Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Kepalsuan


__ADS_3

Joanna beranjak dari atas tempat tidurnya, dia masuk kedalam kamar mandi.


"aku hari ini harus berdandan yang cantik dan aroma tubuhku harus wangi, aku akan memikat hati Ilham lagi" senyuman Joanna merekah di bibirnya.


Joanna menyelesaikan ritual mandinya, dia memakai baju berwarna merah dan memakai parfume yang sangat aromatik, Joanna mengoleskan lipstik berwarna merah di bibirnya yang begitu sexy dan terlihat begitu menantang.


*****


"anak sakit tidak perduli sama sekali! bahkan bisa tertidur dengan nyenyak, setelah bangun berdandan seperti seorang wanita panggilan saja!" sindir Retno saat melihat Joanna keluar dari dalam kamarnya.


"ibu menyindirku?" tanya Joanna dengan meletakkan satu tangannya di atas meja makan.


"jika kamu merasa tersindir itu sangat bagus!" sungutnya.


"Bu, aku bukan tidak perduli dengan Syamil, hanya saja Zihan yang terlalu membesar-besarkan sesuatu, seharusnya sebagai perawat dia tau kondisi Syamil tidak mengkhawatirkan, itu hanya bisa-bisanya saja ingin memikat hati mas Ilham" tuduh Joanna.


mendengar Joanna berbicara jelek tentang Zihan membuat Retno murka.


"semua ini, kan karenamu, seharusnya kamu yang selesaikan semua ini bukan malah menuduh orang lain berbuat naif!" kesal Retno.


Joanna akhirnya memutuskan untuk pergi keluar mencari udara segar, agar dia bisa mencari ide untuk menyingkirkan Zihan dari sisi Ilham dan juga putranya.


"dasar wanita licik, ular berkepala dua, wanita penggoda, bisa-bisanya dia membuat mertuaku menghinaku!" Joanna bergumam kesal.


"buburnya satu mangkok" pesan Joanna saat tiba di tempat yang menjual bubur ayam.


satu bubur ayam dihidangkan di meja untuk Joanna. dia menuangkan enam sendok penuh sambal ke dalam mangkuknya, lalu mengaduk bubur itu.


*****


"Bu, Ilham pergi kerja dulu, jika Zihan sudah bangun tolong bujuk dia untuk sarapan" Ilham berpamitan kepada ibunya.


Retno melihat jam dinding dan waktu menunjukkan pukul tujuh tepat. Retno melangkah menuju kamar Syamil untuk melihat kondisi cucu dan juga menantunya.


"Zihan kamu benar-benar berhati malaikat, andai aku menemukanmu lebih awal mungkin Syamil adalah anak yang terlahir dari rahimmu" bisik Retno.


"ibu" panggil Zihan ketika mendengar suara seseorang.


"Zihan, maaf suara ibu membuatmu terbangun," kata Retno.


"tidak apa Bu, ini sudah pagi, maaf Zihan terlambat bangun" kata Zihan.


"tidak apa, Nak" jawab Retno.


"mas Ilham dimana Bu?"

__ADS_1


"Ilham sudah berangkat ke kantor, dia bilang kalo kamu sudah bangun, sarapan dulu dan mandi, biar tubuhmu segar" Retno menyampaikan pesan putranya.


"Iyah Bu, aku titip Syamil sebentar, aku mau mandi dulu" Zihan turun dari kasur.


"Zihan, terima kasih sudah menjaga Syamil semalaman" Retno meluk Zihan.


"Bu, ini sudah tugasku, sebagai ibu dan sebagai seorang perawat" Zihan mengusap punggung mertuanya agar tidak menangis lagi.


"kamu memang istri yang sangat baik"


mereka saling berpegangan tangan dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.


******


Joanna yang selesai sarapan bubur ayam, saat hendak membayar bubur, dia melihat mobil Ilham melewati tempatnya membeli bubur ayam.


"aha! aku punya ide" kata Joanna sembari menjentikkan jarinya.


Joanna membayar bubur yang dia makan tadi dan langsung menyetop taksi yang lewat.


"taksi" panggil Joanna dan dia masuk ke dalam taksi.


"pak ikuti mobil di depan itu ya" Joanna menunjuk mobil yang di kendarai oleh Ilham.


"kali ini kamu harus masuk ke dalam rayuanku, mas" batin Joanna.


"selamat pagi pak" sapa satpam.


"pagi, semangat kerjanya" kata Ilham memberi semangat kepada satpam yang bertugas menjaga pintu masuk kantornya.


"siap, pak" jawab satpam sambil merapatkan kakinya dan memberi hormat kepada Ilham tanda mematuhi perintah bosnya.


Ilham melanjutkan masuk kedalam kantornya dan menuju ruang kerjanya seorang diri tanpa ditemani oleh Zihan yang bertugas sebagai sekertarisnya.


"Bu ...,"


belum sang satpam melanjutkan perkataannya, Joanna langsung menyergahnya agar tidak melanjutkan perkataan sang satpam yang akan menyebut namanya, sebab Ilham belum jauh dari pintu masuk kantor.


"diam jangan berisik!" bisik Joanna kepada satpam itu.


Joanna mengendap-ngendap masuk kedalam kantor agar tidak diketahui oleh Ilham.


Joanna mengikuti Ilham dari belakang dan dia melihat suaminya sudah masuk ke dalam ruang kerjanya.


Joanna merapihkan pakaiannya dan mengoleskan kembali bibir merah agar menambah keseksiannya.

__ADS_1


Joanna mengetuk pintu ruangan Ilham sebelum masuk ke dalam.


tok tok tok


"masuk" perintah Ilham dari dalam.


Joanna masuk kedalam dan Ilham terkejut melihat sosok Joanna sudah berdiri dihadapannya saat ini.


"untuk apa kamu kemari?" tanya Ilham dengan garangnya.


Joanna mendekati Ilham yang sedang merapihkan meja kerjanya, lalu memeluknya dari belakang, Joanna melingkarkan erat tangannya di pinggang Ilham agar bisa menggodanya.


"lepaskan!" kata Ilham sambil mencoba melepas tangan Joanna yang melingkar di pinggangnya.


"mas, jangan menolak istrimu, aku hanya ingin sekali saja memeluk mu seperti dulu" Rayo Joanna sambil menyandarkan kepalanya di punggung Ilham.


Ilham membalikkan tubuhnya dengan kasar sehingga pelukan Joanna terlepas dan kini mereka saling berhadapan.


ilham menarik paksa Joanna dan menghempaskannya ke atas sofa.


"kau mau bercinta denganku? kata Ilham dengan tatapan liarnya.


"jika kamu menghendakinya, aku siap melayanimu disini" ujar Joanna dengan percaya dirinya.


Ilham menyentuh wajah Joanna dengan lembut dan tangannya berhenti tepat di dagu Joanna.


"aah" Joanna mengerang kesakitan ketika Ilham menyentuh kasar rahangnya.


"jangan pernah menggodaku! aku bahkan sudah sangat jijik terhadapmu Joanna, jangan pernah lagi berfikir untuk bercinta denganku! cari saja pria yang dulu selalu bercinta dengan mu dan layani dia, di manapun dia mau melakukannya!" Ilham menghempaskan wajah Joanna dan melepas cengkramannya.


Joanna memegang wajahnya yang sakit akibat di cengkraman oleh suaminya sendiri.


Ilham mengelap tangannya dengan tisu basah seakan ternodai dengan hal yang kotor.


Joanna pergi dari ruang kerja Ilham dengan langkah yang terburu-buru dan penuh kemarahan. baru kali ini dia diperlakukan sangat kasar oleh Ilham, dia tidak menyangka pria yang begitu mencintainya dulu, kini benar-benar tidak bisa memberikan sedikit ruang untuk dirinya.


"hati-hati dijalan Bu" kata satpam yang melihat Joanna keluar dari kantor.


"awas kau Ilham! suatu hari kau akan bertekuk lutut lagi di hadapanku, mengemis meminta untuk bercinta denganku!" gumam Joanna di dalam hatinya.


Joanna kembali menyetop taksi dan masuk ke dalam untuk pergi kesuatu tempat.


"aku menuju hotel" ujar Joanna di telepon.


dia menutup teleponnya dan mendengus kasar.

__ADS_1


Joanna tiba di sebuah hotel dan dia langsung masuk kedalam, Joanna memasuki sebuah kamar hotel tanpa membooking lagi, karena pemilik hotel ini adalah bossnya dulu saat masih bekerja sebagai sekertaris pribadi.


"kau sudah datang?!"


__ADS_2