Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Rencana awal


__ADS_3

Joanna mengungkapkan apa yang disetujui oleh Ilham, mereka berdua akan menemani Syamil berkemah selama dua hari.


"apa kau sudah gila?!" teriak Retno.


"aku tidak gila Bu, mas Ilham sendiri yang mengizinkan aku untuk pergi bersama Syamil" Joanna merasa menang kali ini.


Joanna melihat dengan jelas ekspresi wajah Zihan yang terkejut dan merasa tersingkirkan.


"aku akan terus membuatmu merasa tertekan Zihan! aku tidak akan pernah melepaskan jeratanku ketika mangsa sudah ditangan!" batin Joanna sambil terus melihat wajah Zihan yang matanya membola, bibirnya bergetar, dan tangannya gemetaran.


Joanna sangat senang bisa melihat ekspresi kekalahan seperti itu dari wajah Zihan, ini adalah hal yang sangat dia tunggu, dimana Zihan akan merasa tertekan, kecewa dan berakhir melakukan hal bodoh.


"Zihan, jangan dengarkan apa yang dia katakan! ilham tidak mungkin menerima dirinya!" Retno terus mengoceh untuk meyakinkan wanita yang dia jadikan istri anaknya.


"jangan khawatir ini, aku baik-baik saja" kata Zihan berusaha bersikap normal.


"kau yakin? kau baik-baik saja?" tanya Joanna sambil melirik kearah Zihan.


"aku baik-baik saja" jelasnya dengan suara yang sedikit bergetar.


"kalau begitu, itu sangat melegakan, aku bisa dengan tenang berlibur dengan suami dan anakku, tanpa harus mengkhawatirkan perasaanmu!" Joanna langsung membalikkan badannya dan pergi menuju kamarnya.


"Zihan, ibu akan menelepon Ilham" Retno dengan cepat menyambar ponsel yang dia tadi letakkan di meja belajar Syamil.


"Bu, tidak perlu, nanti mws Ilham akan menjelaskannya langsung kepadaku" kata Zihan dengan wajah yang menyedihkan meski sudah berusaha tegar.


"lihat dirimu Zihan! kenapa kau selalu mentolerir semua yang di lakukan Joanna?!" kesal Retno melihat menantu keduanya selalu melunak dengan perlakuan Joanna.


"aku melakukan itu, karena dia adalah ibu Syamil" Zihan menitikkan air matanya.


semua yang berkaitan dengan Syamil selalu membuatnya menjadi emosional dan sangat sensitif, baginya Syamil adalah putra yang dianugerahkan Tuhan untuknya meski terlahir dari rahim wanita lain.


"Mhiu, maafkan Syamil" Syamil menyentuh tangan Zihan dan Zihan mulai menghapus setiap jejak air mata yang mengalir di pipinya.


"sayang, Mhiu tidak apa-apa, Syamil tidak perlu khawatir" Zihan mengacak-acak rambut anaknya dengan sangat hati-hati.


"Syamil tau kan kalau Mhiu sayang Syamil?" tanya Zihan.


"hmm... hanya Mhiu ibunya Syamil"


Zihan yang mendengar perkataan putranya menjadi lega, dia takut putranya akan menghindarinya dan tidak mau bermain dengannya lagi.


******


Syamil, Joanna dan Ilham bersiap untuk berangkat berkemah, mereka menyiapkan koper dan beberapa perlengkapan lainnya yang dibutuhkan saat berkemah.


ilham memandang kepada Zihan yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuk mereka semua.


"sayang" Ilham menghentikan kegiatan Zihan dan mereka segera berbicara secara terpisah dengan yang lainnya.

__ADS_1


ilham membawa Zihan ketaman belakang rumah yang letaknya agak jauh dari ruang makan mereka.


"ada apa mas?" tanya Zihan yang melihat Ilham membawanya ke taman.


"maafkan aku! aku dipaksa Joanna untuk membawanya, sebenarnya aku sangat khawatir tentang ini, aku takut trauma Syamil Kabuh karena Joanna dan aku khawatir kamu tidak baik-baik saja" kata Ilham sambil menyentuk pipi istrinya.


Zihan menggenggam tangan Ilham yang masih menempel tepat di pipi kanannya.


"tidak perlu mengkhawatirkanku dan jika terjadi sesuatu segera hubungi aku, kamu tau kan, aku sangat mengkhawatirkan Syamil jika jauh darinya?" ucap Zihan.


"aku sangat tau, sekali lagi aku minta maaf"


mereka mengakhiri perbincangan dan kembali keruang makan bersama untuk menyantap sarapan pagi.


******


kriiing kriiing kriiin


ponsel Zihan berdering dan dia langsung mengangkatnya.


"hallo"


Zihan menerima pesan langsung yang memintanya datang kesebuah toko dimana dia pernah membeli sesuatu.


"aku akan kesana" Zihan menutup teleponnya.


******


mereka berdua mengadakan pertemuan disebuah cafe yang sudah di booking oleh Carlos.


"saya menunggu kedatangan pak Willy" kata Carlos dan mengakhiri panggilan teleponnya.


"persiapkan semuanya! aku tidak mau ada kesalahan dan pastikan pihak mereka tak cerewet tentang hal ini!" kata Carlos sambil menatap ponselnya.


"aku akan melakukannya untukmu, Joanna!"


Carlos terkenal sebagai pria yang sangatlah keja, mereka selalu melakukan hal apapun agar mencapai semua!


*******


Zihan menaiki taksi untuk sampai disebuah cafe yang kemarin dia membeli kue untuk menjadi salah satu bekal cemilan Syamil.


"kenapa pelayan toko ini ingin aku kembali ke tokonya, dan dari mana dia mendapatkan informasi kontakku?" Zihan merasa ada yang janggal namun dia tidak tau di mana yang janggalnya.


******


Willy sampai disebuah cafe yang dimana dia berencana bertemu dengan Carlos, calon rekan kerjasama bisnisnya.


"selamat siang pak, Carlos!" sapa Willy saat sampai disebuah meja.

__ADS_1


"selamat siang pak Willy, saya. sungguh sangat terharu anda bisa berada disini!" kata Carlos dengan tatapan biasa.


Willy dan Carlos saling berjabat tangan, mereka kemudian duduk dan sedikit berbincang mengenai bisnis yang akan mereka garap berdua sebagai salah satu kesepakatan kerjasama.


"silahkan diminum dulu"Carlos mempersilahkan Willy untuk minum.


Carlos menikmati minumannya sambil melirik kearah Willy.


*****


"pak Rey, ini minuman untuk bapak" seorang pelayan muda memberikan segelas minuman kepada Rey yang berada di meja yang berbeda.


"terima kasih" Rey menerima minuman itu dan langsung meneguknya.


Rey merasa kepalanya pusing setelah meminum minuman itu.


"ah, kenapa mataku terasa kunang-kunang dan kepalaku terasa sangat sakit" keluh Rey.


Rey melihat kearah Willy bossnya, dia takut sekali Willy mengalami hal yang buruk, karena dia merasa ada yang aneh setelah meminum minuman itu.


*****


"pak Willy, anda tidak apa-apa?" Carlos bertanya ketika Willy terlihat mengernyitkan dahinya dan memegangnya sambil sedikit dipijat.


"tidak apa, aku hanya sedikit pusing, mungkin kelelahan karena semalam tidak tidur dengan nyaman" jelas Willy.


******


"selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang pelayan kepada Zihan.


"aku ingin bertemu manager tempat ini, dia tadi menghubungiku dan memintaku datang" kata Zihan mengkonfirmasi.


"baik, mohon ditunggu saya akan panggilkan managernya" kata pelayan itu sambil mempersilahkan Zihan duduk disalah satu bangku.


Zihan menunggu manager tempat kue dan tiba-tiba.


Bugh


tengkuk Zihan di pukul dan dia mulai pingsan.


"bawa dia ketempat boss" kata seorang pria dengan nada suara yang berat.


mereka membawa Zihan kesuatu tempat.


"di mana wanita yang ingin bertemu denganku?" tanya manager toko.


"tadi aku memintanya duduk menunggu di sini" kata pelayannya.


pelayan itu merasa ada yang aneh, karena wanita tadi tiba-tiba tidak ada.

__ADS_1


"tadi... kemana wanita tadi?" tanya pelayan itu kepada pelayan lainnya.


"loh! tadi bukannya dia menunggu di sana" sambil menunjuk kearah kursi yang tadi menjadi tempat duduk Zihan.


__ADS_2