
"Ilham berangkat kerja dulu Bu" pamit Ilham.
Ilham pergi kekantor diantar oleh Zihan sampai depan pintu rumah.
"hati-hati mas" kata Zihan.
hubungan Zihan dan Ilham semakin hari semakin membaik, seperti sudah tidak ada lagi pembatas diantara mereka hanya saja Zihan dan Ilham belum saling jatuh cinta.
"Zihan nanti kekantor mas Ilham lagi Bu, untuk mengantar makan siang" kata Zihan
"terimakasih Zihan kamu sudah memperhatikan Ilham dengan sangat baik" Retno berkaca-kaca.
"Bu, walaupun pernikahan ini bukan atas dasar cinta, tapi tetap pernikahan ini dah dimata hukum dan negara, jadi Zihan tetap harus melayani mas Ilham" kata Zihan penuh kasih
Retno memeluk erat Zihan, berharap Zihan terus bersabar dan mempertahankan pernikahannya dengan Ilham.
Zihan mempersiapkan kotak makan untuk Ilham dan seperti biasa ia juga yang akan mengantarnya ke kantor Ilham.
tok tok tok
"masuk" kata Ilham
wanita yang sudah menjadi istrinya itu masuk keruang kerjanya danembawa kotak makan untuknya.
"ternyata kamu" kata Ilham
"Iyah, kenapa? sedang menunggu seseorang?" tanya Zihan dan menyimpan kotak makan di meja seperti biasa.
"aku kira Riska dia tidak masuk hari ini padahal ada tugas penting dan meeting penting hari ini jam tiga sore" jelas Ilham.
"hmmm...." Zihan berfikir sejenak.
"boleh aku bantu? siapa tahu bisa meringankan beban mu" kata Zihan dan menghampiri meja kerja Ilham.
"apa kamu bisa?" tanya Ilham seakan mengecilkan kemampuan Zihan.
"bisa jika diajari" jawab Zihan.
"kemari lah aku ajari dan segera bantu aku" Ilham memberikan arahan kepada Zihan.
__ADS_1
"kamu ketik beberapa hal yang penting disini untuk presentasi dihadapan klien baru kita, ingat beberapa detail yang klien inginkan usahakan kita memberikan sketsa yang bagus" kata Ilham
hari ini Ilham akan mengadakan meeting penting dengan salah satu pimpinan hotel terkenal di Jakarta, pimpinan tersebut ingin membuat kramik dinding dengan desain yang khas untuk hotelnya.
Zihan memberikan beberapa contoh sketsa yang sudah dipilih oleh pimpinan hotel tersebut dan mencoba untuk membuat sketsa bangunan agar lebih menarik.
"makan siang dulu mas agar kamu bisa lebih konsentrasi" kata Zihan dengan mulai membuka kotak makan yang ia bawa.
ia susun beberapa kotak makan dan ia mulai menata beberapa lauk dan nasi di piring untuk Ilham.
"makan lah mas" Zihan meletakkan piring yang sudah di beri nasi, sayur oseng dan ayam goreng mentega buatan Zihan.
"nanti saja" kata Ilham
Zihan mulai menyendok nasi dan lauk.
"buka lah mulut mu, aku akan menyuapi mu" Zihan menyodorkan sendok kearah mulut Ilham
Ilham terkejut dengan sikap Zihan yang sangat berinisiatif tanpa takut ia tolak.
Ilham perlahan membuka mulutnya dan mulai menghampiri sendok yang dipegang oleh Zihan.
Ilham disuapi Zihan layaknya seorang pasien, dengan perasaan malu tapi Ilham terus disuapi sambil melanjutkan pekerjaannya.
Ilham meraihnya dan meneguk air yang berada didalam gelas hingga habis setengah, Zihan lalu merapihkan semua perlengkapan yang habis dipakai makan Ilham dan gantian Zihan makan siang.
Ilham melihat kearah Zihan yang sedang menikmati makanan yang dibawa olehnya sendiri dan tersenyum.
"setelah selesai kamu akan pergi dengan siapa mas menemui klien mu?" tanya Zihan.
"dengan sekertaris pribadi ku yang baru" jawab Ilham santai.
"ooh dimana dia sekarang? secepat itu kamu mendapatkan sekertaris baru?" tanya Zihan.
"Iyah dengan sangat cepat sekertaris itu datang dan membantu pekerjaanku, saat ini ia sedang makan siang" kata Ilham
"bagus lah kalau kamu sudah dapat sekertaris baru" kata Zihan yang sedang merapihkan semua kotak makan.
"kalau begitu mungkin sebaiknya aku pulang saja karena kamu kan mau meeting" lanjut Zihan
__ADS_1
"bagaimana bisa seorang sekertaris pulang lebih dulu dari boss nya" kata Ilham
"maksud mas?" Zihan bingung
"kamu tidak mau bertanya siapa sekertaris baru ku?" Ilham melempar pertanyaan yang membuat Zihan semakin tidak mengerti
"apa harus?" tanya Zihan balik
"harus! bahkan kamu harus bertanya apa saja tugas ku pak Ilham" kata Ilham yang semakin membuat Zihan bingung
"maksudnya?" Zihan kembali bertanya.
"ah sudah lah main teka teki dengan mu ternyata tidak seru" kata ilham
"bersiaplah mulai hari ini kamu akan menjadi sekertaris pribadi ku" ujar Ilham.
kata-kata Ilham membuat Zihan menjatuhkan bungkusan kotak makan yang ia pegang.
"maksud mu aku bekerja sebagai sekertaris mu mas?" Zihan bertanya karena tidak yakin dengan apa yang ia dengar
"Iyah, lebih baik kamu yang menjadi sekertaris pribadiku, kemampuan Mu lebih baik dari pada Riska, dan kamu juga istri ku jadi tidak akan terjadi dosa" kata Ilham
"dosa?" tanya Zihan yang kembali tidak mengerti apa yang suaminya maksud
"Iyah, dosa karena banyak sekertaris yang selalu berusaha menggoda ku, apa kamu rela suami mu tergoda lebih dulu dengan perempuan lain dibandingkan dengan mu istrinya?" penjelasan yang diiringi pertanyaan dari Ilham membuat Zihan menjadi tersipu, entah ia harus senang atau harus malu.
"baik lah aku akan menjadi sekertaris mu mulai hari ini sampai sekertaris pribadi mu yang cuti kembali bekerja" Zihan tersenyum kepada Ilham dan dibalas senyuman lagi.
.
.
.
.jangan lupa tap like, favorit, dan kasih bunga yaa... terimakasih
.
hai mampir di novel terbaru ku yaaa
__ADS_1
"wanita pantai pujaan hati CEO Kaisal"