
Joanna kembali kerumahnya dan dia membuka kamar Syamil, dilihatnya Syamil tidak sedang berada dikamarnya.
"mbok, kemana Syamil?" tanya Joanna.
"oh itu anu nyonya, Syamil sedang pergi sama ibu, katanya ada acara ulang tahun teman sekolahnya Syamil" kata mbok min memberitahukan keberadaan Syamil.
"oh begitu" tanggapan yang sangat datar dari Joanna.
terlihat Joanna tidak terlalu perduli kepada Syamil, padahal Syamil adalah putra nya dengan Ilham.
Joanna masuk kedalam kamarnya dan mulai menyalakan ponsel yang tadi dia sengaja matikan.
"sepuluh Miss call, tapi dari nomor yang tidak aku kenal!" kata Joanna dan mengabaikannya.
Joanna membuka bajunya yang penuh tanda merah-merah di sekitar dadanya, dia melihat tanda itu dan tersenyum penuh kepuasan.
*****
"aku coba telepon lagi kali ya si Joanna nya" kata Riska.
Riska berfikir sejenak apa dia harus menelepon Joanna sekarang atau nanti saja.
"aku telepon saja!"
*****
kriiing kriiing kriiing
Joanna mendengar suara ponselnya berdering dia keluar dari dalam kamar mandi menggunakan handuk bajunya setelah selesai mandi.
diraihnya ponsel itu dan dilihat nomor yang sama yang tadi menghubunginya.
__ADS_1
"siapa sebenarnya yang menghubungiku sampai-sampai dia terus menelepon"
"hallo" sapa Joanna.
"hallo dengan Bu Joanna?" sapa wanita yang tidak dikenal oleh Joanna.
"benar saya Joanna, ada apa anda menelepon saya berkali-kali?" tanya Joanna.
"saya hanya ingin memastikan bahwa anda mendapatkan paket yang saya kirimkan kemarin" ujar Riska tanpa memberitahukan siapa namanya kepada Joanna.
"paket? saya tidak menerima paket apapun! siapa kamu sebenarnya? dari mana kamu mendapat kan nomor ponsel saya?" kata Joanna penasaran.
"perkenalkan saya Riska, mantan sekertaris pak Ilham yang didepak karena kehadiran Zihan" jelas Riska yang kemudian memperkenalkan diri kepada Joanna.
"lalu apa maksudmu menghubungi ku?"
"aku ingin memberitahukan kelakuan suami mu dibelakang mu" kata Riska.
"cari saja amplop coklat yang aku kirimkan untukmu, nanti kamu akan mengetahuinya, jika ada pertanyaan hubungi saja aku dinomor ini!" Riska menutup teleponnya dan dia sangat senang bisa berbicara kepada Joanna.
"aku menantikan perang diantara kalian semua!" pekik Riska penuh kemenangan dihatinya.
******
Joanna bergegas keluar kamar dan mencari mbok min didapur namun dia tidak menemukannya, lalu Joanna pergi keluar rumah untuk bertanya kepada satpam tentang amplop surat yang dikirim untuk dirinya.
"pak, saya mau tau, apa kemarin ada surat untuk saya?" tanya Joanna.
"oh, benar Bu, saya kemarin titipkan di mbok min" jelas satpam.
Joanna kembali masuk kedalam rumahnya dan mencari mbok min keruang asisten rumah tangga, di ruang gosokan tidak dia temukan dan akhirnya Joanna mengetuk pintu kamar mbok min.
__ADS_1
"maaf, ada apa nyonya?" tanya mbok min.
"mbok, kemarin kata satpam ada surat untuk saya, kenapa kamu tidak memberikan surat itu kepada saya?" Joanna marah-marah kepada mbok min yang membuat mbok min diam seribu bahasa.
"ma ... maaf nyonya, amplop suratnya diambil sama Neli kemarin" kata mbok min sambil ketakutan.
Joanna meninggalkan mbok min dan dia menuju kamar mertuanya yang bersebelahan dengan kamar anaknya Syamil.
Joanna membuka pintu kamar Retno dan dia mulai mencari-cari keberadaan amplop yang seharusnya diberikan kepadanya.
Joanna menggeledah setiap sudut kamar Retno namun dia tidak menemukannya, Joanna tidak menyerah dia terus mencari sampai akhirnya dia temukan amplop coklat kecil yang berada didalam lemari.
Joanna meraihnya dan memeriksa isi dari amplop itu.
"foto?" kata Joanna.
dia mulai membalik lembaran foto itu dan betapa terkejutnya dia melihat foto-foto itu.
"berciuman, berpegangan, pergi kepasar dengan sangat mesra, tinggal bersama dalam satu rumah!" Joanna membaca semua tulisan dan melihat semua gambar didalam foto itu.
"hah! aku tidak menyangka mas kamu akan berbuat lebih kotor dari pada aku!" ujar Joanna.
"kamu bahkan tinggal bersama wanita ini?, apa kelebihan wanita ini sampai bisa membuatmu melupakan aku?" kesal Joanna dan lalu keluar dari kamar Retno.
Joanna kembali kekamarnya dan dia mencoba menghubungi Riska.
*****
kriiing kriiing
ponsel Riska berdering namun Riska tidak menghiraukannya, dia mau Joanna semakin penasaran dan dia juga mau setiap informasi yang diberikannya akan menjadi pengadilan untuknya.
__ADS_1
"aku tidak akan menjawab panggilan mu sekarang! aku akan memanfaatkan mu juga Joanna!" kata Riska.