Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
mengenang bukan untuk menyesal


__ADS_3

Ilham membalut luka Zihan karena Joanna, terdapat sedikit luka lebam dan juga goresan yang membuat Zihan meringis kesakitan sebab darahnya masih mengalir.


"kamu yakin tidak mau kedokter?" tanya Ilham sekali lagi saat mengobati Zihan.


"tidak perlu,mas" jawab Zihan yang masih shock karena mendapat perlakuan kasar dari Joanna.


"maafkan aku Zihan, maafkan aku, seharusnya aku melakukan itu sejak awal setelah dia dinyatakan sembuh total, bukan menunggu dia memiliki kesempatan untuk membuatmu menderita!" ilham menyesali keputusannya saat itu.


"tidak ada yang perlu disesali, semua sudah ditakdirkan Tuhan, dari sini kita semakin tau, kalau mba Joanna belum bisa menerima ku sebagai istri keduamu!" kata Zihan penuh kesedihan.


Zihan tak bisa menyalahkan Ilham, karena dia juga berperan saat Ilham mengambil keputusan itu.


"jangan lagi menyalahkan dirimu, aku tidak mau melihat hal itu" Zihan menguatkan Ilham dan berusaha meyakinkan suaminya bahwa semua itu bukan keputusan yang salah.


kriiiing Kriiiing kriiing


Ilham mengangkat telepon yang masuk keponsel Zihan.


"Iyah Bu"


"kok, kamu yang jawab, Zihan mana?" tanya Retno


"Zihan ada dirumah, aku juga ada dirumah saat ini, nanti ibu dan Syamil akan dijemput oleh supir, tunggulah disana" kata Ilham.


"baiklah" jawab Retno yang mengikuti apa kata anaknya.


"kenapa?" tanya Zihan.


"ibu bertanya tentang mu" kata Ilham


"pasti ibu khawatir aku belum juga kembali ke sekolahan Syamil" kata Zihan.


"tidak usah difikirkan, aku turun dulu kebawah, mau aku bawakan teh hangat?" tanya Ilham dan dijawab anggukan oleh Zihan.


******


"apa yang terjadi? kenapa Ilham bisa ada dirumah?" Retno bertanya-tanya.


"ya Tuhan lindungilah keluargaku" dia Retno.


******

__ADS_1


Ilham melihat Joanna masih berdiri di tempatnya sama seperti posisi tadi saat dia membawa Zihan kekamar.


"kamu sudah puas? apa ini sikap seorang wanita yang sudah memiliki anak? mabuk saat masalah menghampiri?" tanya Ilham sambil terus menuruni anak tangga.


Joanna melihat kearah Ilham, dia melihat pria itu berjalan dengan santai kearahnya.


"dengar Joanna, kelakuanmu semakin hari, semakin menjadi dan semakin diluar akal sehatmu! kamu tidak bisa mengendalikan diri!" bentak Ilham.


Joanna semakin tidak percaya Ilham bisa membentak dirinya dan mengkritiknya seperti saat ini.


"aku seperti ini karena wanita itu! wanita itu yang membuatku semakin menggila! dia sok suci dihadapanmu! dia sangat mendapat kasih sayang dari mu! tidak bolehkan aku cemburu! hatiku terbakar melihat kemesraan kalian, hatiku muak melihatmu setiap kali membelanya!" teriak Joanna.


kini Ilham dan joanna terlibat adu mulut, Ilham semakin tak mengerti jalan fikiran Joanna, semua karena ulahnya tapi terus menyalahkan orang lain


"kamu selalu menyalahkan orang lain, tidak pernah introspeksi diri! aku sudah memberimu kesempatan tapi kamu sia-siakan!" Ilham menarik nafas panjang


"lihat saat Syamil sakit kamu dengan tenangnya tidur di kamarmu! lihat dirimu Joanna! kamu yang menghancurkan dirimu sendiri!" sambungnya.


"terus salahkan aku, kamu tidak pernah berfikir bagaimana menjadi diriku! tidak pernah tau bagaimana rasanya kehilangan orang yang dicintai!" jawab Joanna.


"apa? aku tidak tau rasanya?" ilham semakin jengkel.


Joanna terdiam membisu mendengar semua perkataan suaminya, Joanna berjalan masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu.


Joanna mengenang kembali semua perjalan cintanya bersama Ilham sebelum mengenal kekasih gelapnya.


masa pacaran yang sangat menyenangkan, saling support, saling perhatian, ditambah Ilham adalah seorang sosok pria yang sangat dewasa.


pernikahan mereka sangatlah meriah, gaun pengantin berwarna putih yang menjuntai hingga kelantai membuatnya semakin terlihat sangat cantik, Ilham saat itu mengenakan setelan jas berwarna putih, warna yang serasi dengan gaun yang dia kenakan.


air mata berlinang dan Joanna semakin terisak menangisi semua kenangan manis itu.


Ilham akan terus membujuknya kala dia merajuk, segala cara dilakukannya agar kekasihnya kembali tersenyum.


kini semua itu telah hancur tak tersisa sedikitpun untuknya.


"semua ini karena nya, karena diaaaaa" teriak Joanna.


kebencian Joanna terhadap Zihan semakin menumpuk, perlakuan Ilham hari ini membuat semua kebencian itu semakin nyata.


*****

__ADS_1


"ada apa dibawah? kenapa aku dengar seperti mas Ilham sedang bertengkar dengan mba Joanna?" Zihan mendengar pertengkaran yang terjadi dilantai bawah.


ceklek


tak lama Ilham datang dengan membawa cangkir di tangannya.


"mas, kamu tadi berkengkat dengan mba Joanna?" tanya Zihan.


"benar! aku tak bisa lagi menahan kekesalan ini!" kata Ilham.


"mas, jangan lagi bertengkar, itu akan membuatnya semakin kesal! bagaimanapun dia yang menemanimu sejak dulu!" kata Zihan.


ilham menatap wajah istrinya, pipi Zihan merah akibat tamparan Joanna, lehernya terdapat tanda karena dicekik oleh Joanna, tapi istrinya ini masih membela Joanna, masih mengasihani Joanna.


"hatimu selalu selembut sutra, aku tidak tau mengapa kamu mudah sekali memaafkan orang yang sudah menyakitimu, yang sudah membuatmu menderita! maafkan aku Zihan yang menyeret mu kedalam hidupku yang berantakan ini! maafkan aku belum bisa memberikan kebahagiaan yang sempurna untukmu!" batin Ilham.


"mas, berjanjilah kepadaku?!" kata Zihan.


"aku harus berjanji apa?" tanya Ilham.


"berjanjilah kamu tidak akan pernah melayangkan tanganmu kepada mba Joanna, apapun yang akan dia lakukan nanti, berjanjilah tidak akan sekalipun kamu berbuat kasar! bagaimanapun dia tetap istrimu, terlebih dia adalah ibu dari anakmu! setiap kali kamu sangat marah ingatlah Syamil, agar emosi itu mereda!" pinta Zihan.


"aku akan berusaha!" sahut Ilham dengan menekuk wajahnya.


"jangan berusaha, tapi berjanjilah, aku butuh janji itu dan aku yakin kamu akan menepatinya saat kamu sudah berjanji!" Zihan terus meminta agar Ilham berjanji kepadanya.


"aku berjanji, aku akan menepati semuanya janjiku kepadamu!"


ilham langsung memeluk Zihan, menangis dipelukan istrinya, dia sangat lelah dengan semua ini, dia sangat ingin semua ini segera berakhir.


"kuatkan hatimu mas, kita hadapi semua ini bersama-sama, demi Syamil kamu harus menjadi ayah yang kuat!" Zihan menepuk punggung suaminya dan menangis bersama. sambil berpelukan.


****


"lihat Zihan! lihat! mungkin memang Ilham tidak pernah bersikap kasar kepadaku, tidak pernah memukulku, tapi kata-katanya sungguh menampar hatiku! menyakitkan rasanya ketika mendengarnya terus membelamu!"


Joanna tak sekalipun mendengarkan perkataan Ilham, dia tetap tidak terima jika Ilham menyalahkannya. menurutnya rumah tangganya hancur dan dia diceraikan semua karena Zihan menjadi istri Ilham, karena Ilham menikahi wanita lain.


"aku tidak akan pernah melepaskan mu Zihan! kamu orang pertama yang akan segera aku hancurkan! jika aku tak bisa memilikinya lagi, maka tidak ada yang bisa memilikinya terutama dirimu!"


tak ada penyesalan sedikitpun dalam hidup Joanna meski sudah melakukan kesalahan dia takkan mengakuinya.

__ADS_1


__ADS_2