka dengan kata-kata ibunya.
willy tak menggubris apa yang ibunya bicarakan, dia masih sangat waras walaupun hatinya sangat ingin memiliki zihan.
"untuk apa jika hanya memiliki raganya tapi tidak mendapatkan cintanya!" gumam willy dalam benaknya.
"kau bisa mendapatkan hatinya perlahan-lahan! seiring waktu berjalan wanita pasti akan jatuh hati kepada pria yang selalu melindunginya" kata rubby seakan tau apa yang ada di benak putranya.
lagi-lagi willy tak mengindahkan ucapan ibunya, rubby hanya bisa tersenyum dan dia tau apa yang sedang dipikirkan oleh putranya itu.
"ibu tau, kau tidak akan melakukan hal konyol hanya karena kau menyukainya, tapi apa harus ibu ikut turun tangan menangani hal ini?" batin rubby.
selesai makan malam willy langsung masuk kedalam kamarnya, ruby hanya bisa tersenyum melihat putranya.
"seusia kamu seharusnya sudah memiliki satu anak dan seusiaku seharusnya sudah menimang seorang cucu yang berwajah menggemaskan, andai aku tidak kehilangan ingatanku tujuh tahun lalu mungkin aku bisa mengingat masa kecil willy" ujar rubby saat willy sudah masuk kedalam kamarnya.
*****
Zihan terbangun dari tidurnya, dan ternyata hari sudah gelap, dia tertidur terlalu lama hingga melewatkan banyak waktu.
__ADS_1
Zihan melihat jam dinding yang berada dikamarnya dan dia sungguh terkejut karena tak mendengar suara ilham dan tak melihat sosok ilham di rumah.
Zihan keluar dari kamarnya untuk mencari suami dan anaknya, saat dia sampai di lantai bawah, hanya ada syamil, joanna, baby sitter dan juga ibu mertuanya.
"bu, mas ilham apa belum pulang?" tanya zihan kepada ibu mertuanya.
"belum, ibu juga menunggu ilham pulang, namun dia tidak juga pulang, kamu coba hubungi ilham, tanya dia sedang dimana dan kapan akan pulang?!" kata retno.
Zihan menghubungi ilham dan tak ada jawaban darinya.
"kemana mas ilham? Kenapa dia belum juga sampai di rumah?" zihan terus bertanya dalam hatinya, karena tidak biuasanya ilham tidak ada kabar.
"bu, sepertinya zihan akan mencari mas ilham, aku takut terjadi sesuatu kepadanya," kata zihan sambil berlari menaiki anak tangga.
*****
zihan berada di dalam taksi sambil terus menghubungi ponsel ilham namun tak kunjung di jawab, zihan tambah khawatir dengan kondisi ilham.
"mas, kamu kenapa? Kenapa kamu belum pulang kerumah?" gumam zihan dengan wajah yang cukup cemas sebagai seorang istri.
*****
"kalau tidak salah ingat, dulu juga saat aku sedang ada masalah dengan mas ilham, dia tidak akan pulang kerumah, itu berarti mas ilham sudah melihat video yang dikirimkan oleh anak buah carlos" bisik joanna sambil bercermin seakan sedang mengagumi kecantikan dan kecerdikannya dalam membuat rumah tangga suaminya dengan zihan berantakan.
Joanna sangat puas karena merasa kali ini rencananya akan lancar.
"kita lihat saja besok, apa reaksimu saat melihat video kedua yang akan aku kirimkan, aku yakin perasaanmu akan semakin hancur lebur!"
*****
zihan sampai di depan kantor ilham, dia melihat kantor yang sudah gelap gulita bagai tak berpenghuni.
"pak, apa semua karyawan sudah pulang?" tanya zihan kepada satpam yang bertugas menjaga kantor malam ini.
"sudah semua bu, kembali saja besok lagi" ujarnya yang tak mengenal zihan karena dia adalah satpam baru.
"apa pak ilham masih ada di dalam?" tanya zihan lagi memastikan keberadaan suaminya.
"sepertinya sudah bu, karena sudah tidak ada orang lagi di dalam, hanya saya dan dua satpam lainnya yang sedang bertugas patroli gedung" katanya meyakinkan zihan.
__ADS_1
Zihan menjadi semakin khawatir tentang ilham, dia sangat takut terjadi sesuatu kepada suaminya.