Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
penglihatan yang samar-samar


__ADS_3

"muuuaach" Syamil mengecup pipi Zihan sebelum masuk ke gerbang sekolah.


"nanti Mhiu jemput ya" janji Zihan


"dadah Mhiu, dadah Phiu"


********


"Rey, hari ini bukannya kita ada janji dengan pak Ilham?" tanya Willy


"benar pak, rencananya setelah makan siang" info Rey


"majukan menjadi sebelum makan siang" perintah Willy


Rey langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Ilham untuk mengubah janji temu.


"maaf pak, infonya hari ini pak Ilham sedang ada urusan sebelum makan siang, dia dan istrinya harus menjemput putranya disekolah" jelas Rey setelah menghubungi Ilham.


********


"siapa mas?" tanya Zihan saat Ilham selesai berbicara diponsel.


"asisten pak Willy, mereka ingin memajukan jam pertemuan kita" kata Ilham sambil terus menyetir mobil.


"aku kadang bingung dengan sikap pak Willy, dia selalu menggebu soal pertemuan dengan kita" ujar Zihan


"sepertinya dia menyukaimu" celetuk Ilham dengan ekspresi datar


Zihan tertawa kecil mendengar perkataan suaminya yang terkesan sedang cemburu buta.


"mas, kamu itu kalo bicara suka asal"


"memang benar, kamu tidak lihat ekspresinya saat terakhir kita bertemu di pabrik? dia terkejut saat aku bilang kemu sudah memiliki suami" jelas Ilham dengan menggebu.


Zihan sedikit mengingat-ingat peristiwa itu dan ia kembali tersenyum.


"mas mungkin dia terkejut karena berfikir diusiaku yang muda tapi sudah memiliki suami bahkan anak" kata Zihan yang ingat saat itu Ilham bilang kalau Zihan sudah ada janji dengan anak dan suaminya.


"sayang diakan tidak tau usiamu berapa, jadi mana mungkin dia berfikir seperti itu" kata Ilham.


"sudah mas, meski dia menggodaku, aku tidak akan pernah tergoda karena aku sangat mencintaimu" Zihan mengeluarkan jurus jitunya untuk menenangkan hati Ilham.


Ilham tersenyum dan mengecup punggung tangan Zihan.


********


"Bu Joanna jangan terlalu cepat jalannya, nanti bisa cedera" kata perawat


Joanna tidak menghiraukan peringatan yang diberikan oleh perawatnya.


"Bu Joanna hati-hati" perawat kembali memperingati Joanna.


"aaah" Joanna terjatuh


"Bu.." perawat berusaha menolong Joanna yang terjatuh


"berhenti!" kata Joanna


perawat itu terkejut karena Joanna bisa tau bahwa ia sedang melangkah kearahnya.


Joanna kembali bangun untuk berdiri dan terus latihan berjalan.


"aku harus segera pulih seutuhnya" bisik Joanna

__ADS_1


perawat Joanna hanya bisa memperhatikan setiap langkah kaki Joanna.


"Bu" teriaknya lagi saat Joanna hampir terjatuh.


"diam!" teriak Joanna


Retno yang menyaksikan kegigihan Joanna untuk kembali pulih semakin khawatir mengenai hubungan Zihan dan Ilham yang tidak diketahui Joanna, terlebih Zihan dan Ilham menikah secara sirih tanpa persetujuan Joanna.


"kenapa kamu harus pilih saat Ilham mulai bahagian dengan kehidupan barunya" batin Retno.


air mata mulai mengalir dari mata Retno, rasanya ia sangat ingin Joanna tidak pulih tapi fikiran itu terlalu jahat, Retno saat ini hanya bisa berharap Joanna tidak membuat ulah apapun.


********


"hai" sapa wanita muda dengan pakaian super **** kepada Zihan yang sedang di toilet.


"Riska" Zihan terkejut karena Riska berada di kantor suaminya.


"kenapa? terkejut?" kata Riska dengan ekspresi tidak suka


"sedang apa kamu kemari?" tanya zihan


"aku kesini, untuk melihat sekertaris yang bisa menggoda bossnya" Riska menunjuk kearah Zihan.


"menggoda?" Zihan tersenyum geli.


"lihat dirimu Zihan, tak cantik, tak sexy tapi ku dengar pak Ilham begitu perhatian dengan mu" kata Riska


"kamu tidak tahu apa-apa Riska, jadi jangan asal bicara" Zihan melewati Riska yang berdiri di antara pintu.


"tunggu" Riska menghentikan langkah Zihan.


"dengar Zihan, aku akan merusak hidupmu, karena kau telah membuatku kehilangan pekerjaan dan juga kesempatan mendekati pak Ilham" Riska mengakui secara terang-terangan bahwa ia ingin menggoda Ilham.


Ilham yang sejak tadi menunggu istrinya didepan meja kerja Zihan, saat ia meluruskan pandangannya, dilihatnya Zihan sedang berjalan sambil menekuk wajahnya, Ilham langsung berinisiatif menghampiri Zihan.


"sayang kamu sakit?" tanya Ilham


"aku baik-baik saja mas" Zihan memberikan senyum terbaiknya.


"jangan bohong, kamu terlihat tidak baik-baik saja" Ilham memeluk Zihan karena khawatir.


"aku baik-baik saja mas, hanya saja aku takut dianggap sebagai pelakor" batin Zihan


"mas, sudah mau jam sepuluh, kita bersiap jemput Syamil, takut terlambat" Zihan mengalihkan suasana


Ilham melepas pelukannya dan mereka langsung bersiap menjemput Syamil.


******


"rapihkan semua alat-alat tulisnya, masukkan kedalam tas dan kita bersiap pulang" perintah guru Syamil yang sedang bersiap mengakhiri kelas hari ini.


"siap Miss" jawab anak-anak serentak.


semua anak murid bersiap untuk pulang sekolah.


"sudah siap untuk pulang?" tanya Miss


"sudah siap Miss" anak-anak duduk rapih dan melipat tangannya diatas meja.


"berdoa dimulai" Bu guru memimpin doa pulang sekolah.


selesai prosesi untuk pulang sekolah, satu persatu anak murid berhamburan keluar kelas.

__ADS_1


"Mhiu, Phiu" panggil Syamil ketika melihat kedua orang tuanya menunggu dirinya didepan kelas.


"waah Syamil, seneng banget ya, mama dan papanya jemput kesekolah" kata Bu guru yang melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah anak muridnya.


"seneng dong Miss" jawab Syamil.


"mari Miss kita pamit dulu" kata Zihan berpamitan.


"silahkan, dadah Syamil"


******


"Mhiu dan Phiu hari ini libur kan?" tanya Syamil.


"Mhiu dan Phiu kerja sayang, jadi selesai antar Syamil kerumah, Mhiu dan Phiu kembali kekantor karena ada janji" jelas Ilham.


"baiklah" Syamil menjawab dengan tidak semangat.


"nanti pulang nya tidak akan malam kok, selesai urusan dikantor, kita langsung pulang, ya kan Phiu?" Zihan mengedipkan matanya ke Ilham


Ilham mengerti kode yang diberikan Zihan, Zihan sedang berusaha membuat Syamil kembali ceria.


"benar sayang, selesai pertemuan Phiu dan Mhiu langsung pulang" janji Ilham.


"janji ya" Syamil mengeluarkan jari kelingkingnya dan disambut oleh jari kelingking Ilham.


mereka berdua saling mengaitkan hari kelingking untuk membuat janji.


"okeh sampai" Ilham menghentikan mobilnya.


Ilham dan Zihan mengantar Syamil masuk kedalam rumahnya.


"eh Syamil sudah sampai" sambut Dina suster Syamil.


"Syamil" Joanna langsung menghampiri Syamil.


Joanna menyentuh wajah Syamil yang membuat Ilham terkejut karena Joanna mengetahui posisi Syamil.


Ilham melempar pandangannya kearah perawat Joanna.


"Bu Joanna sudah bisa melihat hanya saja masih samar-samar" jelasnya.


Ilham semakin syok karena perubahan kondisi Joanna pulih secara beruntun.


"ya Tuhan apa ini sudah saatnya Joanna tau tentang pernikahan ku dengan Zihan?" perasaan Ilham semakin gusar.


"mas, kamu disini juga? kamu udah pulang kerja?" tanya Joanna sambil berdiri tegap dan meraih tangan Ilham.


melihat Joanna menyentuk tangan Ilham terlintas rasa cemburu dihati Zihan namun ia harus menepis jauh-jauh rasa itu, ia sadar Joanna juga berhak atas diri Ilham, karena mereka berdua belum bercerai.


"mas, siapa dia?" tanya Joanna yang melihat Zihan berdiri dibelakang Ilham.


"dia..."


.


.


baca terus kelanjutan novelnya, sebentar lagi othor akan mengiring bawang merah sebagai bumbu di dalam alur cerita, siap-siap tisu yaaa....


jgn lupa tap favorit dan like, komen kalau suka dengan ceritanya.


terimakasih love u all

__ADS_1


__ADS_2