
"siapa kalian?" tanya zihan ketika melihat dua pria berjas dan bertubuh kekar sudah berada di dalam rumahnya.
"ikut kami!" kata salah satu pria kekar sambil menenteng sebelah tangannya.
"siapa kalian? Kalian mau apa?" tanya zihan sambil meronta-ronta karena tidak tau akan dibawa kemana.
"ikut saja! Jangan membantah kami!, bos kami sudah menunggumu" kata pria kekar itu dengan terus memaksa zihan ikut dengan mereka.
Mereka menyeret zihan, memaksa zihan untuk masuk ke dalam mobil, seorang pria yang memegang tangan zihan, dengan sangat kasar langsung melempar zihan agar masuk ke dalam mobil.
Mobil di nyalakan dan mereka pergi dengan membawa zihan ketempat yang sudah di siapkan.
setelah berjalan selama satu jam, zihan dan kedua pria kekar itu sampai di tempat yang sangat sepi dan itu adalah sebuah tempat yang terdapat sungai, sungai itu mengalir deras dan arusnya pun sangat kuat.
"hai zihan, bagaimana kali ini? Apa rencanaku untuk merusak pernikahan kalian cukup mengesankan di matamu?" joanna menengadahkan kepala zihan dan mencengkram rahangnya dengan kuat.
"jadi ini semua adalah rencanamu? Mba, kenapa kita tidak bisa hidup saling berdampingan?" tanya zihan.
"berdampingan? Bagaimana bisa? Disaat perhatian dan cinta ilham hanya untukmu seorang?" joanna dengan marahnya semakin mengencangkan cengkramannya.
"ah" zihan merintih kesakitan.
"bagaimana? Sakitkah cengkramnku? Kau tau hatiku lebih sakit ketika melihat kalian bercinta penuh mesra dan penuh gairah!" kata joanna dengan menghempaskan wajah zihan kasar.
"ambil peralatannya" perintah joanna.
Zihan saat ini sedang diikat dan seorang pria memberikan sebuah suntukan kepada joanna.
"apa yang akan kau lakukan mba?" tanya zihan saat melihat sebuah suntikan yang di pegang oleh joanna.
"kau kanseorang perawat, tentu bahan apa yang ada di dalam suntikan ini? Cairan yang mampu melumpuhkan tubuhmu dan lama-lama kau akan kehilangan nyawamu!" kata joanna.
"jangan mba, aku mohon, lepaskan aku mba" kata zihan memohon kepada joanna.
"kenapa kamu tidak pergi sejak lama, sebelum aku melakukan hal kejam ini kepadamu?" joanna mengeluarkan sedikit cairan yang ada di dalam suntikan.
"mba, jangan mba... Mba joan..," zihan langsung tersungkur setelah joanna menyuntikkan cairan ke leher zihan.
"buang dia" kata joanna memerintahkan kedua anak buahnya untuk membuang zihan ke sungai berarus kencang yang bisa menyapu tubuh manusia.
__ADS_1
Seorang pria mengangkat tubuh zihan dan melemparkannya ke sungai, dan tubuh zihan mulai hanyut.
"kita pergi, dia tidak akan selamat dengan arus yang kencang dan tubuh yang lemah" kata joanna sambil berjalan menjauh dari sungai.
Joann dan anak buahnya pergi dengan mobil mereka masing-masing, joanna merasa sangat senang karena dirinya yang memenangkan semua ini.
*****
"cepat-cepat bawa dia, segera siapkan pakaian bersih dan juga panggil dokter cepat!"
semua pelayan dikerahkan untuk membantunya, dan tidak lama dokter pribadi keluarga datang dan membantu mengeluarkan racun yanga ada di tubuh seorang wanita muda.
"willy, bukannya dia?" tanya rubby ibu willy ketika melihat zihan terbaring tak sadarkan diri.
"ada apa dengan wanita ini? Kenapa dia basah kuyup dan tak berdaya seperti ini?!" tanya rubby.
"di..dia... Telah di beri carun dan ditenggelamkan ke sungai, untung saja kami segera menolongnya dan tidak terlambat" kata rey menjelaskan semuanya.
"rey ikut aku" kata willy.
*****
"jangan pernah memberitahukan kepada siapapun bahwa zihan ada di sini, kamu juga harus menyembunyikan semua bukti yang kita punya, kita kumpulkan bukti lainnya, jika memang aku perlu, aku akan memintanya kepadamu" kata willy.
"pak boss, saya akan menyimpannya dengan sangat baik, dan untuk bu rubby apa perlu kita beri tahukan?" tanya rey.
"tidak perlu, ibu ku tidak perlu tau tentang apapun" jelas willy.
Mereka berdua keluar dari ruangan pribadi willy dan bertemu dengan dokter yang tadi memeriksa zihan.
"bagaimana dokter?" tanya willy.
"nona masih dalam kondisi kritis, tapi racun di dalam tubuhnya sudah kami keluarkan, untungnya kalian dengan cepat memberikan pertolongan pertama tadi"
Flashback on.
willy yang pergi ke rumah zihan bersama rey, namun belum sempat willy turun dari dalam mobil, mereka melihat zihan di seret dan di masukkan ke dalam mobil tak dikenal.
"apa perlu kita hadang pak?" tanya rey
__ADS_1
"tidak perlu, kita ikuti saja mobil itu dari jauh, jangan sampai terlihat kita sedang mengikuti mereka" kata willy.
Willy dan rey terus mengikuti mobil yang membawa zzihan, sampai pada akhirnya mereka semua berhenti di sebuah kampung yang daerahnya terdapat sungai yang berarus deras.
Willy dan rey hanya menunggu di dalam mobil sambil terus mengawasi.
"rekam semuanya, ini bisa menjadi bukti terjadinya tindakan kriminal" kata willy memerintahkan rey.
Rey segera menyalakan kameranya dengan mode video, rey keluar dari mobil dan berusaha mendekat tapi tidak diketahui oleh mereka yang membawa zihan, saat rey sedang mengumpat di semak-semak, dia melihat satu mobil lain terparkir dan keluarlah joanna dari dalam mobil itu lalu.
Setelah dua puluh menit joanna dan zihan saling bertemu, joanna meminta anak buahnya melempar tubuh zihan ke sungai, setelah itu mereka semua pergi, willy dan rey langsung berusaha menolong zihan keluar, mereka sempat kesulitan namun ada beberapa pemancing yang melihat tubuh zihan, di sanalah rey dan willy memohon bantuan dan akhirnya zihan dibawa kerumah willy.
"berikan dia pernafasan buatan terlebih dahulu" kata willy
flashback off
"kapan dia akan siuman?" tanya willy
"dia akan siuman jika sudah melewati masa kritisnya, saat ini ada perawat yang sedang menjaganya, jika sudah melewati masa kritisnya, dia akan bangun setelah efek obat hilang" jelas dokter.
"berapa jam efek obat hilang?" tanya willy
"dua jam paling lama," kata dokter.
"tuan, nyonya, nyonya merasa kepalanya sakit" kata pelayan yang selama ini melayani rubby.
"ada apa lagi ini, kenapa ibu ku sakit disaat seperti ini" kata willy
"biarsaya periksa nyonya"
Dokter langsung ke kamar rubby dan memeriksanya.
Tidak lama dokjter selesai dan memberitahukan kepada willy.
"nyonya sepertinya..." dokter membisikkan sesuatu ke telinga willy dan willy menegrti masuk dokter.
"berikan obat yang biasa nyonya konsumsi, jangansampai telat, ingat jangan sampai ibuku merasa kesakitan" perintah willy yang kemudian masuk ke dalam kamar rubby untuk memastikan kondisi ibunya.
Willy masuk kedala dan melihat ibunya sedang tertidur.
__ADS_1
"maafkan willy bu, willy terpaksa" gumamnya