
Ilham menuruni tangga seorang diri dan sudah rapih untuk pergi ke kantor.
Ilham menoleh kearah taman dan dilihatnya seorang wanita menggunakan mini dress berwarna merah dan sangat sexy.
Ilham melanjutkan langkahnya menuju taman dan menghampiri wanita tersebut.
"maaf, anda siapa ya?" tanya Ilham
wanita itu pun menoleh kebelakang seraya membalikkan badannya.
sungguh terkejut bukan main Ilham dibuatnya, wanita itu adalah Joanna, Ilham meneguk salifanya, bukan karena tergoda tapi terkejut melihat Joanna yang bisa berdiri tegak tanpa bantuan tongkat dan juga bisa melihat keberadaan Ilham dengan jelas.
"kamu pasti kaget ya mas, pagi-pagi ada wanita cantik berdiri ditengah taman yang indah ini" goda Joanna dan berjalan mendekati Ilham.
Joanna melingkarkan kedua tangannya dileher Ilham, ia menggelendot penuh manja kepada Ilham.
Ilham benar-benar merasakan sesak dengan perilaku Joanna namun sisi lain ia merasa tenang karena Zihan sejak pagi tadi berpamitan pergi ke kampus untuk menyelesaikan beberapa administrasi mengenai kelanjutan kuliah kedokteran nya.
"mas, aku sangat merindukanmu, harum tubuhmu, kehangatanmu dan kecupan lembut penuh cinta untukku" Joanna bicara sambil menarik dasi yang terpasang di leher Ilham.
Ilham merasakan wangi tubuh yang selalu membuatnya bergairah setiap kali didekat joanna, namun sayangnya wanita itu mengkhianatinya membuatnya kini benci dengan aroma wangi parfume Joanna.
"menyingkirkan dari ku!" Ilham menghempaskan kasar Joanna, hingga Joanna menjauh darinya tiga puluh senti meter.
Joanna kembali berdiri tegak agar tetap bisa meraih Ilham.
__ADS_1
"mas, kamu kenapa seperti ini?" tanya Joanna dengan meraih tangan Ilham.
"jangan berlagak lupa dengan semua yang telah kau lakukan dibelakang ku Joanna, sudah cukup muak aku dengan sikap pura-pura mu" Ilham melepas genggaman Joanna.
"ingat, setelah kau sembuh total, aku akan kembali meneruskan gugatan cerai ku terhadapmu!" Ilham menunjuk kearah joanna sambil mengancamnya.
"sayang, mas, mas tolong mas jangan begini, kita bisa bicarakan baik-baik" teriak Joanna ketika Ilham meninggalkan dirinya sendirian ditaman.
Joanna menangis karena Ilham kini tak lagi melihat dirinya sebagai seorang istri.
"mas, akan ku raih lagi hati mu yang kini telah pergi" tekad Joanna.
******
"haaaaaah!!!" Ilham berteriak kecil didalam ruangannya, ia memukul meja kerjanya karena kekesalannya terhadap Joanna.
ceklek pintu ruangan terbuka.
"mas, kamu kenapa?", tanya Zihan yang melihat suami dalam keadaan kacau, dia langsung masuk kedalam ruangan Ilham tanpa menutup pintu kembali.
Zihan menatap Ilham, jas yang dilepas, kemeja yang berantakan, dasi yang tak terpasang dengan benar, membuat Zihan bingung.
Ilham langsung memeluk Zihan dengan erat dan menangis.
"mas, bicaralah, aku disini untuk mendengarkan keluh kesah mu" Zihan menepuk-nepuk punggung Ilham agar suaminya itu bisa mendapatkan ketenangan.
__ADS_1
"Joanna, Joanna sudah sembuh total" Ilham bicara sedikit samar karena sambil menangis namun Zihan tetap bisa mendengarnya dengan jelas.
sungguh berita yang sangat mengejutkan bagi Zihan yang baru saja beberapa bulan menyandang gelar nyonya Ilham, setelah ini ia tak tahu apa yang harus dilakukan karena Joanna sudah kembali bisa melihat dunia.
"mas, kita tenang dulu, tenangkan hati mu, kita tidak bisa berfikir dengan baik jika perasaan kita masih kalut" kata Zihan sambil terus mengeratkan pelukannya.
Zihan membawa Ilham untuk duduk disofa dan menutup rapat pintu ruangan Ilham yang tadi tak sempat ditutupnya.
"apa yang harus aku lakukan, aku tidak mau Joanna membuat masalah dengan mu, Zihan aku sungguh mencintaimu"
"mas, aku yakin dan percaya kamu mencintaiku, aku pun begitu sangat mencintaimu dan Syamil"
"apa kita pindah saja dan bawa Syamil bersama kita?" kata Ilham yang terlihat kacau.
"mas, tenang, bukan itu solusinya" Zihan menyadarkan Ilham.
"ya Tuhan, maafkan aku yang berfikir gegabah" Ilham meletakkan kedua tangannya dikepala dan tertunduk.
"mas kamu harus jujur kepada mba Joanna, aku pun sebenarnya takut karena telah merebutnya darinya" kata Zihan dengan wajah yang sendu.
"sayang, kamu bukan perebut tapi kamu penolong ku dan Syamil" ujar Ilham yang kini menghibur hati istri keduanya.
.
....
__ADS_1
hai semua aku hari ini meminta dia kalian agar bisa terus mencari alur yang sangat menarik untuk dibaca oleh kalian...
terimakasih dukungannya dan terimakasih sudah mau membaca novelku yang masih dalam tahap belajar menulis novel.