
Ilham duduk ditepi tempat tidurnya sembari mengumpulkan nyawa.
Ilham mandi dan bergegas turun kebawah.
Ilham melihat ibunya sedang berbincang dengan Zihan.
"apa ibu sedang memberitahukan Zihan?" bisik Ilham sambil menuruni anak tangga.
"ham" panggil Retno saat melihat Ilham hendak keluar rumah, niat hati Ilham ingin menghindari percakapan dengan ibunya dan Zihan.
Ilham menghampiri ibunya dan Zihan yang duduk tepat di depan ibunya Ilham.
"ham ibu sudah bicara dengan Zihan tadi" Retno melihat kearah Zihan.
Zihan yang masih dengan mata sembab habis menangis tak menghiraukan kehadiran Ilham.
"Zihan ibu mau bertanya padamu apa ada wasiat terakhir dari ayah mu?" tanya Retno
"ada sebuah cincin yang ibu dan ayah ku berikan katanya harus diberikan kepada sahabat mereka" cerita Zihan.
"apa kamu masih menyimpan cincin itu?" tanya Retno.
"masih aku simpan dengan baik tapi aku bingung dimana harus mencari sahabat ayah dan ibu, makanya aku memutuskan tinggal dijakarta sambil bekerja setelah lulus kuliah selama dua tahun mencari tapi tak kunjung mendapat petunjuk" Zihan menghapus air matanya
"bawa kemarin cincin itu" perinta Retno.
Zihan menuju kamarnya dan mengambil kotak cincin yang dititipkan ibunya.
dipandangin cincin tersebut dan Zihan tersenyum.
..."Bu, ayah aku menemukan sahabat mu, akan aku kembalikan cincin ini, tugas ku selesai " Zihan menggenggam erat kotak cincin itu....
Zihan menyerahkan kotak cincin itu kepada Retno.
"apa kamu pernah membuka kotak cincin ini?" tanya Retno sambil membuka kotak cincin
__ADS_1
"setiap kali aku bingung mencari petunjuk aku selalu membukanya" cerita Zihan.
"apa kamu tau isi kotak ini selain cincin?" tanya Retno
Zihan hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
Retno membuka Hambalan yang berada dikotak cincin tersebut dan ia menemukan sepucuk kertas dan membacanya.
"ini surat perjanjian kami berempat bacalah" Retno memberikan sepucuk surat itu kepada Zihan.
Zihan terkejut ketika membaca isi surat perjanjian itu.
"aku dijodohkan?" tanya Zihan
"Iyah kami saling menjodohkan anak kami namun takdir berkata lain" Retno menitikkan air matanya.
Ilham mengusap punggung ibunya agar tidak terlalu larut dalam kesedihan.
"Zihan sekali ini mau kah kamu menjalankan amanah terakhir orang tua mu?" tanya Retno sambil tersedu-sedu.
"Zihan ibu mohon pada mu" pinta Retno.
"tapi pak Ilham sudah memiliki Bu Joanna mana mungkin aku menikahinya" kata Zihan.
"Zihan sebenarnya Ilham sudah menalak Joanna, tapi karena Joanna hari itu juga mengalami kecelakaan Ilham terpaksa menunda perceraian mereka" cerita Retno.
"tapi mereka belum resmi cerai bagaimana bisa kami menikah" Zihan berusaha menolak.
"Zihan mungkin umur ibu juga sudah tidak lama lagi, ibu mau melihat Ilham bahagia disisa umur ibu" Retno memegang dadanya.
tak lama Retno malah tak sadarkan diri.
"ibu ibu" teriak Ilham.
"pak cepat bawa ibu kekamar aku akan memeriksa nya" kata Zihan
__ADS_1
Ilham langsung menggendong ibunya dan membawanya ke dalam kamar.
Zihan langsung memeriksa denyut nadi Retno dan memberikan cairan infus.
" sepertinya ibu jarang tidur dengan nyenyak sehingga kelelahan" jelas Zihan setelah memasang infusan.
"terimakasih" tutur Ilham.
Zihan dan Ilham kembali meneruskan perbincangannya. terlihat sangat serius dan beberapa kali Zihan mengangguk dengan kata-kata Ilham.
Zihan kembali ke kamar Joanna yang memanggilnya.
Zihan merapihkan barang-barang nya dari kamar Joanna setelah selesai membersihkan bekas makan Joanna.
Zihan memandang Joanna dengan tatapan sedih, ia tak percaya harus melakukan ini semua.
"maafkan aku Bu Joanna, aku tak tahu masalah apa yang kalian alami sehingga pak Ilham menjatuhkan talak kepada mu, tapi percayalah aku tak berniat merebutnya" Zihan mengusap air mata yang jatuh kepipinya.
dua hari Ilham dan Zihan menyiapkan pernikahan mereka berdua dan tiba lah hari dimana mereka mengikat janji suci.
"sah sah" tanya penghulu
"sah" jawab para saksi yang datang di acara pernikahan Ilham dan Zihan yang di laksanakan di gedung KUA.
"Baarakallahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khayrin"
Artinya: “Semoga Allah memberkahimu ketika bahagia dan ketika susah, serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Abu Daud, no. 2130)
penghulu membaca doa untuk kedua pengantin.
"aamiin" semua memberi amin untuk kebahagian Ilham dan Zihan
foto pernikahan
__ADS_1
foto diambil oleh beberapa kerabat yang datang namun tak ada satupun dari pengantin yang memberikan senyum bahagia, saat di foto mereka dipaksa tersenyum.