Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Teman masa kecil


__ADS_3

perjalanan menuju kota Bogor hari ini diiringi hujan lebat, jalan tol yang dilalui Ilham macet total sehingga mobilnya berjalan merayap sudah tigapuluh menit dia dan Zihan terjebak dijalan tol.


"jam berapa sekarang?" tanya Ilham pada Zihan yang duduk disampingnya.


"jam sepuluh kurang lima menit mas" jawab Zihan sambil melihat jam tangan yang ia pakai.


"kemungkinan kita akan terjebak disini selama tiga puluh menit lagi, dan perjalanan kita masih dua jam lagi, semoga kita tidak terlambat" kata Ilham dengan pandangan lurus ke depan.


Zihan yang juga melihat kearah depan jalan merasakan kecemasan, ia takut macet akan lebih lama dan clien mereka akan menunggu.


Zihan membuka Map dari ponselnya, ia mencari jalan alternatif agar bisa menghindari macet lagi.


"mas nanti keluar dari tol belok kanan, kita lewat jalan kampung saja ternyata lebih dekat satu jam dari setelah keluar dari tol ini" Zihan berbicara tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.


"Zihan andai aku bertemu lebih dulu dengan mu, mungkin saat ini kehidupan ku akan lebih baik dan tak akan mendapat luka yang sangat menyakitkan ini" Ilham bergumam dalam hati sambil melihat wajah Zihan yang sedang sibuk dengan ponselnya.


Ilham melajukan mobilnya lagi sedikit ada longgar dijalan tol dan lama-kelamaan jalanan kembali lancar.


Ilham mengikuti arahan zihan, mereka melalui jalanan yang cukup berbatu karena memang masih jalanan desa jadi maklum saja masih sedikit jalanan yang sudah diaspal.


"didepan belok kanan mas" Zihan memberi arah jalan.


Ilham mengendarai mobilnya sesuai dengan arahan dari Zihan.


"mas, hati-hati, kita masih banyak waktu kok, kalo liat di maps tinggal tiga puluh menit lagi"


"maafin aku Zihan, aku kadang kalau panik suka injak gasnya agak kencang" jelas Ilham sambil terus fokus menyetir.


"mas, apapun yang lagi kamu hadapi, sekacau apapun itu tetap fokus dan hati-hati, fikiran kamu harus terus tenang" Zihan memberikan saran kepada Ilham.


Ilham semakin tersentuh dengan sikap Zihan yang dewasa dan selalu bijak dalam menyikapi masalah, bahkan Zihan juga selalu mengamati setiap tingkah laku keluarganya, seperti kepada Syamil, Zihan mengetahui bahwa Syamil memiliki trauma.


"terimakasih sarannya" kata Ilham dengan penuh ketulusan.


"sama-sama"


"mas, dari sini nanti ada pertigaan belok kiri habis itu enggak jauh kok posisi disebelah kiri juga"


setelah Ilham membelokkan mobilnya ke arah kiri tak lama kemudian mereka berdua sampai di lokasi yang telah di tentukan.


Zihan dan Ilham turun dari mobil dengan membawa beberapa berkas untuk bahan presentasi.


"untung kamu langsung cari jalan alternatif jadi kita tidak terlambat bahkan lebih awal tiga puluh menit" kata Ilham memberi pujian.


"mas, aku ke toilet dulu ya" izin Zihan


"Iyah, hati-hati" Ilham mencari tempat duduk yang sudah di pesan oleh calon cliennya.


bug Zihan menabrak seseorang saat berjalan mencari toilet.


"maaf...maaf" kata Zihan yang merasa bersalah.


"enggak apa kok mba" pria itu memandang kearah Zihan dan memperhatikan Zihan.


"Zihan" kata pria itu saat melihat wajah Zihan dengan jelas.

__ADS_1


Zihan sedikit berfikir siapa pria itu dan mengapa ia mengenalnya.


"ini aku Faisal" kata pria tersebut menyebutkan namanya.


"faisaaal" Zihan sedikit mengingat-ingat nama itu.


"Faisal teman mu, masa kamu lupa"


"oooh ya ampun abis kamu beda banget sih, pake jas, dasi, keren banget jadi pangling" kata Zihan ketika sudah mengingat sosok pria dihadapannya.


"zi, nanti kita sambung lagi ya, ini kartu nama ku, hubungi aku, maaf aku enggak bisa ngobrol lama ada janji" kata Faisal.


"okeh, nanti aku hubungi kamu" Zihan menerima kartu nama yang diberikan Faisal.


Faisal berpamitan dan langsung bergegas melanjutkan jalannya.


Zihan akhirnya menemukan toilet dan masuk kedalam toilet untuk merapihkan pakaiannya karena ia yang akan melakukan presentasi kepada calon clien Ilham.


Ilham duduk di meja yang telah dipesan oleh calon cliennya dan menunggu Zihan.


"selamat siang" sapa seseorang kepada Ilham.


"siang" Ilham juga menyapa dan mereka berdua berjabat tangan.


"maaf sudah menunggu lama ya?" kata pria tersebut sambil duduk dikursinya.


"enggak kok pak, cuma maaf sekertaris saya sedang ke toilet" kata Ilham.


"oh enggak apa kok pak, tenang ajah, masih ada lima belas menit lagi sebelum meeting kita di mulai, saya pesan minuman dulu" pria itu menaikan tangannya di udara untuk memanggil seorang pelayan.


"saya pesan satu gelas americano coffee, pak Ilham mau pesan apa?" tanya pria itu pada Ilham


"sekertarisnya?"


"nanti saja kalau dia sudah disini" kata Ilham.


tak lama Zihan sampai di meja Ilham, ia lihat sudah ada pria dengan pakaian yang rapih sedang memegang buku menu bersama Ilham.


"maaf pak saya agak lama" kata Zihan pada Ilham.


mendengar suara yang familiar ditelinga ya pria itu menurunkan buku menu yang menghalangi wajahnya dan ia melihat sosok wanita yang sangat ia kenal.


"Zihan" Faisal kembali memanggil Zihan.


"Faisal, kok kamu...?"


"Zihan, ini calon client kita" kata Ilham sebelum Zihan sempat menyelesaikan kata-katanya.


"jadi calon clien nya kamu sal?" tanya Zihan sembari duduk disamping Ilham.


"kamu sendiri?" tanya Faisal.


"aku sekertaris pak Ilham" kata Zihan.


"ya ampuuun, dunia sempit banget sih, kita udah bertahun-tahun enggak ketemu dan sekalinya ketemu ternyata kamu sekertaris pak Ilham" kata Faisal

__ADS_1


"kalian sudah saling kenal?" tanya Ilham yang bingung mengapa Zihan dan Faisal sangat akrab.


"benar pak Ilham sana dan Zihan adalah teman lama, bisa dibilang teman masa kecil" kata Faisal sambil memperagakan kata kecil dengan jarinya.


"Zihan ini dulu tetangga saja dan kami sering bermain bersama, oh iya kamu mau pesan apa?" tanya Faisal pada Zihan.


"hmm..." Zihan berfikir


"lychee ice" kata Faisal pada pelayan.


"itu kan minuman kesukaan kamu?" kata Faisal


Zihan mengangguk dan wajahnya sedikit memerah ketika Faisal masih mengingat minuman kesukaannya dan Ilham hanya bisa terdiam melihat keakraban mereka.


setelah selesai pesan minuman dan sedikit obrolan, mereka memulai meeting dan Zihan melakukan presentasi seputar bahan dan model kramik yang akan di pakai untuk kantor Faisal.


Faisal adalah seorang CEO sebuah perusahaan wedding organizer yang terkenal, sesuai dengan cita-cita nya dulu ingin menjadi seorang pemimpin perusahaan walaupun belum tau perusahaan apa karena mereka masih kecil saat itu.


sesekali Faisal mencuri pandang kearah Zihan ketika mereka sedang berdiskusi mengenai model kramik dan Ilham memperhatikan itu semua.


"kenapa sepertinya pandangan Faisal ke Zihan agak berbeda, sorot matanya seperti orang yang punya rasa" Ilham berbicara dalam hatinya karena memperhatikan tingkah Faisal


.


.


.


.


hai semuanya tetap baca novel ku ya,,, ingat ada cerita menarik dalam hubungan Ilham dan Joanna dan ada sesuatu yang seru didalam novel ini untuk perjalanan cinta Ilham dan Zihan.


.


. terimakasih


.


.


baca juga karyaku yang lainnya...


.


.


.judul : pesona istri yang terabaikan ( lagi seru lhoo).


Farah dan Kevin diramalkan sejak kecil akan menjadi pasangan yang saling mendukung dan saling mencintai namun semua ramalan itu belum juga terwujud, karena saat Farah menikah dengan Kevin ternyata suaminya memiliki wanita lain dan wanita itu diajak Kevin untuk tinggal bersama dalam satu rumah dengan Farah.


Farah dan Kevin memang tidak saling mencintai, perjodohan yang dilakukan orang tua mereka yang membuatnya harus menikah.


akankah Farah terus diam ketika posisinya terbuat dan wanita lain yang mendapatkan kasih sayang suaminya?


link :

__ADS_1


Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Pesona Istri Yang Terabaikan, di sini dapat lihat: https://noveltoon.mobi/id/pesona-istri-yang-terabaikan?content\_id\=2346677



__ADS_2