
Ilham dan willy terus berdebat, willy yang terus meyakinkan ilham namun usahanya gagal, ilham tetap lebih percaya dengan apa yang dia dengar dari rekaman suara itu.
"mas, aku mohon, percayalah kepada kita, aku dan pak willy tidak pernah memiliki hubungan yang seperti kamu lihat dan dengar itu!" zihan kembali membuka suaranya untuk meyakinkan ilham.
"kalian pikir aku mudah tertipu? Mungkin kemarin kalian tidak langsung tertangkap basah olehku dengan foto pertama, tapi kali ini buktinya sangat nyata! Kalian sama-sama sadar bukan tidak sadar!" kata ilham yang terus mengelak untuk percaya dengan kata-kata willy maupun zihan.
zihan menghela nafas panjang, dia tidak tau harus bagaimana lagi meyakinkan ilham, bahkan membawa willy kehadapannya saja tidak memberikan hasil.
"mas, aku ketaman karena kondisiku, aku..." zihan tak sanggup untuk menceritakan kejadian yang menimpanya saat disekolah syamil.
"apa? Kamu kenapa? Kamu mau memberikan alasan macam apa lagi?" teriak ilham.
beberapa kali karyawan yang hendak masuk ke ruangan ilham, harus mengurungkan niatnya karena merasa bossnya sedang ada tamu dan ada masalah, karena suara keributan yang mungkin terdengar sampai ke luar ruangan.
"aku, saaat itu bersama mba joanna di kantin, kami sedang menunggu syamil sekolah, tapi entah kenapa, mba joanna terjatuh, saat aku ingin menolongnya, tapi mba joanna malah memfitnahku! Dia bilang kalau dia didorong olehku! Sampai akhirnya beberapa wali murid melihat itu, mereka mulai berbicara tentang aku, mereka menjelekkanku! Mereka menganggapku seorang pelakor kejam, bahkan saat itu mereka menghina diriku habis-habisan! Saat itu, rasanya aku ingin berlari ke dalam pelukanmu! Tapi aku sudah berjanji kepada diriku sendiri untuk bisa kuat menghadapinya, aku harus kuat demi anak dan suamiku!" zihan menceritakan semuanya di hadapan ilham dan willy dengan penuh isak tangis.
Ilham sempat menitikkan air matanya, namun dia menampik semua itu, dia tetap pada pendiriannya percaya dengan apa yang dikirmkan orang itu kepadanya.
Willy yang mendengar semua cerita zihan, merasa ini semua tidak adil untuk seorang wanita yang sangat baik dan hatinya sangat lembut, willy sangat tau sifat zihan karena dia berada di rumah sakit cukup lama saat itu, zihan merawatnya dengan sangat baik dan perhatian, tidak banyak perawat yang memberikan pelayanan yang maksimal untuk pasien di rumah sakit.
"anda sudah dengar semua? Anda sudah bisa menyimpulkan semua? Apa cerita yang dia berikan kurang cukup untuk membuktikan cintanya kepada anda?" tanya willy.
Ilahm hanya bisa diam saat ini, dengan sebuah pertanyaan yang dilemparkan oleh willy kepadanya, membuat dia kembali memikirkan apa yang zihan ucapkan.
"pergi kalian semua dari ruanganku! Pergi kalian semua dari kantorku! Aku tidak ingin mendengar apapun lagi! Sudah cukup semua untukku" ilham mengusir zihan dan willy, dia bahkan tak melihat sedikitpun wajah zihan yang penuh dengan air mata.
__ADS_1
****
"eh, itu kayaknya pak Ilham lagi ribut deh, tadi aku dengar mereka bertiga sedang bicara tentang perselingkuhan, apa istri baru pak ilham selingkuh dengan pak willy?" kata seorang karyawan wanita yang tadi pergi ke ruangan ilham tapi tidak jadi.
"masa sih? Bukannya mereka baru menikah beberapa bulan ini ya?" tanya karyawan yang lain.
"iyah, tadi aku dengar katanya bu zihan berpelukan dengan pak willy di taman yang terlihat dari kantor kita, yang pak ilham buat dulu" katanya lagi.
"enggak nyangka, udah jadi pelakor tapi sekarang malahan temen bisnis suaminya di embat juga" perkataan menohok keluar dari salah satukaryawan ilham.
Mereka terus membicarakan zihan dengan sangat kejam, mereka yang tidak tahu pangkal masalahnya tapi gemar berkomentar dan berspekulasi dengan sepotong percakapan yang mereka dengar.
"aku dengar-dengar, katanya dia mendorong bu joanna hingga terjatuh, bu joanna sebagai istri pertama sangat menderita, kalian tau kan pelakor itu selalu ingin menguasai suami?!" berlla tiba-tiba datang dan memberikan informasi lain yang membuat mereka tambah berpikiran buruk terhadap zihan.
saat mereka sedang membicarakan zihan, ternyata zihan tak sengaja mendengar sedikit perkataan kejam itu, zihan terdiam terpaku dan semakin bersedih, penderitaan yang joanna berikan kepadanya tak henti-hentinya, tidak hanya di sekolah, di kantorpun zihan kini menjadi bahan gunjingan seluruh karyawan yang ada di kantor ilham.
"tidak usah dipikirkan, mereka semua tidak tau semua kebenaran dibalik semua ini" kata willy.
zihan dan willy terus berjalan dan mereka keluar dari kantor ilham.
"mau aku antar pulang?" willy menarkan tumpangan pulang karena tidak tega kepada zihan jika pulang sendiri.
"tidak perlu, aku bisa pulang sendiri dengan taksi" jawab zihan yang menghindari timbulknya masalah yang lain.
"aku carikan taksi dulu" willy mencari taksi untuk zihan.
__ADS_1
Fikiran zihan saat ini masih menerawang jauh, dia masih tidak percaya kalau ilham tidak mau menerima semua yang dia katakan, zihan merasa kali ini ilham sama sekali tidak mempercayai ucapannya, rasanya dia seperti orang terbuang kali ini, tak ada lagi tempat untuknya mengadu dan bersandar.
"terima kasih, untuk bantuannya" kata zihan ketika taksi datang.
"aku harus pergi ke luar negeri lusa, jika ada hal yang perlu aku bantu, hubungi saja rey, ini kartu nama rey" willy memberika sepucuk kertas yang bertuliskan kontak rey.
zihan menolak kartu nama yang diberikan oleh willy, dia tidak ingin lagi ada urusan dengan pria itu.
Zihan masuk kedalam taksi dan pergi dari hadapan willy yang terus memandangnya, willy sangat khawatir dengan zihan hingga akhirnya memutuskan untuk mengikutinya.
Willy masuk ke dalam mobil dan mengikuti taksi yang di naiki zihan, willy benar-benar sangat menyukai zihan, pria ini bahkan sangat marah dengan sikap ilham tadi, dia tidak menyangka ilham dapat dibutakan oleh amarahnya.
willy yang sejak dari kantor ilham mengikuti zihan, kini berhenti saat taksi itu masuk ke dalam sebuah gang, willy tau alamat itu dari rey personal asitennya, zihan kembali ke rumah lamanya, melihat zihan kembali kerumah lamanya willy sudah lega, karena pasti zihan akan baik-baik saja di sana.
*****
Ting tong
Suara bel rumah berbunyi, zihan yang baru selesai memberisihkan diri, keluar dari kamarnya dan melihat keluar dari jendela ruamh, tidak ada orang di depan rumahnya, tapi ada beberapa kantong plastik tersimpan di depan pagar rumah.
Zihan keluar dan melihat apa isi dari katong tersebut, ternyata beberapa makanan siap saji, minuman, makanan ringan dan secarik kertas.
"makanlah, meski suasana hatimu sedang tidak baik-baik saja, kamu harus tetap makan agar bisa membantumu tetap sehat dan kuat menghadapi permasalahan ini, ini aku selipkan kartu nama rey, hubungi dia jika butuh bantuan"
zihan mencari willy, namun ternyata dia tidak terlihat, zihan tak menyangka willy sangat perhatian kepadanya, namun zihan merasa takut dengan perhatian willy yang akan menimbulkan masalah baru untuk dirinya.
__ADS_1