Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Reuni sekolah


__ADS_3

"Bu, ini ada amplop surat dari kurir untuk bapak" kata mbok min sambil memberikan amplop surat ke Zihan.


"terimakasih mbok" kata Zihan


Zihan membawa amplop surat itu keruang kerja Ilham karena suaminya sedang berada di ruang kerja.


tok tok tok


"Iyah, masuk saja" teriak Ilham dari dalam ruangan.


Zihan masuk kedalam ruang kerja Ilham yang ada didalam rumah untuk pertama kalinya.


"mas ini teh manis hangatnya dan ini ada kiriman surat dari kurir" Zihan meletakkan cangkir teh dimeja kerja Ilham dan memberikan amplop surat ketangan Ilham.


"terimakasih" kata Ilham dengan senyuman dibibirnya.


Zihan membalikkan badannya dan keluar dari ruang kerja Ilham.


"ibu" teriak Syamil dan memeluk Zihan.


"anak ibu, udah wangi, udah seger banget jadi tambah ganteng" Zihan mengelus rambut Syamil.


Syamil tersenyum dan tersipu diouninoleh ibu sambungnya.


"ibu, hari ini kan libur kerja, temenin Syamil bikin kerajinan tangan tugas dari sekolah" pinta Syamil.


"okeh siap jagoan, ibu akan bantu" Zihan memberi hormat dan menggandeng tangan putranya untuk mengambil bahan-bahan yang diperlukan untuk tugas Syamil.


"tugasnya apa sayang?" Zihan mencari buku penghubung yang biasa disimpan di tas Syamil


"kata Bu guru bikin rumah dari bubur koran Bu, semua ditulis di buku" syamil menunjuk buku penghubung yang sudah ditemukan oleh Zihan.


"okeh ibu baca dulu ya sayang, Syamil dengerin baik-baik dan diingat apa saja bahan yang diperlukan" kata Zihan dan Syamil mengangguk


Zihan membuka buku penghubung Syamil dan mencari halaman yang terakhir ditulis oleh gurunya.


"ibu bacain ya, siapkan koran, sagu, mangkok, sendok yang sudah tidak terpakai dan air lalu sobek kecil-kecil koran, aduk sagu dan air lalu masuk sebentar sampai mengental lalu masukkan koran kedalam adonan sagu stelah itu bentuk menjadi sebuah rumah" Zihan membaca langkah-langkah yang dituliskan oleh guru Syamil.


"Syamil cari koran dan minta mbok min siapkan adonan sagunya ya Bu" Syamil turun dari kursi belajarnya dan berlari mencari mbok min.


"Syamil hati-hati jangan lari kencang-kencang" teriak Retno yang melihat cucunya berlarian.

__ADS_1


Syamil mencari mbok min dan dilihatnya mbok min yang sedang sibuk memotong sayuran


"mbok tolong siapkan sagu dan air terus dimasak nanti kasih ke Syamil ya, Syamil mau buat tugas bareng ibu Zihan" kata Syamil dengan suara yang menggemaskan.


"baik den" kaya mbok min


setelah berbicara dengan mbok min, Syamil keruang tamu dan mencari koran yang sudah tidak terpakai.


"Neli, ini korannya masih dibaca apa tidak?" tanya Syamil kepada neneknya yang sedang bersantai di halaman belakang.


"coba Neli lihat dulu"


"hmmm ini sudah tidak terpakai, ini koran Minggu lalu" kata Retno sambil memberikan kembali koran yang dibawa oleh Syamil tadi


"jadi boleh Syamil pakai ya Neli korannya untuk tugas sekolah?" tanya Syamil lagi


"boleh sayang, kamu ambil satu lembar dari koran ini sisanya simpan kembali di kolong meja" kata Retno.


Syamil kembali ke ruang tamu dan meletakkan sisa koran di bawah meja.


Syamil dan Zihan membuat prakarya bersama di ruang tengah, mereka mengerjakan tugas sambil sedikit bersenda gurau, Ilham mendengar suara tertawa Syamil yang sangat lepas, terdengar tawa yang begitu bahagia.


Ilham kembali kedalam ruang kerjanya dan ia ambil surat yang tadi Zihan bawa, ia buka amplop surat itu dan membaca isi suratnya.


"sepertinya aku harus mengajak Zihan sebagai tanda terimakasih karena sudah sangat perhatian dengan Syamil" kata Ilham.


.


.


.


.hai semuanya terus dukung karya ku yaa, dan jika diperkenankan boleh direferensikan kepada teman, saudara dan siapa saja yang anda kenal, terus Tap like, favoritkan dan kasih kopi biar aku makin semangat menulis nya...


.


.


..


Farah menjalankan semua rencananya dibantu oleh orang-orang kepercayaannya.

__ADS_1


"semua sudah sesuai rencana" kata anak buah Farah.


"kalau begitu biarkan dia sendiri yang akan mencari tahu semua tentang Santi, tugas kita hanya memberikan clue untuk Kevin" ujar Farah.


Kevin yang sedang berada dijalan menuju kerumah karyawan yang menjaga ruang cctv kantor, sesampainya ia disana, Kevin langsung mengintrogasi karyawannya ditemani Ronal.


"hakim coba kamu ingat-ingat apa ada seseorang yang masuk keruangan ku beberapa hari lalu?" tanya Kevin penuh selidik


"orang asing?" tanya karyawan tersebut.


"apa ada barang bapak yang hilang?" tanya karyawan Kevin.


"tidak, tidak ada yang hilang saya hanya ingin bertanya saja apa kamu lihat hal yang mencurigakan atau orang asing yang masuk keruangan saya?" tanya Kevin lagi


"tidak pak selama saya berjaga tidak ada hal mencurigakan apalagi orang asing masuk keruang kerja bapak" jelas karyawan Kevin.


"apa kamu sudah serat dan besok apa kamu sudah bisa masuk bekerja?" tanya Kevin tentang kondisi kesehatan karyawannya.


"sudah pak, saya sudah sehat namun sepertinya kawan saya masih sedikit flu berat jadi dia masih mendapatkan izin tidak bekerja dari HRD" jawab hakim karyawan yang bekerja sebagai penjaga ruang cctv.


"baiklah, besok kita lanjutkan pembicaraan ini di kantor" Kevin bangkit dari duduknya dan keluar dari kediaman karyawannya.


Ronal memberikan senyuman penuh makna kepada hakim dan memberikan acungan jempol diam-diam.


Kevin dan Ronal kembali kedalam mobil dan Ronal mengendarai mobil menuju rumah Kevin.


"bagaimana pak, apa masih penasaran?" tanya Ronal.


"besok kita lihat jawabannya" kata Kevin.


"memang ada masalah apa pak?" tanya Ronal yang berpura-pura tidak tahu apa yang sedang dialami oleh bossnya itu.


"sudah kamu fokus saja menyetir dan fokus pada pekerjaan mu dikantor tidak perlu ikut campur masalah pribadi ku" kata Kevin dengan tegas.


Kevin menyandarkan tubuhnya ke headrest sambil memijat-mijat kepalanya yang terasa pening dengan permasalahan yang ia hadapi.


wanita yang selama ini sangat ia percaya, yang sangat ia sanjung dan ia yakini takkan pernah bermain api dibelakangnya ternyata memiliki sebuah rahasia besar yang sama sekali tak tercium olehnya.


"Ronal jalan ke appartemen diseberang kantor, aku ingin pergi kesana dan kamu boleh pulang dengan membawa mobil ku" kata Kevin memberi perintah.


__ADS_1


__ADS_2