Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Carlos


__ADS_3

"ah, kepalaku sakit sekali!" keluh Willy sambil memegang dahinya.


Willy berada dikamarnya saat ini, dia merenung kenapa tiba-tiba sudah berada di dalam kamarnya.


"pak boss! bapak sudah bangun?" tanya Rey yang juga dalam kondisi masih setengah sadar.


Rey yang terbangun di restoran langsung mencari bossnya yang ternyata tidak ada di tempat, dia segera menghubungi para penjaga kantor Willy dan juga penjaga rumah, ternyata Willy sudah pulang namun dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Rey! kenapa aku bisa di rumah? bukannya kita seharusnya di restoran?" kata Willy setelah mendapatkan penuh kesadarannya.


"benar pak bos, saya juga mengalami tidak sadarkan diri, saya tertidur sejenak setelah merasa sangat pusing" jelas Rey.


penjelasan Rey mengingatkan pada kondisinya yang saat itu juga merasa sangat pusing


"kau benar Rey! aku juga merasakan pusing ketika selesai meminum minuman itu!" jelas Willy


"benarkah bos? jika memang benar berarti aku juga merasa tertidur ketika selesai meminumnya! Iyah benar sebelumnya aku tidak merasakan apa-apa! aku yakin aku sangat sehat!" kata Rey meyakinkan dugaan bosnya.


"kau cari tahu itu, datangi restorannya segera dan cari tau ada apa dibalik semua ini!" kata Willy sambil menahan kepalanya yang masih terasa sakit.


*****


Zihan yang masih mengurung dirinya di dalam kamar terus memandangi sebuah kartu nama ditangannya, dia ragu apa benar langkahnya meminta bantuan kepada orang itu.


"aku akan menemuinya nanti, aku tidak lagi memiliki siapapun didunia ini! jika aku menghubungi Ghina, dia juga sibuk dengan rumah sakit, begitu pula dengan dokter Roy, semoga ini adalah keputusan yang benar" gimana Zihan demi meyakinkan hati ibu mertuanya dan tidak kehilangan orang-orang yang kini menjadi keluarganya.


******


cling


satu pesan masuk kedalam ponsel Joanna.


"semua sudah berjalan dengan lancar, kita tinggal menghubungi Ilham untuk memberitahukan foto itu!" isi pesan seseorang yang mengirim kepada Joanna


"bagus Carlos, kamu memang selalu bisa aku andalkan!" Joana tersenyum puas karena kini dia bisa membuat Zihan merana.


"sedang apa kamu di dalam sendirian?" tanya Ilham.

__ADS_1


"ah, tidak hanya duduk saja" Joanna membuat alasan agar Ilham tidak mencurigainya.


"awasi Syamil, aku mau menelepon dulu kerumah" kata Ilham.


"baiklah!" Joanna menuruti permintaan suaminya.


"pasti dia mau menghubungi Zihan, ya baiklah, aku akan memberikan kesempatan untuk kalian berdua menikmati kemesraan yang sebentar lagi akan hancur!" Joana keluar dari tenda dan menemani Syamil bermain.


******


kriiiing Kriiiing


suara nada dering terdengar dari ponsel Zihan, Zihan terbangun setelah ketiduran di meja rias sangking lelah menangisi masalahnya.


"hallo, mas" sapa Zihan.


"hallo, sayang, kamu baik-baik saja?" tanya Ilham.


"aku, baik-baik saja" jawab Zihan tak bersemangat.


"kamu masih marah? suaramu seperti habis menangis?" tanya Ilham.


"ya sudah, istirahat saja, aku di sini baik-baik saja bersama Syamil dan jangan khawatir tentang Joanna, aku selalu berusaha menjaga jarak darinya"


Zihan dan Ilham sama-sama mengakhiri sambungan telepon. Zihan menatap dirinya dicermin setelah berbicara dengan Ilham, dia kembali meratapi dirinya yang selalu saja memiliki nasib buruk.


"kenapa nasib buruk terus menempel kepada ku!? aku sudah berusaha sebaik mungkin selama ini, aku selalu berbuat baik, tapi kenapa ada saja orang yang tak suka denganku, sampai memfitnahku seperti itu!" Zihan merasa kesal dengan takdirnya.


Zihan berusaha menegakkan hatinya agar bisa berfikir dengan jernih, dia tidak mau di cap sebagai istri yang mengkhianati suaminya.


"aku bukan Joanna yang dengan mudah mengganti pria di dalam kehidupanku, hatiku selalu setia, bahkan disaat aku belum mencintainya, aku selalu berusaha menunggunya dan tidak berpaling" gumam Zihan yang tak ingin dicap sebagai Joanna.


*****


"ayo lempar bolanya Syamil"


ilham dan Joanna bersorak untuk Syamil yang sedang lomba bermain bola bersama teman-temannya.

__ADS_1


"ayo sayang, Syamil pasti bisa!" Joanna dengan sangat luwes memainkan perannya saat ini sebagai ibu yang sangat baik dan selalu mendukung putranya.


"lihat, Bu Joanna sangat mendukung Syamil, dia bahkan terus berteriak tanpa lelah untuk menyemangati putranya" nilai salah satu wali murid yang juga sedang menyaksikan pertandingan bola.


"benar, tapi kenapa selama ini dia tidak pernah muncul di sekolah, selalu istri kedua yang muncul"


"mungkin begitulah istri pertama jika suaminya sudah diambil oleh pelakor! mungkin pelakor itu yang memisahkan ibu dan anak" cap salah satu wali murid lainnya.


Joanna mendengar bisikan pujian untuknya dan umpatan untuk Zihan, Joanna merasa perannya kali ini sangat berhasil.


"teruslah menilai keburukan Zihan, buat namanya tersebar sehingga dia tertekan karena malu telah merusak rumah tangga orang lain!"


suasana hati Joanna semakin senang dan puas sehingga teriakan yang dia keluarkan untuk Syamil semakin kencang.


*****


Zihan menekan tombol angka di ponselnya dan dia menyimpan nomor telepon itu, dia akan menghubunginya jika memang terdesak.


"aku masih ragu! jadi aku belum bisa meminta bantuan mu!"


Zihan merebahkan tubuhnya yang terasa lelah dan pikirannya yang terasa penat dengan semua kejadian akhir-akhir ini.


"coba kemarin aku tak mengalah! mungkin hal ini tidak akan terjadi! Zihan mengapa kamu selalu menjadi orang yang lemah! mudah ditindas dan diintimidasi!" sesal zihan.


semua kejadian ini berawal dari Joanna yang meminta Ilham mengajaknya diacara berkemah sekolah Syamil, andai hal itu tidak terjadi mungkin kejadian hari ini juga tidak akan pernah terjadi.


*****


"kapan pesan ini akan dikirimkan?" tanya Carlos


"nanti, setelah dua hari kami pulang dari berkemah, kirimkan lah ke kantor Ilham, aku akan berikan mereka dua hari untuk menikmati kebersamaan sebelum akhirnya mereka berdua hancur!" jawab Joanna dengan penuh kemenangan.


"setelah semua itu terjadi, kau harus menemuiku segera! aku tidak mau kau mengingkari janji!" tegas Carlos kepada Joanna.


Carlos menutup teleponnya, dan dia menghentakkan jari-jarinyw di atas meja kerjanya.


"Joanna! aku tidak akan pernah melepaskan mu! jika kau mengingkari janjimu kepadaku! aku akan pastikan semuanya terbongkar! aku tidak akan pernah rela kau bersama dengan Ilham lagi, aku berusaha agar kau cerai dengannya dan menjadi simoananku selamanya!" ujar Carlos dengan geram.

__ADS_1


Carlos sudah sangat menantikan perpisahan ilham dan Joanna sejak lama, namun ternyata penantiannya percuma, Joanna tetap ingin berada di sisi Ilham, dia tidak bisa melepaskan suaminya.


"kau sangat serakah Joanna, kamu ingin kepuasan tapi tidak ingin bersamaku! kau tidak terpuaskan olehnya tapi tetap ingin di sisinya meski sudah tak dianggap lagi oleh suamimu!" kata Carlos penuh kekesalan di dalam hatinya.


__ADS_2