
Ilham terkejut melihat foto yang dikirimkan untuknya, di dalam amplop terdapat foto Zihan dan Willy sedang berpelukan diatas ranjang.
foto itu sangat sempurna, pemandangan yang tidak akan pernah orang sangka itu adalah dia pasangan yang sedang dijebak.
Zihan dan Willy tidur sambil berhadapan, mereka tampak seperti sepasang kekasih yang sedang menikmati kebersamaan.
ilham sangat marah melihat foto ini, tapi dia berusaha untuk meredamnya. ilham bertanya kepada beberapa orang dikantornya mengenai amplop itu.
"apa kamu lihat siapa yang memberikan paket surat untuk saya?" tanya Ilham kepada satpam kantornya.
"saya tidak hafal pak, sepertinya kurir baru, karena ini baru pertama kalinya saya lihat pria itu." kata satpam.
"siapa dia? kenapa dia punya foto ini? dan kapan foto ini di ambil" bisik Ilham kepada dirinya sendiri.
ilham segera pergi ke mobil dan dia langsung menginjak pedal gas untuk kembali kerumahnya.
sesampainya dirumah Ilham langsung menemui Zihan dikamarnya.
"Zihan" Ilham memanggilnya.
"mas, kok kamu balik lagi?" tanya Zihan yang melihat suaminya tiba-tiba sudah berada dihadapannya.
"aku mau bertanya kepada mu, ini apa maksudnya?!" tanya Ilham sambil menunjukkan foto-foto kepada Zihan.
Zihan mengambil foto itu dari tangan Ilham, dilihatnya dengan seksama dan betapa terkejutnya dia melihat fotonya bersama dengan Willy.
"apa maksud semua ini mas?" Zihan kembali bertanya kepada Ilham karena tak tahu kenapa dia ada di dalam foto itu.
"aku mendapatkannya dari paket surat hari ini! aku melihat foto-foto ini dan begitu manyakitkan tapi aku harus tau kebenarannya dari dirimu!"
"tapi sungguh mas, aku tidak pernah melakukan hal ini, apalagi bersama pak Willy yang baru aku kenal" tegasnya.
"benarkah? kamu yakin tidak bohong?" tanya Ilham.
"mas, secepat inikah kamu percaya lalu menuduhku?" tanya Zihan.
"aku bukan menuduhmu! tapi aku bertanya kenapa foto ini bisa diambil, tidak mungkin kamu bisa difoto disana jika kamu tidak berada disana juga!"
"mas, aku benar-benar tidak tau hal ini! jika kamu tidak percaya, kamu tanyakan saja kepada pak Willy!"
ilham duduk ditepi kasur dia benar-benar tidak tau harus bagaimana saat ini.
"satu hal yang perlu kau tahu Zihan, aku tidak mau kau seperti Joanna, mungkin ini hanya sebuah foto yang biasa, tapi perselingkuhan dalam bentuk apapun, seperti apapun tetaplah perselingkuhan!" kata Ilham.
"mas! aku tidak pernah selingkuh!" tegas Zihan dengan sedikit nada meninggi.
ilham meninggalkan Zihan dikamarnya sendirian, dia benar-benar terbakar api cemburu dan terbakar amarah melihat hal ini.
__ADS_1
trauma masalalu kini menghampiri dirinya lagi. ilham menjadi seperti orang yang kembali tak stabil, dulu saat Joanna melakukannya, hati Ilham begitu hancur berkeping-keping dan dia mulai seperti orang mati tapi hidup.
******
"eh, kalian liat tidak, kemarin aku melihat Bu Joanna sangat semangat mendukung Syamil di permainan sepak bola, sepertinya dia ibu yang sangat baik" cerita salah seorang wali murid yang sedang duduk di depan kelas yang berbeda dengan Syamil.
"Iyah, saya lihat, dia kayaknya ibu yang selalu mendukung putranya".
Retno yang mendengar hal itu menjadi muak, karena dia tahu Joanna seorang ibu yang sangat buruk.
"kamu jadi ke mall? aku ingin pergi kesana!" kata Retno sambil berdiri.
"oh, baik Bu, mari aku akan menemani ibu pergi ke mall, aku sangat suka ketika bepergian dengan ibu, ibu memang mertua yang paling baik" joanna mengeraskan suaranya seolah ingin semua mendengar ucapannya.
Joanna berjalan menyusul Retno setelah memastikan para orang tua murid itu mendengar apa yang dia ucapkan.
"wah Bu Joanna hebat sekali, jarang sekali hubungan menantu dan mertua sedekat itu, biasanya pasti ada saja ketidak cocokan!" celetuk salah satu ortu murid.
Joanna sangat senang mendengan penilaian mereka terhadap sikapnya.
"baiklah, saat ini aku akan berperan sebagai ibu peri yang sangat baik hati, demi menjatuhkan Zihan dan merebut posisiku kembali!" batinnya.
Joanna dan Retno pergi berbelanja ke sebuah mall besar.
"aku menyetujui ajakan mu, bukan untuk memperlakukan mu dengan baik tapi aku muak mendengar mereka memujimu tanpa tau seburuk apa kau menjadi seorang ibu!" pungkasnya.
"aku tidak butuh menantu jahat yang penuh kepalsuan! aku hanya butuh menantu yang tulus!" ujarnya.
"apa menantu tulus itu melekat kepada Zihan? ibu memberikan kepadanya? ibu yakin dia tulus? ibu yakin dia polos? ibu yakin dia baik?" Joanna mencecarnya dengan begitu banyak pertanyaan.
Retno seketika menjadi terdiam dan tak mampu berkata sepatah katapun, dia juga menjadi kaku karena menjadi ragu dengan apa yang Zihan lakukan.
karena kejadian Zihan yang pulang dengan tidak sadarkan diri dan pernyataan dari sopir taksi yang disampaikan kedua satpamnya kemarin membuat setitik keraguan dihati Retno.
*****
"kamu sudah mencari tahu ke cafe kemarin?" tanya Willy.
"sudah pak boss, tapi disana pak Carlos juga tertidur dan mereka membawa anda berdua pergi" jelasnya
"ada apa ini sebenarnya? baru kali ini aku mendapatkan kejadian aneh ini!" kata Willy sambil berfikir sejenak.
*****
ilham mengurung diri diruang kerjanya, Ilham terus memperhatikan foto-foto yang ada di tangannya. dia merasa sangat hancur, dia tidak tau mengapa bisa terjadi seperti ini.
Ilham akhirnya mencari tahu kapan Zihan keluar rumah.
__ADS_1
"aku harus tau kapan foto ini diambil dan dimana!"
ilham keluar dari ruangannya dan menuju keluar rumahnya.
"saya mau bertanya" kata Ilham kepada kedua satpamnya.
"apa yang mau ditanyakan pak?" mereka berdua menjadi gugup.
"saya mau tanya apa dua hari lalu Bu Zihan ada pergi?" tanya Ilham.
"benar pak, katanya ke toko kue" kata satpam.
"apa perginya lama?"
"tidak pak, hanya sekitar dua jam, tapi...." satpam itu ragu memberitahukan kepada Ilham.
"tapi kenapa?" tanya Ilham.
"tapi, Bu Zihan pulang menggunakan taksi dan tidak sadarkan diri, menurut sopir taksi, Bu Zihan keluar dari hotel bersama seorang pria yang mengaku sebagai kekasihnya" jelas salah satu satpamnya.
tak lama satpam satunya seperti memberikan kode bahwa kenapa dia bicara kepada Ilham tentang hak itu.
"Bu Zihan pakai baju apa?" tanya Ilham.
"memakai baju berwarna merah muda dan Bu Zihan pulang dengan sedikit bau alkohol" jelasnya.
"benar-benar tidak mengerti, mengapa Zihan bau alkohol? dia tidak pernah menyentuhnya sama sekali!" ujar Ilham sambil memikirkan semua hal tentang Zihan.
"apa ibu ku tau?" tanya Ilham lagi.
"benar, Bu Retno mengetahui semuanya"
ilham segera masuk kembali kerumahnya dan dia menelepon ibunya.
*******
Retno yang sedang berbelanja mendapat panggilan telepon dari putranya dan dia bergegas mengangkatnya.
"hallo" sapa Retno.
"Bu, apa benar Zihan dua hari lalu pulang dengan tidak sadarkan diri?" tanya Ilham ketika menelepon ibunya.
"benar! ibu benar-benar kesal mendengar semua yang dikatakan kedua satpam itu tapi yang ibu semakin kesal persis itu mengaku sebagai kekasihnya!" ujar Retno.
Joanna mendengar percakapan Retno dan dia terkejut Ilham menanyakan hal itu.
"ilham tidak mungkin bertanya kalau bukan dari foto itu, apa Carlos sudah mengirimkannya kepada Ilham? rupanya Carlos tidak mengikuti arahan ku! tapi baiklah, aku akan pastikan api ini berkobar dengan sangat besar hingga membakar kalian semua!" batin Joanna.
__ADS_1