
"apa Riska?" kata Zihan
Ilham tidak berfikir demikian, dia malah mencurigai Joanna sebagai dalang atas semua ini.
"sudah tidak perlu difikirkan, Syamil sudah sampai dirumah, temani dia, aku akan bicara dengan ibu" kata Ilham sambil mengelus lembut wajah Zihan.
mereka berdua keluar dari kamar dan menuruni tangga. mereka berdua bertemu Joanna, Syamil dan Retno yang berada di ruang televisi, Syamil tampak sedang fokus menonton cartoon kesukaannya.
"tenanglah" kata Ilham dengan menggenggam erat tangan Zihan.
"Bu, aku mau bicara sebentar" kata Ilham kepada ibunya
Retno dan Ilham pergi menuju ruang kerja pribadi Ilham. sedangkan Zihan duduk di sofa menemani Syamil menonton. Joanna melihat ada yang salah situasinya.
"kenapa, mereka terlihat baik-baik saja? bukannya Ilham sudah menerima foto-foto itu?" tanya Joanna dalam hatinya.
"mba, kenapa?" tanya Zihan yang melihat Joanna seperti sedang murung.
"ah, tidak, aku tidak apa-apa, aku kembali ke kamar dulu" kata Joanna dengan sikap yang aneh.
Joanna terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu di mata Zihan, Joanna terlihat kikuk saat Zihan bertanya kepada dirinya dan Joanna terlihat seperti sedang berfikir sesuatu.
*****
ilham dan Retno masuk ke dalam ruang kerja Ilham, di dalam mereka duduk bersama, Ilham menggenggam tangan ibunya.
"Bu, aku tau ibu sedang memikirkan Zihan yang tidak sadarkan diri saat aku dan Syamil pergi berkemah, benar,kan? tanya Ilham kepada ibunya.
"bagaimana ibu tidak memikirkannya, ibj terkejut dengan informasi yang disampaikan oleh kedua satpam kita" kata Retno.
"ilham sudah bertanya juga dengan kedua satpam kita dan seseorang mengirimkan ini kepada Ilham ke alamat kantor" kata Ilham.
"jadi, Zihan selingkuh? dia sama seperti Joanna?" tanya Retno dengan raut wajah yang sedih.
"tidak Bu, kali ini wanita yang ibu pilih dia sangat berbeda, menantumu tidak berselingkuh, aku akan membuktikannya kepada ibu, ini foto mereka" Ilham memberi foto-foto itu agar ibunya melihat.
"hah!" Retno terkejut melihat foto-foto itu
__ADS_1
"ini Zihan dan Willy, rekan bisnis ku, kami sering bertemu, aku tau Willy sangat menyukai Zihan, tapi aku juga tau, Willy buka tipe pria yang akan melakukan hal kotor!" jelas Ilham
"apa kamu yakin? kamu tidak sedang membohongi dirimu sendirikan?" tanya Retno sambil mengangkat wajah putranya dengan kedua tangannya.
"aku yakin Bu, awalnya aku memang sangat emosi sehingga marah kepada Zihan bahkan aku mendatangi kantor Willy dan mengancamnya, tapi kata-kata Willy menyadarkan ku Bu! aku tak seharusnya mencurigai tanpa mencari kebenarannya"
"carilah kebenaran itu,nak, buktikan bahwa dia wanita yang pantas untukmu dan Syamil" ujar Retno.
"aku akan mencarinya Bu, jadi aku mohon jangan menghindar dari Zihan" Ilham memohon kepada ibunya agar tidak berubah sikap.
"ibu tidak akan menghindarinya, ibu janji" Retno berjanji kepada ilham.
mereka berdua saling berpelukan, Retno yakin putranya tidak akan mengingkari janji, dan setelah mendengar penjelasan anaknya, dia juga yakin menantunya tak seperti yang dia duga kemarin.
*****
"sayang, tidur siang dulu, nanti sore kita jalan-jalan sama Mhiu dan Phiu" ajak Zihan
"siap, Mhiu" Syamil langsung berdiri dan dia masuk kekamarnya bersama Dina baby sitter yang menjaga Syamil.
"Dina, tolong kalau Syamil sudh tidur, aku mau bicara denganmu" kata Zihan.
"Zihan" panggil Retno.
"ibu" Zihan menoleh.
"Zihan, maafkan sikap ibu kemarin dan tadi pagi yang telah mengabaikanmu" Retno memeluk Zihan, dia merasa bersalah telah menjudge menantunya sebelum menyelidiki kebenarannya.
"ilham, gunakan anak buah almarhum ayahmu, ibu yakin mereka bisa lebih cepat mencari tau semua ini, kita akan tau siapa yang menjebak mu" Retno tersenyum ke arah Zihan.
*****
Willy yang bergerak lebih dulu mencari tahu semua kejadian itu. banyak sekali pertanyaan dibenak Willy tentang foto itu.
"dimana kejadiannya? siapa yang melakukan itu? apa hubungannya denganku dan Zihan? aaaaaah begitu banyak pertanyaan di otak ini!" Willy berteriak sehingga membuat Rey terperangah.
"Rey! cepat suruh mereka mencari, jangan terlalu lama, hari ini aku harus mendapat petunjuknya! aku tidak mau Zihan dipandang sebelah mata!" geram Willy sambil bicara dengan Rey, personal asirtennya.
__ADS_1
"aku sudah mengerahkan mereka semua, mereka sedang dalam pencarian, mohon di tunggu" kata Rey sambil tangannya sedikit bergetar setelah mendengar Willy berteriak.
"Rey, coba kamu selidiki Carlos juga! aku sedikit mencurigainya!" kata Willy.
Willy merasa kejadian seperti ini baru pertama kali dia alami, selama ini tidak pernah dia terjebak dalam situasi konyol dengan seorang wanita, Willy sangat menjaga harkat dan martabatnya, meski dia menyukai wanita, dia tidak akan pernah menidurinya sebelum terikat pernikahan.
"aku akan beri pelajaran kepada mereka! dia tidak tau sedang berhadapan dengan singa!" Willy sedikit menyipitkan matanya dan menggebrak meja kerjanya.
*****
"hallo, Carlos, apa kamu tidak salah mengirimkan foto?" tanya Joanna di telepon.
"ada apa memangnya? aku atau anak buahku tidak akan pernah salah dalam melakukan tugas! jangan meremehkan ku!" kesal Carlos
"aku tidak meremehkan mu! aku hanya bertanya, sebab Ilham sama sekali tidak bereaksi berlebihan, dia bahkan tidak bertengkar dengan Zihan!" kata Joanna.
"mungkin suamimu tidak terpengaruh!" kata Carlos
"tidak mungkin, saat kita kepergok, dia bahkan langsung mengajukan gugatan cerai!" jelas Joanna
"mungkin karena itu hanya sebuah foto, bukan sesuatu yang dia lihat sendiri" kata Carlos
"kau benar Carlos, apa kita harus menjebak mereka kembali dan membuat Ilham melihat perbuatan mereka?" ujar Joanna dengan diakhir pertanyaan.
"Joanna! hentikan semua ini, aku sudah memintamu agar meninggalkannya dan aku yang akan membiayai semua kebutuhan hidupmu!" kata Carlos yang terus mendesak Joanna.
"tidak Carlos! aku membutuhkan cinta Ilham"
"cinta? kenapa jika kamu ingin memiliki cintanya tapi berselingkuh?" tanya Carlos yang jengkel dengan sikap Joanna.
"dulu aku hanya ingin dicintai olehnya agar hidupku sempurna meski aku tidak mendapatkan kepuasan darinya, hanya kamu yang bisa membuat hatiku melambung tinggi!" jelas Joanna.
"tapi kamu tidak bisa serakah Joanna, dia sudah mencintai wanita lain, hatinya sudah tidak bisa kembali kepadamu!" tegas Carlos yang ingin menyadarkan Joanna dari mimpi yang tak mungkin dia gapai.
"tidak Carlos! kau saja bisa tetap bersama istrimu tapi juga bersamaku!" Joanna membandingkan Ilham dengan Carlos
"Joanna! kasusku dan Ilham berbeda, istriku tidak perduli dengan cintaku asal dia bisa menikmati hartaku, dia juga mengizinkan ku bercinta dengan wanita tapi Sanya satu wanita dengan syarat saham lima puluh persen untuk dirinya! sedangkan Ilham dia mengandalkan perasaannya, dia tidak mungkin bisa seperti aku, lagi pula apa kamu bisa seperti istriku? bersikap acuh meski hancur?" Carlos bertanya kepada Joanna.
__ADS_1
joanna terdiam seribu bahasa, dia tidak akan mungkin bisa seperti istri Carlos.