Perawat Istriku Menjadi Istriku

Perawat Istriku Menjadi Istriku
Rencana Joanna


__ADS_3

Joanna yang kemarin melihat permainan Ilham dan Zihan membuatnya masih merasa sangat kesal.


dia kembali berdandan cantik dan sexy berharap Ilham akan meliriknya dan kembali bergairah kepada dirinya.


"selamat pagi, Syamil hari ini mommy antar kesekolah lagi ya, Daddy dan mommy sekarang yang akan mengantar Syamil" kata Joanna tanpa peduli dengan sorot mata Ilham yang mengarah kepadanya.


"bukan Daddy tapi Phiu" tolak Syamil.


Syamil tidak mau lagi memanggil Ilham dengan sebutan Daddy karena sebutan itu adalah untuk pasangan mommynya, sedangkan sekarang dia hanya memiliki Phiu dan Mhiu.


"Syamil mau diantar Phiu dan mau di tungguin sama Mhiu disekolah" manja Syamil.


"siap bos" jawab Ilham.


Syamil dan Zihan tersenyum sedangkan Joanna hanya bisa memutar bola matanya karena tak habis fikir anaknya sangat membenci dirinya.


*****


"dadah Phiu" kata Zihan dan Syamil sambil melambaikan tangan.


Ilham dari kejauhan dan berada di dalam mobilnya juga melambaikan tangan kearah anak dan istrinya.


"Mhiu tungguin Syamil, kan?" tanya Syamil


"Iyah sayang, Mhiu tunggu Syamil sampai pulang sekolah" janji Zihan


*****


Ilham mulai bekerja, banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan hari ini.


brak pintu ruangan Ilham terbuka dengan kasar, Joanna melangkah masuk kedalam ruangan kerja Ilham.


"ada apa kamu kamu ke sini?" tanya Ilham.


"aku hanya ingin mengunjungi suamiku saja, apa itu salah?" tanya Joanna.


"posisi kamu bukan lagi istriku, tapi hanya sebagai ibu Syamil! tapi jika Syamil tidak bisa menerimamu lagi, maka aku akan menceraikan mu!" tegas Ilham.


"jika kamu ingin menceraikan ku, buktikan dulu bahwa kamu tidak lagi menginginkan ku!" Joanna menantang Ilham.


"aku sudah tidak menginginkanmu lagi!"ucap Ilham.


"aku tidak butuh ucapanmu! tapi aku butuh kamu buktikan dengan perlakuan"


"maksudmu?" tanya Ilham tak mengerti maksud ucapan Joanna.


"aku akan mencumbuimu, jika kau tidak berkutik sedikitpun atau mendesah, aku akan akui kau tidak lagi menginginkan aku!" Joanna semakin meracau saja bicaranya.


"hmmm ... kamu kira aku akan menyetujui keinginanmu?" Ilham mendekati Joanna.


"pergi kau dari sini!" ilham menyeret Joanna sampai keluar dari ruangannya.


Ilham kembali ke ruangannya setelah menghempaskan tubuh Joanna, dia mengunci pintu dan kembali kemeja kerjanya.


"huft ... dasar wanita tidak bermoral! sudah menyakiti dan mengkhianati tapi masih juga mencoba menggoda!" ilham mendengus kasar.


*****


"awas kau Ilham, aku akan membuat perhitungan dengan mu!" kesal Joanna.


Joanna berdiri dan berjalan keluar dari kantor Ilham.

__ADS_1


"taksi" Joanna menghentikan taksi yang kebetulan lewat dan dalam keadaan tak ada penumpang.


Joanna masuk ke dalam taksi dan mereka pergi menuju suatu tempat.


*****


"Mhiu" panggil Syamil yang berlari menghampiri Zihan yang sedang duduk di taman sendirian.


"Mhiu, kenalin ini temen aku, namanya Rayhan" Syamil memperkenalkan temannya kepada Zihan.


"hallo Rayhan, Tante mamanya Syamil" Zihan memperkenalkan diri kepada anak kecil yang menjadi teman Syamil disekolah.


"hallo Tante, aku Rayhan teman sebangkunya Syamil, Tante aku suka sekali masakan buatan Tante, Syamil selalu sharing dengan ku" cerita Rayhan


Zihan senang mendengar anaknya memiliki teman yang baik dan mereka selalu berbagi.


"nanti Tante buatin satu ya bekal sekolah untuk Rayhan" janji Zihan.


"benar Tante?" senang Rayhan dengan mata yang terbuka lebar.


"benar sayang, nanti Tante titip sama Syamil" Zihan tersenyum.


"terima kasih Mhiu, Mhiu memang yang terbaik" Syamil mengacungkan jempolnya.


anak sambungnya memang selalu membuat hati Zihan bahagia, tak hanya Zihan yang selalu diberikan kebahagiaan oleh Syamil, tapi orang-orang yang ada disekitarnya pun selalu menjadi bahagia saat didekatnya.


"Mhiu, kata Bu guru hari ini kita pulang lebih awal, katanya ada rapat sekolah" Syamil memberi tahu Zihan informasi yang gurunya sampaikan.


"Mhiu nanti telepon Phiu ya, supaya lebih awal jemput kita" kata Zihan.


teeeeet teeeet teeeet


bel sekolah tanda istirahat usai.


"dadah Tante"


Zihan melambaikan tangan kepada dua bocah lucu itu.


"halo mas, hari ini Syamil pulang lebih awal, kamu mau jemput kita atau aku dan Syamil pulang dengan taksi?" kata Zihan menelepon Ilham.


"aku jemput kalian, jangan kemana-mana sampai aku datang" pesan Ilham.


Zihan menutup telepon dan kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas berwarna coklat yang dia kenakan.


*****


"berhenti disini" kata Joanna menghentikan taksinya di depan pintu gerbang.


Joanna turun dari dalam taksi dan dia mencari seseorang.


"permisi Bu, maaf ibu wali murid di sekolah ini?" tanya Joanna sambil membuka kacamata nya.


"benar, saya salah satu wali murid disini" kata ibu itu membenarkan ucapan Joanna.


mereka berdua berbincang-bincang dengan serius, terkadang Joanna membuat wajahnya terlihat seperti seseorang yang sedang mengalami tekanan batin, dan terkadang dia menangis.


"duuuh, sekarang emang banyak jeng pelakor! kita harus pinter-pinter jagain suami, biar enggak direbutnya" kata wanita itu setelah menanggapi cerita Joanna.


"bener Bu, ibu lihat ajah wanita yang ada di sana" Joanna menunjuk kearah seorang wanita muda yang tengah duduk di bangku depan kelas.


"dia itu pelakor!" sambung Joanna.

__ADS_1


"aduh! kok cantik-cantik mau ya jadi pelakor, emangnya laki-laki muda dan single itu udah punah apa?!" kesalnya


"coba jeng, nasehatin biar dia bisa jadi perempuan yang lebih baik" hasut Joanna.


Joanna lagi-lagi membuat sebuah masalah, entah masalah apa kali ini yang akan dia timbulkan.


teeet teeeet teeeet


bel kembali berbunyi, kali ini tanda pulang sekolah. para siswa dan siswi mulai membentuk barisan dan bernyanyi sebelum pulang bubar.


selamat siang ibu guru,


pulang sekolah karena waktu


selamat siang


selamat siang


esok kami kan datang


nyanyi mereka semua dan mereka membaca doa.


"hati-hati, jangan lari-larian" pinta Bu guru saat siswa dan siswinya keluar dari dalam kelas.


"oh ini yang katanya pelakor kelas atas yang juga merebut hati anak dari istri pertama!" celetuk salah satu wali murid yang ketika melihat Zihan berdiri menunggu Syamil.


"eh jeng, jangan jahat banget dong, udah ngerebut suami orang eeeh cuci otak anaknya juga biar jadi benci sama ibu kandungnya sendiri!" sindir salah seorang wali murid lainnya sambil sedikit merendahkan Zihan.


meski mereka tidak menyebut siapa nama wanita itu, tapi Zihan merasa kalau mereka semua sedang menyindir dirinya.


Zihan yang mendengar itu semua tak kuasa menahan tangisannya, Zihan berlari meninggalkan sekolah.


"Mhiu" teriak Syamil sambil berusaha mengejar Zihan


sebuah tangan langsung menarik dan menghentikan Syamil.


"mo-mommy" katanya dengan wajah ketakutan.


"Syamil, dengarkan mommy!"


Joanna membisikkan sesuatu ketelinga anaknya, dia meminta sesuatu dari Syamil.


"Syamil mengerti?" tanya Joanna.


Syamil mengangguk dengan sangat terpaksa.


"ingat! jika Syamil tidak menuruti perkataan mommy, Mhiu Zihan akan selalu menangis seperti itu!" Joanna mengancam Syamil.


tiin tiiin tiiin


Ilham sampai di sekolah Syamil, tapi dia melihat Joanna yang berada disamping Syamil, bukan Zihan.


"dimana Mhiu" tanya Ilham kepada Syamil.


Syamil menggelengkan kepalanya, dia memang benar-benar tidak tahu di mana Zihan saat ini.


"hmm, wanita itu seenaknya saja pergi meninggalkan Syamil di sini sendirian, kalau terjadi sesuatu kepada Syamil bagaimana?!" Joanna memberikan ekspresi seperti seorang yang tidak senang anaknya di biarkan sendirian.


"jangan bicara melantur tentang Zihan!" kata Ilham.


"Syamil ayo kita pulang" Ilham menggendong Syamil.

__ADS_1


"aku ikut" kata Joanna sambil berjalan mengejar langkah Ilham.


__ADS_2