Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Dua orang yang tersakiti


__ADS_3

"Mas Ilham"


Zihan tidak menyangka suaminya bisa berada dirumah Ghina.


"Zihan, syukurlah kamu baik-baik saja" Ilham memeluk Zihan.


Zihan menyingkir dari pelukan Ilham.


"ada apa lagi?" tanya Ilham ketika istrinya menghindar.


"tidak apa mas" kata Zihan.


"ayo kita pulang, kasihan Syamil pasti bingung karena aku tiba-tiba pergi tadi" Zihan berdiri dan menghapus sisa-sisa air matanya.


Ilham menjadi bingung dengan sikap istrinya kali ini, Zihan menangis dan menghindar dari dirinya.


"kamu kenapa? apa aku melakukan kesalahan?" tanya Ilham ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


"tidak ada mas, kamu tidak ada kesalahan apapun" Zihan bicara dengan pandangan tetap lurus ke depan.


Ilham memutuskan untuk tidak mengajak bicara Zihan dulu sementara hingga mereka sampai di rumah.


"apa yang terjadi dengan mu Zihan? apa Joanna kembali membuat ulah dan menyakiti hatimu?" tanya Ilham dalam benaknya


******

__ADS_1


"Syamil, mau di buatkan apa untuk makan siang? tanya Joanna dengan bahasa yang lebih halus


"aku tidak mau, nanti saja tunggu Mhiu pulang" jawab Syamil.


"dengar Syamil! kamu adalah anak mommy, jangan bikin mommy marah dan menyakiti Mhiu gadunganmu itu!" Joanna berubah seketika yang awalnya lembut menjadi kasar lagi.


"i ... iya mommy, aku mau makan apa saja buatan mommy" Syamil tidak mau meminta apapun kepada Joanna.


"baiklah, mommy akan buatkan masakan untukmu" Joanna melangkah keluar kamar.


Joanna memasak untuk Syamil, dia merebus air dan menggoreng beberapa sosis untuk Syamil.


"makan lah" kata Joanna dengan menyodorkan piring dan segelas air putih.


"Syamil" Ilham masuk kedalam kamar Syamil.


"kok makan mie goreng?" tanya Ilham ketika melihat putranya memegang piring dengan mie instan didalamnya.


"ini..."


"ini Syamil sendiri yang mau, benarkan Syamil?" tanya Joanna dengan pandangan tajam kearah putranya.


Syamil yang ketakutan dengan tatapan Joanna membuatnya terpaksa mengakui apa yang sebenarnya tidak dia inginkan.


"benar Phiu, ini permintaanku" pengakuan terpaksa keluar dari mulut Syamil.

__ADS_1


Zihan menatap Joanna dengan perasaan yang sangat kesal, dia ingin rasanya memaki Joanna, dia sadar betul ini semua ulah Joanna, dari kejadian di sekolah sampai mie instan. Syamil tidak pernah meminta mie instan karena dia tau itu tidak baik untuk kesehatannya saat ini.


"Syamil, Mhiu minta maaf tadi meninggalkan Syamil di sekolah" Zihan memeluk putranya dan Syamil melakukan hal yang sama.


dua orang yang menjadi korban Joanna, keserakahan dan ketidak kebijakan Joanna membuat orang disekitarnya menderita.


"Mhiu ganti menu makan siangnya ya" bujuk Zihan.


Zihan berjalan sambil menoleh kearah Joanna seakan bicara "kau jahat!".


Joanna mendengus kasar melihat tingkah Zihan yang mulai bersikap seolah menantang dirinya.


"mas, tidak kau lihat kelakuan istri keduamu itu? dia sama sekali tidak menghormatimu!" keluh Joanna.


"jangan pernah bicara tentang bagaimana orang bersikap hormat! jika kamu mau di hormati, kamu juga harus menghormati orang lain! keluarlah dari kamar Syamil!" usir Ilham.


Joanna melangkah kasar karena kesal telah diusir oleh suaminya sendiri.


*******


"Rey, hubungi pak Ilham, aku ingin bekerjasama lagi, hasil produksi pabriknya ternyata lebih baik dari mereka yang tempo hari memberikan sampel keramik dinding" ujar Willy.


"siap pak"


Willy sempat menghentikan kerjasama antara Ilham karena sikap Joanna, namun ternyata setelah dia mencari tempat lain untuk memproduksi keramik dinding semua tidak ada yang menghasilkan produk yang sama dengan kualitas produksi pabrik keramik Ilham.

__ADS_1


__ADS_2