
Ilham kini benar-benar dihadapkan oleh pilihan yang sulit, disatu sisi dia ingin mempercepat proses perceraiannya dengan Joanna namun Joanna belum seratus persen pulih meski sudah bisa melihat dengan jelas dan berjalan dengan baik.
"ham" panggil Retno.
"Bu"
Retno faham benar posisi anaknya saat ini dan juga perasaan anaknya saat ini, tak akan mudah bagi Ilham menghadapinya seorang diri, butuh seseorang yang mensupport nya agar bisa terus berdiri tegap dan tak tergoyahkan.
"ham apa kamu sudah punya rencana?" tanya Retno.
"aku akan bicarakan dulu dengan Roy, mengenai kondisi Joanna, jika memang sudah memungkinkan kondisinya, Ilham akan segera memproses gugatan cerai yang sempat tertunda" jelas Ilham.
"bicaralah nak, agar kamu bisa cepat memutuskan" kata Retno
******
"Mhiu" peluk Syamil pada Zihan.
Zihan langsung menyambut pelukan Syamil dengan sangat rindu, karena seharian kemarin dia tak bisa mendekati Syamil.
"Mhiu, masuk kamar Syamil yuk" Syamil menarik tangan Zihan untuk masuk kekamar tanpa mendengan jawaban Zihan.
"hai mas, kamu sudah sampai" sambut Joanna dengan wajah yang cantik, lipstik merah dan tentunya dress yang ketat membuat setiap lekukan tubuhnya terlihat dengan sangat jelas.
"aku lelah, aku mau pergi ke kamarku" ketus Ilham pada Joanna istri pertamanya.
"mas, kembalilah ke kamar kita, jangan tidur disana, aku merindukan mu mas" teriak Joanna.
teriakan joanna terdengar hingga masuk ke kamar Syamil, Zihan mendengar jelas semuanya.
"ada rasa takut dihati ini mas, takut kau akan kembali dan mencintai nya, memang seharusnya aku tidak serakah, tapi aku hanya seorang wanita yang punya rasa cemburu dan rasa takut kehilangan, karena bagaimanapun dia istri mu dan juga ibu dari putramu, sedangkan aku wanita yang kau nikahi dengan secara siri dan belum memiliki keturunan dari mu"
Zihan membatin didalam hatinya, karena dia juga wanita yang ingin memiliki suaminya seutuhnya.
"Bu...Bu Joanna mohon bujuk mas Ilham untuk kembali ke kamar dan kembali kepadaku" pinta Joanna saat melihat ibu mertuanya keluar dari dalam kamar.
"kamu harus ingat Joanna, tidak ada hati yang telah dilukai akan baik-baik saja! ditambah luka itu tak hanya kau gores melainkan kau tancapkan dengan sangat dalam, dan harus kamu ketahui, anakmu pun sama sakitnya dengan suamimu!" Retno terus berbicara tanpa jeda Agara menantunya sadar dengan apa yang telah ia lakukan terhadap anak dan suaminya sendiri.
Joanna lagi-lagi hanya bisa terdiam mendengar ocehan panjang lebar ibu mertuanya, dia menjadi kesal sebab tak ada satu orangpun dirumah ini yang mau membantunya mendapatkan Ilham lagi.
"kalian lihat aku akan kembali mendapatkan hati Ilham, saat itu aku tak akan pernah terhina seperti ini lagi" bisik Joanna.
Ilham memang dulu sangat membeli Joanna bagaimanapun kesalahan yang dia buat dan selalu memanjakan Joanna.
__ADS_1
Ilham terduduk ditepi kasurnya, ia merenungkan nasib pernikahannya dengan Zihan, ia tak mau Joanna membuat ulah, karena Ilham tahu betul sikap Joanna.
"mas" Zihan menutup pintu kamar dan melihat Ilham sedang gusar.
"apa yang sedang kamu fikirkan mas?" tanya Zihan saat sudah mendekati Ilham.
"Joanna selalu membuat ku kesal, aku takut ia akan berbuat hal nekat kepada mu" kata Ilham.
"sabarlah mas" Zihan menenangkan suaminya.
"aku harus selalu tegar dihadapanmu agar kau tak terlalu khawatir dengan diriku" Zihan memeluk Ilham.
********
"Roy, kau tahu kan Joanna sudah kembali seperti semula?" tanya Ilham.
"pasti aku tahu, aku dokter pribadinya" kata Roy.
"lalu apa menurutmu aku sudah bisa melanjutkan gugatan cerai ku kepadanya?" tanya Ilham dengan menggebu.
"sebaiknya tunggu satu atau dua Minggu aku akan mengecek kesehatannya lagi agar ia tak bisa berkelit tentang kesehatannya sebagai alasan tidak diceraikan"
"baiklah aku akan menunggu kabar dari mu, aku pamit dulu" Ilham pergi dari ruangan Roy.
******
"Bu, aku pergi keluar dulu" pamit Joanna.
"mau kemana kamu?" tanya Retno dengan ketus.
"Bu, tidak bisakah ibu manis kepada ku seperti dulu?" protes Joanna dengan sikap kasar yang selalu Retno tunjukkan untuknya.
"apa kamu fikir ada seorang ibu yang akan memperlakukan orang yang sudah menghancurkan anaknya tapi tetap bersikap baik kepada orang itu?" desak Retno.
Joanna langsung keluar rumah tanpa menjawab pertanyaan mertuanya itu.
"aku sebenarnya tak ingin begini Joanna, tapi sikapmu yang memaksaku menjadi seperti ini" kata Retno.
*****
"selamat siang ibu Joanna" sapa staff yang tahu itu adalah Joanna istri Ilham.
Joanna berjalan dengan sangat angkuh tanpa melihat atau menyapa kembali staff suaminya, ia tidak perduli kepada mereka semua, baginya mereka hanya sekedar pekerja.
__ADS_1
"Bu Joanna" Zihan langsung berdiri ketika melihat Joanna datang.
"dimana pak Ilham" kata Joanna yang melihat ruangan Ilham kosong.
"pak...pak Ilham sedang keluar Bu, apa ibu ada perlu?" tanya Zihan
"aku ada perlu atau tidak, bukan urusanmu, jangan mentang-mentang kamu diperlakukan baik oleh mertuaku, sikap mu menjadi tidak sopan pada ku!" kata Joanna sambil memandang Zihan penuh kebencian.
Zihan hanya bisa terdiam mendengar perkataan Joanna, ia tak bisa membalas apa-apa.
Mas, cepatlah datang ke kantor ada mba Joanna di sini
Ilham membaca pesan singkat yang dikirimkan oleh Zihan, Ilham langsung mempercepat laju mobilnya agar bisa sampai ke kantor.
*******
"Bu Joanna mau minum apa?" tanya Zihan pada Joanna yang sedang menunggu Ilham didalam ruang kerja.
"buatkan aku ice lemon tea saja" pinta Joanna dan langsung dilaksakan oleh Zihan.
Joanna berkeliling ruangan Ilham.
"mengapa seperti ada hal yang berbeda dari ruangan ini" Joanna melihat-lihat sambil mengingat ruangan Ilham yang lama.
"apa karena sudah dua tahun aku tidak kemari jadi tidak tahu adanya perubahan" kata Joanna.
Joanna melihat ke arah jendela yang langsung melihat ke meja kerja Zihan.
"tunggu! tak biasanya mas Ilham membuka tirai jendela ini, karena dia tak suka sekretarisnya memperhatikan dirinya, kenapa sekarang tirai jendela ini terbuka?" Joanna merasakan hal yang janggal.
tak lama Ilham datang dan langsung menghampiri Zihan, terlihat oleh Joanna dan dia langsung membuka pintu agar Ilham tak bicara banyak dengan sekretarisnya.
"mas, aku disini sayang" sapa Joanna penuh godaan yang mungkin jika Ilham tak melihat tragedi itu dia pasti akan langsung menerkam Joanna.
"masuklah" Ilham masuk kedalam ruangannya.
Joanna melihat kearah jendela dan matanya berpapasan dengan Zihan, Joanna sengaja tidak menutup tirai itu agar apa yang ia lakukan bersama Ilham dapat dilihat oleh Zihan.
"lihat saja kamu sekretaris genit, aku tak akan mengizinkan mendekati suamiku"batin Joanna.
Joanna langsung berada dibelakang Ilham yang sedang berdiri dekat jendela yang menghadap keluar kantor, Joanna langsung memeluk Ilham dari belakang dan semua itu dilihat oleh Zihan.
"ya Tuhan, kuatkan hati ini melihat semuanya, sadarkan diri ini bahwa bukan hanya aku satu-satunya istri mas Ilham" Zihan menitikkan air matanya tanpa ia sadari.
__ADS_1