
Carlos dengan segera menyusun beberapa anak buahnya untuk mencari informasi, dia menginginkan Willy menjadi rekan bisnisnya, karena mereka bisa menjalin kerjasama, maka Carlos akan menemui Willy dan akan menjalankan rencana Joanna yang sudah dia dengar.
"bos, aku sudah menghubunginya dan mereka meminta kita mengirimkan proposal kerjasama untuk dipelajari terlebih dahulu" jelas sekertaris pribadi Carlos.
"okeh, thank you baby" ujar Carlos.
"saya akan membuatkannya segera dan memberikan kepada bos jika sudah selesai"
"baiklah, setelah proposal nya selesai aku akan memeriksanya dan juga memeriksa milikmu, aku rindu" Carlos mengerlingkan salah satu matanya dan membuat kecupan jauh.
******
Zihan mengemas barang-barang Syamil untuk acara besok, sekolah Syamil mengadakan acara berkemah untuk para anak Taman kanak-kanak dan orang tua.
"Zihan" panggil Retno.
"Iyah, Bu" jawab Zihan sambil menoleh kearah ibu mertuanya.
"Zihan, nanti disana kalian harus hati-hati, ibu khawatir dengan kalian" ujar Retno.
"ibu tenanglah, kami akan baik-baik saja, lagi pula ada mas Ilham yang menjaga kami" Zihan menenangkan ibu mertuanya.
__ADS_1
"ibu percaya itu" kata Retno.
Syamil berlari kearah kamarnya dan melihat ibu sambungnya sedang berbincang dengan neneknya.
"Neli, besok aku akan tidur di kemah bersama Phiu dan Mhiu, aku senaaang sekali" Syamil memberitahukan isi hatinya yang sedang senang.
"nanti di sana jangan nakal, jangan jauh-jauh dari Mhiu dan Phiu, janji?" Retno menunjukkan jari kelingkingnya dan mereka saling berjanji.
"aku janji"
ceklek
suara pintu rumah terbuka, Joanna masuk kedalam dan dia melihat Syamil, Zihan dan ibu mertuanya sedang membicarakan sesuatu.
"aku mau berkemah dengan Mhiu dan Phiu" Syamil berkata dengan sangat sombongnya karena merasa bangga sekaligus sangat senang
"oh ya?" tanya Joanna.
Joanna memandang Syamil dan disaat itulah otaknya kembali bekerja untuk mendapatkan kemungkinan-kemungkinan mesti sekecil apapun itu untuk mendekati Ilham.
Joanna masuk kedalam kamarnya dan mulai memijat sesuatu di ponselnya.
__ADS_1
"mas, aku ingin kita yang menemani Syamil berkemah bukannya wanita itu" kata Joanna.
"tidak! aku tidak bisa melakukan itu, terakhir kau bersama Syamil dan membuat kekacauan di sekolahnya" tegas Ilham.
"mas, hanya sekali ini saja, aku mohon izinkan aku, aku ingin memperbaiki semuanya!" bujuk Joanna dengan nada bicara yang menyedihkan.
"aku ingin sebelum benar-benar kita bercerai melakukan hal kecil bersama, aku mohon" Joanna benar-benar wanita yang bermuka dua, dia akan semakin melunak dihadapan suaminya agar seperti malaikat yang tak bersayap.
"baik, tapi jangan pernah membuat ke kacauan lagi!" tegas Ilham.
Joanna melompat senang, kini akhirnya dia bisa mendapatkan kesempatan kembali mendekati Ilham dan menggapai hatinya yang sudah semakin tinggi dan menjauh darinya.
Joanna keluar dari kamarnya dan dia memastikan Zihan masih berada dikamar Syamil anaknya.
"aku akan memberikanmu kejutan yang menarik, menginap dua malam di tenda akan menjadi momen pertama kami dan akan menjadi kenangan indah untuk mas Ilham" Joanna tertawa kecil sendirian.
Joanna masuk ke dalam kamar Syamil dan benar di sana masih lengkap.
"Syamil udah selesai packing nya?" tanya Joanna
Syamil hanya menjawab dengan anggukan saja tanpa merespon seperti tadi, sepertinya dia merasa kesal dengan ibunya sehingga tadi dia berusaha bicara dengan ibunya.
__ADS_1
"Syamil, mommy dan Daddy yang akan menemanimu untuk menginap di tenda.
mendengar semua itu membuat kaki Zihan lemas. dia tak tahu apa yang dikatakan Joanna adalah kebenaran atau hanya sebuah ucapan kosong yang dibuat-buat olehnya.