Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Khawatir yang berlebihan


__ADS_3

Zihan yang lima hari tidak bertemu dengan Syamil, sangat merindukan putra sambungnya itu, malam ini Zihan meminta izin kepada Ilham untuk mengajak Syamil tidur bersama mereka berdua.


"boleh" kata Ilham


"horeee malam ini aku tidur sama Daddy dan ibu" girang Syamil.


melihat cucunya yang penuh kegembiraan membuat Retno sangat terharu.


"andai waktu itu aku menemukanmu Zihan, mungkin kalian sekarang sudah sangat bahagia" ujar Retno didalam hatinya.


Retno mulai berkaca-kaca melihat suasana yang jarang sekali ia rasakan.


"kalo begitu Syamil siap-siap dulu, ganti baju, sikat gigi, baru nanti kita naik keatas bobo sama-sama" kata Zihan dengan penuh kelembutan.


"tapi ganti baju dan sikat giginya ditemenin sama ibu Zihan kan?" manja Syamil.


"okeh boleh banget, ayo let's go" Zihan menggandeng Syamil.


setelah Syamil dan Zihan masuk kedalam kamar Syamil, Retno menatap Ilham.


"ham, bagaimana perjalanan kalian?" tanya Retno yang berharap mendapatkan kabar gembira.


"ibu tenang ajah ya, aku dan Zihan sudah mulai saling belajar untuk mencintai" kata Ilham


"syukurlah, kalau kalian sudah bisa menerima satu sama lain, ibu seneng" kata Retno


Ilham tersenyum melihat raut wajah bahagia ibunya.


"ibu, nanti kalau mommy bisa lihat lagi, ibu Zihan tetap jadi ibunya Syamil kan?" tanya Syamil saat sedang digantikan baju oleh Zihan.


"Syamil maunya ibu Zihan tetap jadi ibu Syamil apa enggak?" Zihan berbalik bertanya kepada Syamil.


"Syamil maunya ibu Zihan yang jadi mommy Syamil" kata Syamil

__ADS_1


"ibu Zihan akan jadi ibunya Syamil selamanya" kata Zihan sambil memeluk tubuh Syamil.


"ibu Zihan janjikan?" Syamil mengulurkan jari kelingkingnya.


"janji" Zihan mengaitkan hari kelingkingnya pada jari Syamil.


mereka berdua saling menautkan jari dan Zihan mengecup pipi Syamil, setelah semua selasai merekapun naik kekamar yang letaknya dilantai dua.


Syamil kini sudah tertidur pulas didalam pelukan Zihan, momen yang sangat mengharukan pasalnya Syamil sejak berusia lima bulan sudah tidur dengan neneknya karena Joanna sibuk bekerja sehingga membuatnya tidak bisa mengurus Syamil.


Ilham melihat Syamil dan Zihan saling berpelukan, sangat terlihat jelas mereka berdua saling merindukan dan Ilham pun ikut memeluk putranya sampai ia juga ikut terlelap.


hari Minggu yang diguyur hujan membuat udara menjadi sangat dingin.


"uhuk uhuk uhuk" Syamil batuk-batuk.


"sayang kamu kenapa?" tanya Zihan dan langsung memeriksa Syamil


"sepertinya asma Syamil kambuh karena cuaca dingin" jelas Dina suster yang merawat Syamil sejak usia satu tahun.


"ada Bu, saya sudah memberi Syamil obatnya" kata Dina


"apa selalu seperti ini? dan sudah diberikan perawatan?" tanya Zihan lagi dan kini pertanyaan itu ditujukan untuk Ilham.


"sudah, kami selalu chekup tiga ikan sekali" jelas Ilham.


"apa saat merasa dingin gejala yang ditimbulkan selalu batuk?" tanya Zihan terus menerus


"sayang sudah jangan terlalu khawatir, kami selalu memeriksakannya danroy pun sudah memberikan obat khusus untuk Syamil" Ilham mencoba menenangkan Zihan.


"mas, aku hanya bertanya apa selalu seperti ini gejalanya?" Zihan kembali bertanya sambil menekan semua ucapannya sampai akhir.


"biasanya tidak sampai batik seperti ini" kata Dina memberi tahukan Zihan.

__ADS_1


"kalau begitu bawa Syamil segera ke rumah sakit" kata Zihan.


"sayang, Syamil sudah diberi obat, kita lihat dulu jika tidak membaik baru kita bawa kerumah sakit" Ilham bingung dengan sikap Zihan.


"mas, bawa Syamil sekarang kerumah sakit" tegas Zihan.


"tapi..."


"mas!" Zihan berteriak dan hampir saja menangis.


Ilham pun akhirnya menuruti perkataan Zihan untuk membawa Syamil kerumah sakit.


sesampainya mereka dirumah sakit, Syamil langsung diperiksa oleh Roy.


Zihan yang menunggu diluar terlihat sangat berbeda dari biasanya, Ilham terus memperhatikan sikap Zihan yang menggigit kuku jari jempolnya yang Ilham ketahui kuku Zihan tidak pernah panjang.


Roy keluar dari ruang pemeriksaan lalu menemui Ilham dan Zihan, melihat Roy keluar dari ruangan Zihan pun langsung berlari kearahnya.


"gimana dok keadaan Syamil?" tanya Zihan.


"Syamil baik-baik saja, tidak perlu ada yang khawatirkan" jawab Roy.


mendengar penjelasan Roy, Zihan langsung masuk keruang pemeriksaan untuk menemui Syamil yang masih didalam bersama perawat.


"Roy, aku membawa Syamil kemari atas permintaan Zihan, aku tidak mengerti kenapa Zihan seperti orang yang khawatir berlebihan" Ilham menjelaskan apa yang ia lihat mengenai sikap Zihan hari ini.


"perlu kau ketahui, Zihan adalah seorang perawat, dia sudah merawat begitu banyak pasien dengan gejala yang beraneka ragam, saat itu Zihan sedang menangani pasien yang sakit asma, Zihan sudah cukup akrab dengan anak itu, suatu hari anak itu mengalami gejala yang sama seperti Syamil hari ini namun karena ibunya terlambat memanggil tim medis, anak itu tidak terselamatkan, mungkin itu yang membuatnya khawatir berlebihan" Roy menceritakan kejadian yang membuat Zihan saat itu sangat kehilangan seorang Pasian yang sudah cukup lama dirawat dirumah sakit harapan.


kini Ilham mengerti mengapa sikap Zihan seperti hari ini dan Ilham sangat bersyukur Zihan menyayangi putranya dengan begitu tulus.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2