Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Mencari alamat


__ADS_3

"berikan aku alamat lengkap Zihan, aku sudah mentransfer sejumlah uang yang kau minta" kata Joanna.


"aku akan mengirimkan pesan singkat kepada mu" ujar Riska.


*****


"Phiu" teriak Syamil ketika melihat Ilham pulang dan langsung digendong Ilham.


"Phiu, dimana Mhiu kok tidak ikut pulang bersama Phiu?" tanya Syamil.


"Mhiu masih ada pekerjaan yang harus diurus, jadi belum bisa pulang" Ilham menyentuh kecil ujung hidung putranya.


"dimana Joanna Bu?" tanya Ilham sambil menurunkan Syamil dari gendongannya.


"tadi pamit pergi sebentar" kata Retno.


"sayang, bersiaplah kita akan pergi terapi" kata Ilham.


"tidak mau, aku mu kesana kalau ada Mhiu" kata Syamil menolak ajakan Ilham.


"sayang kita akan bertemu Mhiu disana"


"Phiu tidak bohong?"


"tidak sayang, Phiu tidak akan berbohong kepada Syamil" Ilham berusaha meyakinkan Syamil.


******

__ADS_1


"dapat kau Zihan! aku akan membuat perhitungan dengan mu!" Joanna memberhentikan mobilnya tepat didepan pintu pagar rumah Zihan.


kriiing kriiing kriiing


ponsel Joanna berdering.


"hallo"


"dia sedang tidak ada dirumah, sebaiknya kamu pergi dulu atau kamu boleh menumpang dirumah ku" kata Riska


"rumah mu? dimana?" tanya Joanna.


"tepat disebelah kanan rumah Zihan"


Joanna melihat kearah yang disebutkan oleh Riska, dia turun dari dalam mobilnya dan masuk kedalam rumah Riska.


"duduklah, aku buatkan minuman dulu"


"kita susun rencana agar Zihan hancur sehancur hancurnya" kata Riska.


"kamu begitu dendam dengannya?" tanya Joanna sambil menyesap ice lemon tea yang dibuat oleh Riska untuknya.


"aku sangat dendam kepadanya, dia yang membuatku kehilangan pekerjaan, padahal itu salah satu mata pencaharian ku" Riska menaikkan kepalanya sedikit dan melirik kearah Joanna.


"apa hanya itu?" tanya Joanna penuh maksud.


"maksudmu?" Riska menjawab pertanyaan yang diajukan Joanna dengan melempar pertanyaan juga.

__ADS_1


"maksudku sangat jelas, apa hanya karena pekerjaan atau kamu juga menaruh hati kepada suamiku?" kata-kata Joanna membuat Riska menganga sebab dia terkejut.


"sudah lah dari ekspresi mu aku sudah bisa menebaknya, tapi satu hal yang harus kamu ketahui, jika Ilham sudah mencintai wanita dia tidak akan mudah melepaskannya kecuali karena satu hal" kata Joanna


"apa itu?"


"tidak perlu kamu tau apa satu hal yang bisa membuat Ilham berpaling" Joana tersenyum menyeringai.


jelas sudah maksud dari Riska membantu Joanna, karena balas dendam akibat pekerjaan dan juga karena pria yang tak mampu digodanya.


Joanna masih terus menunggu Zihan pulang kerumahnya, waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore.


"nanti aku akan menggiring para tetangga dan juga ketua RT agar Zihan diusir dari komplek ini" seru Riska yang sudah menyiapkan masa.


"bersiaplah sepertinya itu dia pulang" kata Riska yang mendengar suara pagar tertutup.


Joanna keluar dari rumah Riska dan langsung menendang pintu pagar Zihan.


seketika Zihan terkejut karena pagarnya sudah didobrak seseorang.


"Bu ... Joanna?" Zihan terkejut melihat Joanna berada didepan rumahnya.


"dasar wanita ******! beraninya kau menggoda suamiku hah!" Joanna menjambak rambut Zihan dan menyeretnya keluar rumah.


Zihan meringis kesakitan tapi dia tidak bisa melawan.


"Bu, tolong lepaskan saya sakit" kata Zihan memohon.

__ADS_1


"kamu kenapa tidak berfikir lebih dulu sebelum merebut suami orang hah!" emosi Joanna memuncak dia mendorong Zihan kasar sampai terjatuh.


beberapa tetangga keluar dari rumahnya karena mendengar suara ribut-ribut diluar rumah.


__ADS_2