Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Kedatangan Joanna


__ADS_3

Zihan dan Ilham hari ini bertemu dengan Willy dikantor Ilham, mereka kembali membahas tentang proses pembuatan keramik dinding yang terhambat karena dua alat plant milik pabrik Ilham ada kendala.


"jadi kapan kira-kira semua akan selesai?"


"karena tinggal dua puluh persen lagi, saya pastikan Minggu depan semua selesai dan bisa dikirimkan ke tempat pak Willy" Ilham menjawab pernyataan Willy.


"baiklah, saya akan menunggunya" kata Willy.


Tap Tap Tap


seseorang sedang berjalan menuju arah ruang kerja Ilham.


"Bu Joanna" panggil Zihan yang melihat Joanna berjalan kearah ruangan Ilham.


Joanna berhenti dan membalikkan badannya.


"ada apa?" tanya Joanna.


"maaf Bu, pak Ilham sedang ada meeting dengan clien nya, mohon ibu dapat menunggu diruang tunggu sampai meetingnya selesai" ujar Zihan.


sebenarnya Zihan bukan hanya ingin melarang Joanna masuk keruangan Ilham karena keberadaan Willy didalam tapi juga karena dia tidak mau Joanna kembali menggoda Ilham.


"aku istrinya, tidak berhak kamu melarang ku!" kesal Joanna.


suara Joanna terdengar sampai keruang kerja Ilham, sehingga Ilham dan Willy yang mendengarnya merasa terganggu.


"ada apa diluar?" tanya Willy


"saya juga tidak tahu, mari kita lihat" kata Ilham.

__ADS_1


Ilham dan Willy yang semula duduk sekarang sudah berada tepat didepan pintu,, Ilham membuka pintu ruang kerjanya.


"Joanna" ilhm berteriak kecil dan hanya bisa didengar oleh Willy.


"dengarkan aku Zihan, kamu hanya sekedar sekertaris disini, jadi jangan pernah mengatur-atur ku!" bentak Joanna dengan sedikit mendorong bahu Zihan.


Zihan yang tidak siap mendapat perlakuan dari Joanna sedikit terhuyung.


"Zihan" teriak Willy


Ilham melihat kearah Willy yang berteriak memanggil Zihan, terlihat jelas kekhawatiran diwajah Willy.


Joanna langsung menoleh kearah Willy yang berdiri tepat disamping suaminya.


"nyonya, tidak bisakah anda berbicara tanpa berprilaku kasar kepada sesama wanita?" tanya Willy yang kini sudah berada disamping Joanna berdiri.


flashback Joanna memandang Willy ketika menyebut nama Zihan.


"mas, kenapa kamu begitu cemburu saat wanita ini namanya disebuah oleh pria lain? apa kamu kini sudah mulai membuka hati untuk wanita lain?" tanya Joanna saat memandang Ilham.


Joanna yang hidup penuh cinta dari Ilham selama bertahun-tahun sebelum terbongkar perselingkuhan yang dilakukan olehnya, memahami betul cara pandang, sorot mata, ekspresi wajah dan juga bahasa tubuh Ilham tak ada yang tak ia mengerti.


kini Joanna melihat rasa cemburu terpancar dari wajah Ilham.


flashback off


"maaf tuan, anda siapa berhak mengomentari apa yang saya lakukan?" tanya Joanna dengan wajah menantang.


"saya Willy, client dari pak Ilham" jawab Willy memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


"seorang client? huh berani sekali mengkritik istri dari pemilik perusahaan ini!" angkuh Joanna.


Ilham semakin geram dengan tingkah Joanna yang tak berperilaku sopan.


"Joanna!" teriak Ilham


"mas, aku ini istrimu, sedangkan dia hanya client mu, apa dia lebih penting?" seru Joanna.


"joannaaaa!" Ilham seketika meledak dan menyeret Joanna keluar dari kantornya.


Joanna yang merasa kesal karena Ilham lebih memilih memperlakukannya dengan tidak layak.


Joanna mendorong Ilham hingga dirinya bisa terlepas dari cengkeraman suaminya itu.


"dengan Joanna! jangan sampai aku membuatmu menjadi wanita yang tidak punya harga diri lagi!" tunjuk Ilham tepat di wajah Joanna.


"hahahhahahaha" Joanna menangis dan tertawa sangking kesalnya karena diperlakukan tidak layak oleh suaminya sendiri.


******


"maafkan aku pak Willy" kata Ilham ketika sudah kembali.


"pak Ilham sebaiknya anda mendidik istri anda itu agar tidak membuat kekacauan dan untuk anda, bertindak adillah agar tidak menyakiti perasaan wanita lain"


Willy pergi meninggalkan Zihan dan Ilham.


******


"cari tahu lebih banyak tentang istri pertama Ilham" ujar Willy kepada para anak buahnya melalui teleponnya.

__ADS_1


__ADS_2