Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Kata Cinta


__ADS_3

Ilham dan Zihan kini sudah berbaikan, kehidupan rumah tangga mereka kembali normal.


"kita akan ajak Syamil jalan-jalan ketaman hari ini," kata ilham kepada Zihan yang sedang mengenakan pakaian setelah mandi.


"Syamil pasti akan menyukainya" sahut Zihan.


Selesai bersiap, zihan dan Ilham, langsung menuju kerumah Retno untuk menjemput Syamil.


Ilham starter mobilnya dan melaju kan mobilnya, untuk segera sampai ke rumah ibunya.


Setelah sampai, tak berapa lama ternyata Syamil telah menunggu Ilham dan Zihan di depan pintu rumah neneknya.


"Neli ... Nelly lihat, Mhiu dan Phiu sudah datang," teriak Syamil kegirangan ketika melihat mobil ayahnya masuk ke dalam pekarangan rumah neneknya.


Zihan turun dari mobilnya beserta dengan Ilham, Syamil langsung berlari menghampiri dan menggandeng tangan Zihan.


"Mhiu, hari ini mau jemput aku kan, benarkan Phiu?" tanya Syamil sambil mengguncangkan tangan Ilham.


"Tentu sayang Mhiu dan Phiu, akan menjemput Syamil, tapi sebelum kita pulang ke rumah, kita akan pergi ke taman, Syamil suka?" tanya Ilham sambil menyentuh lembut pipi anaknya.


"Tentu aku suka dong, Mhiu, Phiu, aku sudah lama tidak pergi jalan-jalan bersama Mhiu dan Phiu" sahutnya dengan wajah yang sangat menggemaskan.

__ADS_1


Syamil memang anak yang cerdas dan sangat menggemaskan, ketika dia tersenyum seakan dunia Zihan begitu indah.


Zihan dan Ilham beserta Syamil pergi menuju ke taman yang biasa mereka kunjungi, di sana Syamil langsung berlari bermain di lapangan yang begitu luas, yang dibuat Ilham untuk Syamil, mereka bermain-main, bersama bernyanyi-nyanyi dan juga Ilham mengangkat Syamil lalu menerbangkannya di udara membuat Syamil semakin tertawa kegirangan karena bahagia bisa bersama dengan ibu dan ayahnya lagi.


Sedang asyik bermain, Willy ternyata datang ke taman itu dan Willy langsung menghampiri Syamil.


"Paman Wil" panggil Syamil yang sudah terlihat akrab dengan Willy.


"Hai Syamil, kalian sedang di sini ternyata" tanya Willy dan mengangkat tubuh Syamil lalu menngendongnya.


Zihan beserta Ilham menghampiri Syamil dan Willy.


"Iya kami sedang bermain di sini bersama Syamil, kenapa bang Will bisa ada di taman ini juga?" tanya Zihan bingung.


"Oh ya benar Will, di sana ada lahan kosong yang tepat, jika memang kamu ada niat untuk menjadikannya sebuah cafe menurutku itu tempat yang strategis!" jawab Ilham dengan sedikit bersahabat.


Kini Ilham tidak lagi mencurigai niat Willy, bahkan dia juga merasa Willy yang telah membantunya selama ini, untuk mendapatkan Zihan kembali dan menyadarkannya atas semua kesalahan yang telah dia perbuat.


Willy dan Ilham berjalan-jalan disekitar taman, mereka melihat-lihat suasana dan mencari tempat yang lebih strategis untuk rencana Willy membuat sebuah cafe.


"Sepertinya kalian sudah berbaikan?" tanya Willy kepada Ilham

__ADS_1


"Iya ini semua berkatmu, terima kasih Willy, kamu telah membantuku, dengan Zihan sepenuh hati dan terima kasih juga kamu telah menolong Zihan saat dia hampir kehilangan nyawanya," Ilham mengulurkan tangannya dan Willy pun menjabat tangan Ilham.


Mereka berdua kembali berjalan-jalan sambil berbincang-bincang ringan, sesekali diselingi oleh canda tawa serta senyuman terukir di wajah mereka berdua, pria yang sama-sama mencintai Zihan namun kini dengan pandangan yang berbeda.


Saat Willy dan Ilham kembali, Zihan melihat kedekatan Willy dan Ilham, dia merasa senang kini Ilham tidak lagi mencurigainya dan Willy, dia juga senang Ilham bisa mengakrabkan diri bersama Willy.


"Semoga kami benar-benar menjadi keluarga keluargaku keluarga Ilham dan Willy yang sudah menyelamatkan ibuku" batin Zihan.


"Zi, Jam, nanti malam jika tidak ada acara lain, aku dan Ibu, ingin mengundang kalian makan malam bersama, bawa ibumu juga, siapa tahu bisa membantu ingatan Ibuu" kata Willy sambil menepuk lengan Ilham.


"Kami pasti datang, kirimkan saja lokasi makan malamnya" kata Ilham.


mereka kini benar-benar seperti seorang ipar, meski Willy bukan kakak kandung Zihan, namun rasanya Zihan benar-benar mendapatkan seorang kakak yang seperti dia bayangkan selama ini.


mereka semua kembali kerumah masing-masing.


"terima kasih mas," kata Zihan.


"untuk?" tanya Ilham.


"kamu bisa bisa menerima Willy sebagai saudara, meski dia bukanlah kakak kandungku" kata Zihan sambil menoleh.

__ADS_1


"itu semua, aku lakukan, karena kamu adalah istriku, dan Willy telah menyelamatkan mu, ibumu juga masih hidup berkat keluarga Willy" kata Ilham penuh syukur.


__ADS_2