
"mas, aku mau ke sekolah Syamil dulu" kata Zihan
"baik lah, kita menuju sekolah Syamil" Ilham langsung melajukan mobilnya dengan semangat.
******
"okeh, kita sudah sampai" Ilham memarkir mobilnya.
Zihan melihat keadaan sekolah dan anak-anak sudah berada di dalam kelas.
"masuklah, bawa Syamil bersama kita hari ini" ujar Ilham yang melihat istrinya menjadi sedikit murung.
"benarkah?"
"benar hari ini kita bawa Syamil pergi ketaman"
Zihan yang setelah mendengar ucapan Ilham langsung membuka pintu mobil dan turun dengan sangat tergesa-gesa, melihat hal itu Ilham semakin yakin dirinya harus mempercepat proses perceraiannya dengan Joanna.
"aku tidak akan menunda lagi!" tekad Ilham.
*****
Tok Tok Tok
Zihan mengetuk pintu kelas Syamil.
"Ada yang bisa saya bantu mam?" tanya guru Syamil ketika melihat Zihan berdiri didepan pintu.
"saya mau menjemput Syamil, karena ada urusan keluarga" kata Zihan.
"oh silahkan mam" Bu guru langsung mempersilahkan Zihan untuk masuk kedalam kelas.
"Syamil itu mama kamu ya?" tanya teman sebangku Syamil.
Syamil langsung melihat kearah pintu sesuai dengan arah yang ditunjuk oleh temannya.
"Mhiu" teriak Syamil ketika melihat Zihan yang berdiri di depan pintu kelas.
Syamil langsung berlari menghampiri Zihan.
"sayang" Zihan menggendong Syamil.
"sebentar saya ambilkan dulu tas Syamil" kata Bu guru dengan sangat ramah.
__ADS_1
"Mhiu kita mau pulang?" tanya Syamil dengan memandang Zihan.
"kita mau jalan-jalan sama Phiu" kata Zihan yang langsung membuat mata Syamil terbelalak karena senang.
"serius Mhiu?"
"hmm" Zihan mengangguk.
"ini tasnya mam" Bu guru memberikan tas Syamil kepada Zihan.
"terimakasih Bu guru, saya pamit dulu" Zihan meraih tas yang diberikan oleh guru Syamil kepadanya.
******
"ayo kita pergi ketaman bermain" kata Zihan yang berjalan sambil mengandeng Syamil.
"Syamil kangen banget sama Mhiu" Syamil menatap Zihan.
"maafin Mhiu, kemarin ada sedikit urusan" Zihan memberi alasan kepada Syamil.
"engga apa-apa kok Mhiu, kan hari ini Syamil diajak jalan-jalan sama Mhiu dan Phiu" senang Syamil.
*******
Zihan menutup pintu mobil.
"kenapa lama sekali?" kata Ilham mengeluh.
"kan aku kangen-kangenan dulu sama Mhiu" celetuk Syamil yang saat ini sudah berada dipangkuan Zihan.
"oooh jadi kalian berdua kangen-kangenan tanpa Phiu?" Ilham menggelitik pinggang Syamil dan membuat putranya tertawa lepas penuh kebahagiaan.
"hahahahahahahahaa" mereka bertiga tertawa bersama.
"okeh let's go" Ilham menginjak pedal gas mobilnya.
pada hari Minggu ku turut ayah ke kota
naik delman istimewa ku duduk didepan
ku duduk samping pak kusir yang sedang bekerja.
mengendarai kuda supaya baik jalannya
__ADS_1
Hei!
tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk
suara sepatu kuda.
Ilham, Zihan dan Syamil terus bernyanyi sepanjang jalan menuju taman yang biasa mereka kunjungi saat Ilham memiliki waktu senggang.
******
"ayo Phiu dorong lagi ayunannya" Syamil berteriak dengan semangat meminta Ilham lebih kencang mendorong ayunan.
"Aaaaah ... Mhiu tidak kuat, jangan terlalu kencang, nanti Mhiu jatuh" jerit Zihan yang duduk diatas ayunan taman.
Ilham dan Syamil semakin bersemangat karena ketakutan yang di perlihatkan oleh Zihan.
"Mhiu akan balas kalian berdua ya" Zihan melompat dari ayunan dan langsung mengejar suami dan anak sambungnya itu.
kini mereka bertiga bermain kejar-kejaran ditaman yang sangat luas.
"haaah Phiu menyerah, Phiu sudah tidak sanggup lagi berlari" Ilham duduk di rumput untuk beristirahat.
"sayang ternyata Phiu kalah sama kamu" Zihan menaikan bahunya dan menutup mulut dengan telapak tangannya.
Syamil yang melihat gaya Zihan langsung menirunya.
"karena Phiu kalah, jadi harus traktir kita berdua makan ice cream" Zihan bersorak dan diikuti oleh Syamil.
"ice cream" teriak Syamil.
******
"aku mau yang itu Mhiu" Syamil menunjuk salah satu ice cream yang berada di dalam lemari pendingin.
"okeh Mhiu akan ambilkan satu untuk Syamil dan satu untuk Mhiu" Zihan memasukkan tangannya dan mengambil dua bungkus ice cream.
"buat Phiu juga dong, Phiu kan mau juga" pinta Ilham sambil berlagak seperti anak kecil yang sedang merengek.
"Phiu kaya anak kecil ya Mhiu?"
Zihan dan Ilham langsung tersenyum mendengar pertanyaan putra mereka.
Syamil memang anak yang cerdas, sayangnya Joanna tak pernah memperhatikan Syamil sejak kecil membuat Syamil menjadi pribadi yang tertutup, semenjak ada Zihan dia lebih terbuka dan lebih ceria.
__ADS_1