
Syamil sudah mulai membaik, Zihan semakin merasa lega melihat kondisi Syamil.
"ibu Zihan" panggil Syamil.
"Iyah sayang" jawab Zihan sambil merapihkan rambut yang sedikit menutupi mata Syamil.
Syamil masih dalam dekapan Zihan, semalaman Zihan tidur menemani Syamil karena khawatir terjadi sesuatu hal.
"Syamil boleh tidak panggil mhiu ke ibu Zihan dan phiu ke Daddy?" tanya Syamil dengan wajah menggemaskan.
"Mhiu? Phiu?" tanya Zihan heran dengan kata-kata asing ditelinganya.
"Mhiu itu ibu dan Phiu itu Daddy dalam bahasa Jepang" jelas Syamil.
"Syamil tau dari mana?" tanya Zihan
"dari handphone tadi aku nonton diaplikasi, boleh kan Bu?" jelas Syamil yang diakhiri dengan sebuah pertanyaan.
"boleh ibu Zihan setuju, kita tanya Daddy yuk" kata Zihan.
Zihan dan Syamil turun dari tempat tidur dan langsung keluar kamar untuk menemui Ilham yang sedang berada di teras belakang.
"Phiu... Phiu..." teriakan Syamil terdengar oleh Ilham, ilham pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Syamil.
Ilham mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi Syaml.
"sayang, kamu cari siapa?" tanya Ilham sambil meraih kedua tangan Syamil.
Syamil menunjuk kearah dada Ilham, Ilham tak mengerti maksud putranya dan langsung menoleh ke arah Zihan yang langsung direspon oleh istrinya.
"tadi Syamil menonton sebuah acara anak-anak dan mereka memanggil ibunya dengan sebutan Mhiu dan daddynya dengan sebutan Phiu yang diambil dari bahasa Jepang, Syamil mau memanggil kita seperti itu" selesai menjelaskan kepada Ilham, Zihan langsung menoleh kearah Syamil dan tersenyum.
"bolehkan dad?" tanya Syamil
"boleh sayang, Phiu dan Mhiu senang" Ilham mereka bertiga berpelukan.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"ini kopinya mas" Zihan membuatkan kopi untuk Ilham yang sedang asik membaca koran hari ini.
"terimakasih" Ilham menyeruput kopi buatan Zihan.
"mas, kita mau berangkat kerja jam berapa?" tanya Zihan karena sudah jam tujuh namun suaminya masih bersantai.
"hari ini kita tidak akan kekantor, karena kata ibu hari ini Syamil ada kegiatan berenang disekolah ya, jadi kita akan menemaninya berenang" kata Ilham.
"serius mas?" tanya Zihan tak percaya.
__ADS_1
"benar sayang" Ilham tersenyum dan menikmati kopinya lagi.
"aku akan memberitahukan Syamil, pasti dia sangat bersemangat"
Zihan langsung menuju ke kamar Syamil, dilihatnya putra sambungnya itu sedang bersiap untuk pergi kesekolah dan berenang.
"Syamil" Zihan berbisik ditelinga Syamil.
"hore...hore..horeee" teriak Syamil sambil melompat-lompat kegirangan.
"terimakasih Mhiu" Syamil mengecup pipi Zihan tanda terimakasih nya.
Zihan pun merasa senang karena bisa mendampingi Syamil dalam kegiatan sekolahnya.
Syamil, Ilham, dan Zihan berangkat kesekolah menggunakan mobil, didalam mobil mereka bertiga bernyanyi bersama.
lagu
Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Hijau, kuning, kelabu
Merah muda dan biru
Meletus balon hijau, dor!
Balonku tinggal empat
Kupegang erat-erat
Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Hijau, kuning, kelabu
Merah muda dan biru
kebahagiaan yang sempurna membuat mereka bertiga sangat menikmati kebersamaan.
.
.
.hai hai hai baca terus kisah mereka bertiga dan juga novel ku yang lainnya
__ADS_1
~pesona istri yang terabaikan~
"Bu Farah ada pak Hans"
"suruh Hans masuk keruangan ku"
Hans masuk keruangan Farah dengan paperbag yang dijinjingnya.
"camilan dan kopi untuk mu" Hans meletakkan beberapa sandwich dan kopi susu untuk Farah.
Hans dan Farah sedikit berbincang, namun hal mengejutkan terjadi.
"maaf Bu Farah, pak Kevin memaksa masuk keruangan ibu"
Farah melihat ke arah Kevin yang sudah menyerobot masuk kedalam ruangannya.
"biarkan dia masuk" Farah geleng-geleng kepala melihat kelakuan Kevin.
"Farah aku membawakan makan siang untuk mu dan juga ice cream agar kamu lebih semangat bekerja" Kevin memperlihatkan kantung berisi makanan untuk Farah.
Farah sedikit tercengang karena dua pria ini membawakan makanan untuknya terlebih Kevin yang sama sekali tak pernah perduli dengannya selama ini.
"ice cream?" kata Hans sambil menoleh kearah Kevin
"Iyah ice cream strawberry untuk Farah" Kevin menunjukkan cup yang berisi ice cream strawberry yang ia beli untuk Farah.
"Kevin...Kevin, hampir dua tahun kalian tinggal dalam satu rumah dan terikat tali pernikahan ternyata tidak faham apapun tentang Farah" ledek Hans
"apa maksud mu?" tanya Kevin.
"apa kamu tidak tahu kalau Farah tidak terlalu suka ice cream?" kata Hans penuh kesombongan.
"kan hanya tidak terlalu suka bukan tidak suka" Kevin berusaha membela dirinya.
"sudah lah Kevin kamu jangan sok perhatian dengan Farah" kata Hans dan membuat Kevin kesal.
"Farah makan lah makanan yang aku bawa jangan yang dibawa pria ini" kata Kevin memaksa.
"jangan Farah, kalau nanti kamu makan ice cream nya, kamu bisa terserang flu" kata Hans sedikit berlebihan.
Farah memijat-mijat kepalanya karena pusing melihat kelakuan dua pria yang ada dihadapannya, mereka kembali bertengkar seperti beberapa hari yang lalu di saat pemotretan.
Farah melipat tangannya di dada dan memandang kearah dua pria yang ada dihadapannya secara bergantian, Kevin dan Hans yang melihat tatapan kesal Farah mulai diam dan tak melanjutkan perdebatan mereka.
"kalian berdua boleh keluar dari ruangan ku" usir Farah masih dengan bahasa yang halus dan nada yang ringan.
meski Farah mengusir mereka dengan baik tetap mereka melihat kemarahan di mata Farah yang membuat mereka menuruti perkataan Farah untuk keluar dari ruangannya.
__ADS_1
Kevin dan Hans menuju pintu ruangan Farah namun lagi-lagi mereka berbuat gaduh, ke in ingin keluar duluan dan begitu juga Hans keduanya tidak mau mengalah dan saling dorong mendorong, melihat hal itu membuat Farah semakin kesal.
"keviiiiiin... kak hansss" teriakan Farah membuat kedua pria itu lari kocar-kacir tak lagi menghiraukan siapa yang keluar dari pintu itu duluan.