Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Kesalah pahaman


__ADS_3

Syamil, Joanna dan Ilham tidur satu kamar atas permintaan Syamil.


"mas, terima kasih sudah mau menuruti permintaan Syamil" kata Joanna.


Ilham membalikkan badannya agar tidak berhadapan dengan Joanna.


"malam ini aku akan mengalah mas, tapi besok malam dan malam-malam selanjutnya kamu yang akan mengalah dari ku, aku akan membuatmu terpesona" batin Joanna.


Joanna memejamkan matanya sedangkan Ilham tak bisa tidur, dia memikirkan perasaan Zihan yang pastinya terluka karena dia memilih tidur dengan Joanna dalam satu kamar.


"maafkan aku Zihan, aku tak berdaya me Olak permintaan Syamil, besok aku akan meluruskan semuanya"


******


Zihan menatap langit yang bertabur bintang, bintang-bintang itu seakan mengerti kesedihan yang sedang dirasakan oleh Zihan.


"bintang, mengapa aku harus merasa sakit sedangkan aku tau, kami berdua adalah istri yang sama-sama terikat dalam pernikahan yang sah, harusnya ku buang semua perasaan ini, tapi aku ternyata tak sanggup menepisnya dari dalam hati" Zihan bicara kepada bintang.


Zihan menundukkan wajahnya dan berlinangan air matanya.


"aku tak berhak melarang mu, aku akan berusaha untuk tetap kuat, aku tidak boleh lagi egois, aku harus menerima bahwa aku adalah madu mu!" ujar Zihan lagi dalam Isak tangisnya.


Zihan melangkah kedalam kamarnya, langkah gontai hampir membuatnya tersungkur namun sebuah tangan menangkapnya dan memeluknya.


"jangan pernah menangis lagi, aku mohon" ujar Ilham yang ternyata masuk tanpa disadari olehnya.


Zihan tak kuasa menahan semuanya, dia kembali menangis di pelukan suaminya.


"maafkan aku Zihan, aku bukan suami yang tegas, aku memberikan kesempatan kedua kepada Joanna untuk menjadi ibu Syamil demi dia menyetujuimu sebagai istri keduaku, tapi ternyata aku tidak bisa mendisiplinkanya" tutur Ilham sambil menatap lekat wajah Zihan.


"aku rela berbagi dengannya mas, dia juga istrimu yang masih sah, kalian berdua belum bercerai jadi aku tak bisa melarang kalian untuk tidak tidur bersama" kata Zihan yang berusaha ikhlas.


"tenanglah aku tidur satu kamar dengannya atas permintaan Syamil, tidak lebih, aku tidak akan pernah tergoda dengannya, sayang" janji Ilham.


"mas, jangan hanya memperhatikan ku saja, mba Joanna juga butuh dirimu, mungkin dia seperti ini karena merindukan perhatian dari mu" kata Zihan


"Joanna tidak pantas lagi mendapatkan perhatian dari ku!" kata Ilham.


*****

__ADS_1


pagi menjelang Ilham hendak masuk kedalam kamar tapi dia mendengar suara seperti sedang memarahi.


"mommy mau kamu bilang sama Daddy kalau, Daddy harus mencium mommy sebelum berangkat bekerja." perintah Joanna sambil membentak Syamil.


Braaak ...


"apa-apaan kau Joanna! tidak sepantasnya kamu memaksa Syamil melakukan hal diluar kehendaknya!" teriak Ilham yang sudah tak kuasa menahan amarahnya melihat anaknya terintimidasi oleh ibu kandungnya sendiri.


"ada apa ini Ilham" tanya Retno.


"nanti aku ceritakan! Bu bawa Syamil keluar dari kamar ini! aku akan memberikan pelajaran kepada Joanna," kata Ilham


Retno membawa cucunya keluar dari kamar Joanna.


"apa sebenarnya yang kamu inginkan Joanna? apa kamu juga yang menyuruh Syamil untuk meminta kita tidur bersama?"bentak Ilham ketika Syamil dan ibunya sudah keluar dari dalam kamar.


"Iyah benar!" jawabnya.


Joanna kita tak mengelak lagi bahwa memang dia yang meminta hak itu kepada Syamil.


"hmmm! sungguh wanita licik!" teriak Ilham.


"ooh, jadi kamu melihatnya? bagus lah jika kamu melihat semuanya, sudah jelaskan kalau aku sangat menginginkan Zihan bukan lagi dirimu!" tegasnya.


"tidak Ilham, kamu masih menginginkan ku! kamu tidak pernah bisa lepas dari hasrat yang sudah tersimpan selama bertahun-tahun dan permainanku lebih bisa memuaskan mu!" Joanna bicara dengan sangat percaya diri.


"oh ya? aku tidak yakin, aku akan tergoda lagi dengan mu!" gumam Ilham.


"kalau begitu kita buktikan! apa kamu akan menolak kemolekan tubuhku? atau kamu akan bermain dengan tubuh indahku!" Joanna membuka bajunya dan tersisa hanya pakaian dalamnya saja.


Joanna mendorong Ilham hingga jatuh di atas ranjang yang dulu menjadi saksi permainan panas mereka berdua dan kini permainan itu akan dimulai lagi.


"nikmati permainanku" ujar Joanna yang kini sudah berada di atas tubuh Ilham.


Ilham terkejut melihat Joanna benar-benar melucuti pakaian di depan matanya.


"lihat aku mas, pandangi aku" Joanna membuka bra miliknya sehingga terpampang gundukan indah miliknya.


Zihan menuruni tangga kamarnya dan mencari-cari orang rumah namun tidak ditemukannya, dia lewat didepan kamar Joanna dan melihat kedalam karena pintu tak tertutup rapat.

__ADS_1


Zihan terkejut melihat suaminya akan bercinta dengan Joanna. dada nya terasa sesak melihat Joanna sedang menguasai permainan dengan duduk di atas tubuh Ilham tanpa sehelai pun benang menutupi tubuhnya.


"Joanna!" teriak Ilham.


Joanna menahan tubuh Ilham untuk tidak menghindar dari nya.


"jika aku membuka seluruh pakaian dalam ini, apa kamu masih bisa menahan hasratmu?"


Ilham dengan segenap tenaganya membanting Joanna keatas ranjang, kita posisi mereka berubah, Ilham berada diatas Joanna.


dia melepas pakaian dalam yang menutupi inti Joanna.


dirasakannya Joanna sudah sangat bergairah, dia mainkan milik Joanna sampai istrinya itu mengerang hingga menusuk gendang telinga Zihan yang tengah menyaksikan mereka berdua.


Joanna tak bisa menahan keinginannya untuk bercinta, dia ingin mengecup Ilham namun Ilham menahannya, Ilham terus bermain dengan jari-jarinya hingga Joanna semakin mengerang dahsyat dan mengeluarkan cairan hangat.


Ilham menarik keluar jarinya.


"ah, mas sungguh indah sentuhanmu" racau Joanna.


"semua sudah berakhir Joanna! aku sudah membuktikan ketidak tertarik aku kepadamu! tapi ternyata kini kamulah yang sangat menginginkanku!" Ilham membersihkan harinya di dalam kamar mandi dan dia meninggalkan Joanna yang masih terlentang tanpa pakaian diatas kasur.


"Zihan" Ilham sangat terkejut melihat ternyata Zihan ada didepan pintu kamar Joanna menyaksikan semuanya.


Zihan tersenyum melihat suaminya keluar.


"tidak apa mas, itu sudah kewajiban mu memberikan nafkah batin kepada seorang istri" kata Ilham.


"tidak Zihan, kau salah faham! aku melakukan itu untuk membuktikan kepada Joanna bahwa aku tidak lagi tertarik dengannya dan hanya dia yang menginginkanku" Ilham menjelaskan semuanya.


"aku percaya mas" jawab Zihan


dari dalam kamar Joanna seperti mendengar suara Ilham dan Zihan.


"mas, nanti malam aku tunggu kamu, tepati janjimu untuk bercinta denganku malam ini, aku akan berdandan sangat cantik dan sexy untuk menghiburmu" teriak Joanna yang sengaja memanas-manasi Zihan.


"aku permisi dulu mas" kata Zihan.


"Zihan ... Zihan" Ilham mengejar Zihan untuk kembali menyudahi kesalah pahaman ini.

__ADS_1


"Zihan, semua itu bohong, dia hanya ingin membuatmu kecewa kepadaku, percayalah aku tidak tergoda sedikitpun dengannya" Ilham bicara sambil mengejar Zihan yang berlari ke kamar mereka.


__ADS_2