
satu minggu sudah mereka mencari tahu semuanya dan ternyata mereka semua menemukan dalam di balik semua itu, Willy dan Ilham sudah melihat semua rekaman cctv dan mereka menyusunnya.
ternyata benar dihari Willy memberitahukan Ilham bahwa dia menyukai Zihan, Joanna ada di kantor dan dia menguping pembicaraan mereka berdua, setelah itu terjadilah semuanya sesuai dengan keinginan Joanna, namun sayang semua rencananya gagal, karena dua pria yang menyukai Zihan bekerja sama menepis rumor tidak benar itu.
"ilham! jika kau menyakiti Zihan, aku akan maju untuk mendekapnya dan takkan pernah melepasnya!" kata Willy sambil menatap tajam kearah Ilham.
"aku mengerti, aku tidak akan pernah menyakiti wanita yang begitu berharga untukku" Ilham pergi dari kantor Willy dan segera mencari Joanna.
"Bu, apa Joanna ada di rumah?" tanya Ilham.
"ada, dia sedang di kamarnya"
"pastikan dia tidak pergi kemanapun hari ini, aku akan membuat perhitungan yang tidak akan pernah dia lupakan!"
*****
"ada apa ham? hallo Ilham" Retno melihat ponselnya dan ternyata Ilham sudah menutup teleponnya.
"ada apa lagi ini? apa yang Joanna lakukan lagi sampai Ilham sampai semarah ini?!" Retno mulai khawatir anaknya akan kehilangan kendali.
"aku sebaiknya membawa Syamil pergi jalan-jalan, aku tidak mau dia mendengar orang tuanya bertengkar.
setiap kali Ilham atau Joanna bertengkar, Retno selalu membawa Syamil pergi ketaman, dia tidak mau cucunya mendengar semua percakapan kedua orang tuanya, terlebih didengar dari nada suara Ilham tadi sepertinya dia akan meledak-ledak.
Retno segera masuk kekamar Syamil, dilihatnya Syamil sedang merapihkan buku-buku setelah selesai belajar.
"Syamil, ikut Neli jalan-jalan yuk" ajak Retno.
"mau Nely, Syamil bawa bola ya" girang Syamil.
Retno dan Syamil pergi ke sebuah taman dekat komplek, mereka kesana menggunakan sepeda, meski Retno sudah berusia enam puluh tahun, dia tetap masih bisa mengayuh sepeda.
"ayo Neli, jangan lama mengayuh sepedanya" teriak Syamil.
******
__ADS_1
"Joanna... Joanna" teriak Ilham saat sampai di rumahnya.
Joanna dan Zihan yang mendengar teriakan suami mereka langsung keluar kamar.
Zihan keluar kamarnya dan melihat Ilham sedang mencengkram rahang Joanna dengan sangat kasar, Zihan menuruni tangga, dia sangat takut suaminya kehilangan kendali.
"mas, mas, kamu kenapa?" tanya Zihan.
"kamu tahu Zihan?! dia wanita yang telah menjebakmu, dia yang telah merencanakan semua ini, dia membuatmu terlihat seperti wanita hina agar aku meceraikanmu!" papar Ilham.
Zihan tidak mengerti apa maksud suaminya, dia benar-benar tidak faham.
"maksudnya?" tanya Zihan.
"dia yang membuatmu dan Willy tidur diatas ranjang yang sama! dia membuat skenario seakan-akan kau berselingkuh dengan Willy karena mendengar pengakuan Willy tentang perasaannya kepadamu!" ilham memberikan penjelasan agar istrinya mengerti.
"jadi, foto itu, diambil oleh mba Joanna? bagaimana bisa?" Zihan terkejut.
"dia bekerja sama dengan kekasih gelapnya" kata Ilham.
"jangan berbohong kau Joanna! kau buat kekasihmu seakan menjalin kerjasama bisnis tapi sebenarnya kau ingin menjebak Willy, dan pasti kau juga yang berpura-pura menjadi manager toko kue! karena aku sudah memastikannya, mereka tidak memiliki nomor ponsel Zihan!" bentak Ilham.
"mas, kita bicarakan baik-baik, lepaskan mba Joanna" pinta Zihan.
"tidak! wanita ini akan aku beri pelajaran berharga agar dia tidak lagi semena-mena kepadamu!"murka Ilham.
Zihan menjadi panik, dia takut Joanna akan menjadikan hal ini untuk menuntut Ilham atas kasus kekerasan dalam rumah tangga.
"mas, aku mohon, berhenti!" teriak Zihan tak tahan dengan perasaan khawatirnya.
akhirnya Ilham melepaskan Joanna dan menariknya duduk di sofa untuk dia interogasi.
"cepat! akui semua yang telah kau lakukan Joanna!" desak Ilham.
"apa maksudmu mas? aku benar-benar tidak mengerti! aku bahkan tidak tau ada apa sebenarnya?" Joanna terus berkelit.
__ADS_1
"ini! kau kan yang merencanakannya dengan kekasih gelapmu?" tanya Ilham.
Joana mengambil satu foto Zihan yang sedang berpelukan dengan Willy.
"Zihan? aku tidak percaya kau melakukan hal ini! aku kira kau adalah wanita baik-baik, ternyata kau wanita tukang selingkuh!" Joanna menyerang Zihan dengan kata-katanya.
Joanna kembali menyulut api kemarahan di hati Ilham, Ilham kembali menghampiri Joanna dan mencekiknya.
"jangan pernah bicara hal yang kau buat-buat Joanna! aku sudah mengetahui semuanya! kau yang merencanakan semua hal kotor ini! kau kira aku bodoh? kau kira aku akan terkecoh dengan permainanmu? kau kira aku akan melakukan hal yang sama kepada Zihan saat aku melihat foto ini semua!" ilham semakin membentak Joanna, hingga Joanna tak mampu membuka matanya.
"kalau kau tidak akui semua ini, hari ini juga aku akan menyeretmu ke kantor polisi!" kata Ilham mengancam Joanna.
"aku benar-benar tidak tau!" Joanna terus berkelit tidak ingin dia mengakui semuanya.
"mas, lepaskan mba Joanna, nanti mba Joanna bisa terluka" Zihan meminta Ilham melepaskan tangannya dari leher Joanna.
"dengar Joanna, aku sudah memiliki banyak bukti untuk melaporkan mu dan memenjarakanmu! tapi tidak hanya kamu, kekasihmu juga akan aku laporkan!" ilham tidak main-main dengan kata-katanya.
"aku tau Joanna, kamu masih berhubungan dengannya? kau masih jadi wanita simpanannya!" ilham menghempaskan Joanna dengan sangat kasar hingga kepalanya terbentur sandaran sofa.
"mas! kau kenapa selalu mementingkan wanita ini!" Joanna tiba-tiba menampar Zihan dengan keras, Ilham terkejut dan akan membalasnya tapi Zihan langsung mencegahnya.
"mas, tidak usah diperpanjang, aku tidak perlu kamu menghukumnya, aku hanya perlu kamu percaya, aku bukan wanita yang mudah berpaling dari pria yang aku cintai" kata Zihan.
"dan kau mba Joanna! aku peringatkan dirimu untuk tidak bermain-main denganku! kali ini cukup sekali aku terhanyut dalam permainan kotormu! lain kali aku dan mas Ilham tidak akan pernah terkecoh! satu hal lagi, aku bukan wanita murahan sepertimu!" Zihan bicara dengan tegas kepada Joanna.
Zihan tidak mau lagi dirinya diam saat dihina Joanna, Zihan bukan wanita yang jahat, tapi jika dirinya terusik, dia bisa membuat orang yang mengusiknya menerima ganjarannya.
Zihan dan Ilham kembali ke kamar mereka sedangkan Joanna masih terduduk kesal sendirian karena semua rencana yang dia susun sudah gagal total, bahkan saat memanas-manasi Ilham dia tidak berhasil.
"haaaaah... aaaargh... zihaaaan aku akan membunuhmu!" jerit Joanna sangking kesalnya, dia tidak menerima kenyataan bahwa dia telah kalah, saat dia kalah maka akan kembali merencanakan sesuatu yang lain.
"aku masih belum kalah... hahahahaa aku belum kalah! kalian akan rasakan nanti! aku akan membalas semua perlakuan kasarmu mas! aku akan membuatmu memohon dan berlutut di hadapanku!"
manusia terkadang memang tak bisa menerima kekalahannya dan tak pernah puas dengan apa yang sudah dimilikinya, namun jika kita terus tak menerimanya dan serakah, suatu hari akan menjadi Boomerang yang berbalik menyerang kita sendiri.
__ADS_1