Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Kecurigaan


__ADS_3

Joanna kembali kekantor Hans namun semua staff tidak tahu kemana perginya Hans dan tidak ada jadwal perjalanan dinas kemanapun di minggu ini.


"kamu kemana mas!" ujar Joanna sambil mengendarai mobilnya sendiri.


Joanna kini sudah sangat pulih, bahkan dia sudah bisa mengendarai mobil sendiri.


Joanna kembali kerumahnya dan saat dirumahnya dia tidak menemukan putra dan ibu mertuanya padahal sudah lewat dari jam biasa Syamil pulang sekolah.


"dimana ibu dan Syamil?" tanya Joanna kepada seluruh pelayan dirumahnya.


bahkan dia melihat supir yang biasa menjemput Syamil pun berada dirumah tapi mengapa anak dan ibunya tidak ada.


"kamu, dimana Syamil? kenapa dia belum pulang sekolah?" tanya Joanna dengan kasar.


Joanna memang tidak pernah bersikap baik kepada para pelayan yang ada di rumahnya, dia bahkan sebelum kecelakaan sering kali berkata kasar dan saat sakit pun cara bicaranya semakin kasar.


"maaf nyonya, tadi ibu Retno tidak mau dijemput, katanya mau pergi dengan den Syamil kesuatu tempat" ujar sang supir.


"kenapa kamu tidak mengantar mereka?" tanya Joanna semakin kesal.


"Bu Retno tidak mengizinkan saya Bu untuk mengantar mereka berdua" jelas sang supir.


"semakin aneh saja sikap ibu, mas Ilham bahkan Syamil" Joanna bicara sambil bertolak pinggang.


Joanna mulai curiga dengan semua gerak-gerik orang-orang yang ada disekitarnya.

__ADS_1


Joanna kembali masuk kedalam rumahnya dan dia saat ini sudah berada di dalam kamar yang dulu dia dan Ilham tempati.


"kamar ini mas, begitu banyak kenangan manis kita, apa kamu tidak mau masuk kekamar ini karena takut kembali jatuh hati kepada ku?" Joanna menerka-nerka sikap Ilham yang tidak mau memasuki kamar mereka berdua lagi.


TUUUT TUUUT TUUUT


Joanna mencoba menelepon mertuanya namun tidak juga diangkat.


"aku harus menyelidikinya" ujar Joanna.


joanna kembali menyalakan ponselnya dan mulai menelepon seseorang.


"cari tahu tentang suami ku, dan aku akan tidur dengan mu besok malam" ujar Joanna.


*****


"sayang, Syamil anak Mhiu yang baik, sekarang pulang dulu ya sama Neli, tapi ingat Syamil jangan bilang siapa-siapa kalau main kerumah Mhiu dan ketemu Phiu" kata Zihan sambil memeluk putranya.


"jadi ini rahasia ya Mhiu?" tanya Syamil.


"benar, sekarang Syamil menjadi agen rahasia Mhiu sampai Mhiu dan Phiu pulang kerumah" kata Zihan sambil mengacungkan jari kelingkingnya


"siap, janji kita" ujar Syamil sambil mengaitkan hari kelingkingnya di hari kelingking Zihan.


mereka berdua saling mengikat janji.

__ADS_1


Retno kembali memesan taksi online untuk mengantarnya dan Syamil pulang kerumah.


"kita tunggu taksinya diluar ya sayang" ajak Retno.


"siap Neli"


Syamil meraih tangan neneknya dan berjalan keluar rumah dengan diantar oleh Zihan dan Ilham.


"Mhiu, Phiu, Syamil pulang dulu ya" pamit Syamil.


"hati-hati dan baik-baik sama Neli, nurut sama Neli, okeh anak Phiu yang pintar"


Syamil dan Ilham saling berpelukan tanda Syamil mengerti maksud ayahnya dan dia akan menuruti semua perkataan ayahnya.


"itu dia taksi onlinenya"


Syamil dan Retno masuk kedalam taksi online dan mereka berdua pulang kerumah Ilham.


"huft rasanya baru lima menit mereka pergi, rindu ini sudah kembali menghampiri" ujar Zihan sambil memasang wajah sedih.


"sabar sayang, nanti kita akan segera berkumpul lagi, aku janji" ujar Ilham.


"apa aku terlalu egois mas? apa aku terlihat sangat jahat menginginkan mu bercerai dengannya?" tutur Zihan.


"sayang semua ini terjadi sebelum kamu hadir dalam hidupku, dia tahun lalu aku sudah mempersiapkan semua dokumennya namun takdir berkata lain sehingga aku harus menundanya sampai saat ini" Ilham memeluk Zihan.

__ADS_1


__ADS_2