Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Dongengku


__ADS_3

"rabbit masuk kedalam kandangnya dan memakan makanan yang telah disediakan oleh Sovia seorang anak yang merawatnya sejak ia lahir" Zihan membacakan dongeng untuk Syamil.


"Mhiu, apa aku boleh memelihara kelinci?" tanya Syamil.


"hmmm sebenarnya boleh sayang, tapi alangkah baiknya tidak karena merawat binatang itu harus penuh tanggung jawab" jelas Zihan.


"tanggung jawab?" tanya Syamil.


"tanggung jawab itu, memberi makan, memandikan, memberi minum, mengobati jika sakit, membersihkan kotoran serta kandangnya, apa Syamil siap?" tanya Zihan


"berarti Mhiu bertanggung jawab dong?"Syamil kembali bertanya.


"maksud Syamil?"


"Iyah, Mhiu bertanggung jawab karena telah mengurus Syamil, padahal aku bukan anak Mhiu" perkataan Syamil menusuk jantung Zihan.


"Syamil, Syamil itu anak Mhiu, jadi jangan bicara begitu ya, Mhiu sayang sama Syamil" ujar Zihan dan satu kecupan mendarat di kening Syamil.


Syamil sangat senang ketika Zihan memeluk dan menciumnya penuh kasih sayang.


******


"Syamil sudah tidur?" tanya Ilham


"sudah mas, selesai aku mendongengkan kisah si rabbit dia langsung tertidur pulas" senyum Zihan ketika mengingat wajah Syamil yang tertidur.


"pasti semua itu karena Mhiu nya yang pandai bercerita" puji Ilham sambil menyentuh kecil hidung Zihan.


"mas, hidup ini bagaikan dongeng yang dimana ceritanya, alurnya, sudah ditentukan oleh tuhan, seperti perjalanan takdir kita yang tidak aku sangka bertemu saat aku menjadi perawat bagi Mba Joanna" Zihan bicara dengan pandangan yang kosong.


"sayang, takdir juga kita berperan dalam menulisnya, dan aku ingin menulis takdir cinta kita dengan tulisan yang indah sehingga takdir kita pun akan selalu bahagia" Ilham menc*um Zihan dengan lembut dan memberikan mereka saling memberikan kehangatan dimalam yang dingin.


"mas" panggilnya tanpa merubah posisinya saat ini.


"hmm" jawab Ilham sambil terus menguasai permainan.


"apa mas mencintaiku?" tanya zihan


"always loving you" permainan pun semakin mesra dan hal ini tak pernah ia dapatkan dari Joanna.


*****


"aku akan membalas dendam ku kepadamu Zihan, berani-beraninya kamu menggoda pria yang aku incar" seru Riska sambil terus memandangi ponselnya.


"mba kita sudah sampai" kata supir taksi.


"berapa tarif taksinya?" tanya Riska dengan nada ketus.


"seratus lima puluh ribu mba" jawabnya yang membuat Riska kaget.


"seratus lima puluh ribu? enggak salah pak? mahal banget?" kesal Riska sambil menyodorkan uang satu lebar seratus ribuan dan satu lembar lima puluh ribuan.


Riska keluar dari taksi masih dengan umpatannya yang ditujukan untuk supir taksi.


"dasar supir taksi, pasang tarif mahal banget!" gerutunya.

__ADS_1


Riska masuk kedalam sebuah gedung yang dulu pernah menjadi tempatnya mengais rezeki.


"Riska"panggil Abel, karyawan yang cukup dekat dengan Riska.


"Riska, kamu mau apa kemari?" tanyanya saat Riska sampai dihadapannya.


"aku mau mencari tahu tentang sekertaris pak Ilham yang baru" ujarnya dengan sedikit menyipitkan matanya.


"oooh Bu Zihan!" seru Abel.


"Iyah, wanita penggoda" kata Riska.


"aku sering lihat pak Ilham selalu bersamanya, bahkan satu mobil saat datang dan pulang" Abel memberikan informasi yang semakin membuat Riska panas.


"mau kah kau membantuku?" tanya Riska.


"apa?"


Riska lantas membisikkan suatu rencana kepada Abel, mereka berdua tampak senyum-senyum dengan rencananya.


"baiklah, aku akan melakukannya" kata Abel menyetujui rencana Riska.


Riska tampak senang karena ada orang yang berada dipihaknya untuk menjatuhkan Zihan.


******


"Syamil hari ini tampak lebih gembira" heran Ilham.


"hmmm itu karena sesuatu dari ku" kata Zihan.


"apa?" Ilham penasaran.


"waaaw apa janji seperti itu juga ada untukku?" tanya Ilham


"mas, harusnya kamu yang lebih berusaha agar aku bisa segera menepati janjiku kepada Syamil" cubit zihan di lengan Ilham.


"aaw" Ilham menggosok-gosok tangannya yang sakit dicubit istrinya.


lalu ia terdiam sejenak.


"kamu benar sayang, aku kan penanam saham itu, hmmm baiklah kita lakukan lagi nanti!"


"nanti malam tempatnya" Zihan menyambung kalimat Ilham.


"hmmm aku rasa, nantinya tidak perlu malam, bisa siang, sore, bahkan sekarang" celetuk Ilham.


"hmmm, jangan ngaco ya mas, kita sekarang mau kerja, terus habis makan siang pergi ke pabrik, sorenya pulang kerumah bermain sama Syamil" Zihan mengurai kegiatan hari ini.


Ilham hanya senyum-senyum sambil melihat kearah Zihan, istrinya yang pintar dan cantik.


*****


"Pak Ilham maaf tadi ada Pak Willy kemari mencari bapak dan mba Zihan" info Abel saat melihat Zihan dan Ilham masuk kedalam kantor bersama.


"oh terimakasih atas infonya, nanti Zihan akan menghubungi Pak Willy" kata Ilham.

__ADS_1


"Mba Zihan, laik kali datang lebih awal sebelum boss datang, nanti ditegur HRD loh!" ujar Abel seakan tak suka melihat Zihan.


"oh maaf saya..."


"Zihan memang akan selalu datang bersama saya, jadi tidak perlu dibahas hal ini lagi, HRD pun sudah tahu tentang itu" tegur Ilham kepada Abel, sebelum Zihan menyelesaikan perkataannya.


"Zihan, segera ikut saya keruangan" panggil Ilham dan Zihan pun mengikutinya dari belakang.


********


"Pak, mesin plant ada yang rusak" kata salah satu pekerja.


"wah kita harus laporan sama si boss ini, karena dikejar target harus selesai Minggu ini" kata mandor.


******


"mas...mas" panggil Zihan untuk menyadarkan Ilham yang sudah membuka kancing baju Zihan.


"mas, ini dikantor loh, nanti kalau ada yang masuk gimana dan lihat kita?" Zihan berusaha keras agar Ilham tak melakukannya di kantor.


kriiiing kriiing ponsel Ilham berdering membuatnya melepaskan Zihan.


"hallo" jawab Ilham dan mendengarkan apa yang pria ditelepon bicarakan kepadanya.


"saya akan segera mengirim orang kepabrik" Ilham menutup teleponnya.


Ilham memencet nomor yang ada di telepon dan menghubungi seseorang.


"kamu segera kepabrik, lihat seberapa parah kerusakan mesin plant" perintah Ilham dan menutup kembali teleponnya.


"sayang kenapa ditutup, aku bahkan belum memulainya" keluh Ilham yang melihat Zihan mengancing kemejanya.


"mas ini kantor, sadarlah, banyak mata disini meski aku istri mu tidak baik melakukan hal itu dikantor"


"sayang apanperlu aku buat kamar diruang kerjaku? agar kita bisa bermesraan?" Ilham membuat ide yang membuat istrinya menggelengkan kepala.


Ilham kembali memulai permainannya dengan mengec** bib*r Zihan dengan sangat lembut, ia membuat permainan yang slow agar tidak menimbulkan kegaduhan.


"manis" ujar Ilham ketika menikm**i bi**r istrinya itu.


Zihan mulai terbawa permainan Ilham dan tak bisa menolah keinginan suaminya juga keinginan tubuhnya.


Ilham memulai gerakannya lebih cepat, agar permainan pun segera dia selesaikan, melihat istrinya tidak merasa nyaman melakukannya meski tetap mengikuti permainannya.


Ilham dan Farah kembali merapihkan pakaiannya dan Ilham menci** kecil bi**r Zihan.


cekrek cekrek


seseorang mengambil gambar mereka berdua ketika ada sedikit celah di kaca ruang kerja Ilham.


"sungguh aku tidak menyangka, pak Ilham akan melakukan hal ini diruang kerjanya bersama sekertaris pribadinya, foto ini bisa aku gunakan" senyuman licik terukir di bibir orang itu sambil melihat foto yang ia ambil.


....


.

__ADS_1


.


.jangan lupa like, komen, dan favoritkan


__ADS_2