Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Pasien dimasa lalu


__ADS_3

melangkahkan kaki kedalam rumah sakit yang menjadi tempatnya berjuang untuk hidup dan berjuang untuk menaikkan statusnya agar bisa menjadi manusia yang lebih baik.


Zihan seorang perawat yang sangat popular dirumah sakit harapan namun kini dia sudah menjadi seorang istri membuatnya harus meninggalkan tempat yang membentuknya menjadi wanita yang tangguh.


"Zihan" panggil beberapa rekan kerjanya yang kebetulan hari ini masuk shift pagi.


"apa kabar zi?" tanya mereka semua kepada Zihan.


Zihan merasa menjadi sangat rindu dengan suasana rumah sakit.


"kabar ku baik" jawab Zihan


mereka saling berpelukan dan Zihan merasa hatinya begitu damai.


"Zi, jadi perawat lagi dong disini" pinta salah satu temannya.


"maaf aku belum bisa kembali kesini" jawab Zihan lagi.


"aku kira kamu kesini mau kembali bekerja" duga salah satu temannya.


"aku mau bertemu seseorang yang katanya dirawat di rumah sakit ini dan dia hanya mau aku yang menanganinya" jelas Zihan


"ooh pasien itu, memang sejak awal aku lihat datanya dia ditangani oleh mu Zi, dan dia sangat cerewet" cibirnya.


Zihan tertawa masih saja temannya satu ini suka mengumpat para pasien yang bersikap kurang baik.


"antar aku kesana" pinta Zihan


Zihan diantar salah satu temannya menuju kamar perawatan kelas VVIP.


"silahkan masuk Zihan dan semoga kamu bertahan didalam sana" ujarnya sambil membungkuk menangkupkan kedua tangannya.


Zihan masuk kedalam kamar dan dia menyelingar melihat siapa pasien yang sedang berada diatas ranjang.


"pak Willy?" panggil Zihan saat menghampiri Willy.


"Zihan" Willy berusaha mengangkat tubuhnya agar bisa duduk.


"pak, apa yang bapak lakukan disini?" tanya Zihan yang masih terkesiap.


"apa kamu tidak ingat pernah merawatku karena mengalami gerd?" Willy berusaha membuat Zihan mengingat dirinya sebelum dia bertemu Willy di kantor Ilham.

__ADS_1


Zihan mulai berpikir dalam-dalam mengingat kejadian beberapa waktu lalu.


flashback on


"suster ... suster tolong suster" teriak seorang pria sambil mendorong kursi roda dengan pria lain yang duduk tak berdaya.


"dokter tolong boss saya dok" seorang pria meraih lengan Zihan yang menganggapnya seorang dokter.


"maaf pak, saya seorang suster disini bukan dokter" kata Zihan menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman.


"baiklah, suster saya mohon anda bisa menangani boss saya yang penyakitnya kambuh" pria itu kembali memohon.


"baik pak, silahkan bawa pasien keatas ranjang rumah sakit" Zihan membantu pria itu mendorong kursi roda dan meletakkan tubuh pria yang sedang meringis kesakitan itu.


"pak berbaring dulu ya, saya mau memeriksa" Zihan mengaitkan earpieces ketelinganya dan mulai mengarahkan stetoskop kebagian perut pasien.


"aaah" pasien menjerit saat Zihan sedikit menekan bagian perut yang merupakan tempat lambung.


"pak sejak kapan anda mengalami sakit seperti ini?" tanya Zihan.


"aaaah kenapa banyak bertanya lakukan saja tindakan! bukan kah seorang dokter atau perawat bisa mengetahui sejak kapan pasiennya sakit?" bentak pria itu kepada Zihan.


perawat atau dokter memang tidak boleh kesal dengan pasiennya namun mereka juga perlu bertindak tegas kepada para pasien agar tidak membentak atau berprilaku kasar kepada petugas medis.


Zihan mengambil jarum suntik dan dia menyuntik bagian tubuh pasien agar bisa meredakan nyerinya.


"aku sudah meredakan nyeri di perutmu, sekarang jawab pertanyaan ku"


Zihan memberikan beberapa pertanyaan kepada pasiennya dan dia mencatat semua jawaban pasien.


"sudah dipastikan anda terkena gerd, penyakit yang dimana asam lambung atau empedu mengiritasi lapisan dalam saluran makanan" Zihan memberikan penjelasan mengenai rasa sakit yang diderita pasiennya.


flashback off


Zihan mulai mengingat semuanya, pantas saja Willy terasa sedikit familiar saat mereka pertama kali bertemu dikantor Ilham.


"Zihan saat ini aku tidak sedang sakit, aku hanya ingin bertemu denganmu" kata Willy membuat Zihan semakin terperanjat.


"lalu kenapa anda ada disini dan memanggil saya?" tanya Zihan yang penasaran.


"aku kemarin karena beberapa hari lalu kekantor Ilham namun kalian tidak ada dan disana aku bertemu dengan Joanna istri pertama Ilham dia seakan sedang memendam amarah karena Ilham tidak kunjung pulang" cerita Willy.

__ADS_1


"istri pertama?" tanya Zihan yang semakin terkejut.


"Iyah, istri pertama, aku yakin kamu tau dan itu yang membuatku heran kamu mau menjadi istri keduanya"


Zihan melangkah mundur karena mendengar semua perkataan Willy yang tau tentang status dirinya.


"dari mana anda tau kalau saya istri kedua dari pak Ilham?" Zihan meneratap, didalam hatinya dia sangat tidak menyangka Willy tau semua tentang dirinya.


"aku mencari tau semuanya sejak kejadian di gudang, pak Ilham bilang kalau kamu sudah menikah jadi aku mencari semua informasi tentangmu!" Willy menjelaskan semuanya.


Zihan menghentikan langkahnya dan saat dia ingin berkata mulutnya terasa berat dan lidahnya terasa kaku.


"a ... Anda mencari tau semua tentang saya?" Zihan bicara dengan terbata-bata.


"ke ... kenapa?" tanya Zihan


"karena aku hanya ingin melindungi mu, perawat yang menyelamatkan ku dulu" ujar Willy yang berusaha menutupi maksud hatinya.


"Zihan aku tau kamu terkejut, tapi percaya kepada ku jownna akan mencari mu, jika sesuatu terjadi hubungi aku" Willy turun dari ranjangnya dan dia menghampiri Zihan.


"Anda tidak perlu mengkhawatirkan saya, saya baik-baik saja" Zihan membalikkan badannya dan berusaha menghindari Willy.


Willy dengan cepat meraih tangan Zihan yang hendak kabur dari dirinya.


willi membalikkan badan Zihan agar mereka bisa saling berhadapan.


"ingat Zihan, aku memang tidak tau apa alasanmu menikahi Ilham, tapi aku tau, aku harus melindungi mu, malaikat penyembuhku"


Zihan sangat terkejut Willy menyebutnya malaikat penyembuh untuknya, padahal Zihan merasa tidak melakukan hal yang berlebihan karena memang sudah sepantasnya dia menolong semua pasien yang ada di rumah sakit ini saat membutuhkan pertolongan.


Zihan keluar dari ruangan Willy dan dia pergi dari rumah sakit, Zihan masih terkejut mengetahui Willy tau semua tentangnya padahal dia sudah sangat menutup rapat status nya sebagai nyonya Ilham.


Zihan menangis sambil berjalan, dia duduk di bangku taman yang tak jauh dari rumah sakit, sungguh dia tidak tau kalau Joanna mencari-cari dirinya dan juga Ilham dikantor.


"ya Tuhan, apa ini sudah saatnya mba Joanna tau kalau aku adalah istri kedua dari suaminya?" bisik Zihan sambil terus terisak.


"Tuhan, aku mohon berikan aku kekuatan untuk menghadapi segala cobaan yang akan datang menghampiri rumah tanggaku"


Zihan benar-benar takut menghadapinya tapi disatu sisi dia juga harus kuat demi Ilham suaminya yang sangat dia cintai.


Zihan menghapus air matanya dan mulai menyemangati dirinya sendiri agar menjadi sosok istri yang kuat.

__ADS_1


__ADS_2