Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Paket Komplit.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Deg!


Deg!


Bunyi detak jantung Salsa seperti habis maraton. Ke--Ken, Elo ma--mau ngapain?" Salsa mengulangi pertanyaan dengan suara tergagap. Padahal Kenzo hanya memeluknya dari belakang sambil melepas jaket miliknya dengan pelan.


"Mau melepas jaket ini, Elo ganti baju dulu, setelah itu kita makan siang," jawab Kenzo membalikan tubuh Salsa agar mereka bisa berhadap-hadapan. "Kenapa? Apa Elo sudah siap kalau kita mulai mencicil untuk pembuatan Kenzo junior?" tanya pemuda tersebut dengan tersenyum gemas. Raut tegang di wajah Salsa begitu terlihat. Jadi sekalian saja dia kerjain.


"Ke--Ken, Kenzo junior?" ucap Salsa bertambah gugup. Jika diajak berbicara dulu, jelas saja Salsa merasa malu. Akan tetapi bila mereka tau-taunya berciuman, rasa malu tersebut berubah sendiri menjadi gairah.


"Huem! Kenzo Junior? Elo kan sebentar lagi lulus sekolah, nggak masalah kayaknya, jika kita buat sekarang aja. Biar saat lu---"


Cup!


"Gue nggak biasa main cicil, karena biasanya gue suka langsung! Ha... ha... gue mau mandi sebentar," ujar Salsa sambil berlari membawa paper bag yang masih ia pegang. Si princess langsung masuk kearah pintu yang ia yakini adalah kamar tidur. Sebab tempat tersebut tidak terlalu besar. Namun, jika untuk tinggal berdua, sangat pas.


"Eeeum! Berani nya nyium gue, tapi langsung lari," Kenzo sampai mengigit bibir bawahnya menahan gemas ingin mengejar Salsa.


Ting! ~ Tong!


Bunyi bel pintu Apartemen.


Sebelum membukanya, Kenzo melihat terlebih dahulu pada monitor samping tempat pintu masuk. Setelah di lihat, ternyata yang datang adalah kurir Goo food yang ia pesan. Lalu buru-buru Kenzo membuka pintu dan menerima makanan untuk makan siang mereka yang sudah terlewat hampir satu jam yang lalu.


Sambil menunggu Salsa selesai, Kenzo menyiapkan makanan tersebut di atas meja makan mini. Meskipun dia hampir satu bulan sekali datang ke sana. Akan tetapi Apartemen nya ada yang membersihkan setiap hari. Jadi jika hanya sekedar air putih dan minuman kaleng, di dalam kulkas masih tersimpan penuh.


"Sepertinya sudah siap semuanya," ucap Kenzo tersenyum melihat hasil kerjanya yang sangat rapih.

__ADS_1


"Sayang!" Kenzo sedikit berteriak karena sang istri tak kunjung keluar dari kamar.


Tok!


Tok!


"Sayang!" panggil Kenzo sambil mengetuk pintu kamar. "Sayang, sudah siap apa bel---"


Ceklek!


"Sayang! Kenapa berdandan cantik seperti ini?" tanya Kenzo merasa Salsa sangat cantik. Seperti mau pergi saja. Padahal istrinya hanya memakai baju kaos Kenzo yang terlihat kebesaran.


Malah terlihat seperti mengunakan daster. Dasar mata Kenzo saja yang lagi terkena serangan bucin akut. Sampai-sampai tidak bisa membedakan istrinya pakai dress, atau kaos oblong.


"Elo mengejek gue, atau bagaimana? Sudah jelas ini acak-acakan," kata Salsa melewati Kenzo begitu saja. Hanya beberapa meter dari pintu kamar, sudah sampai ke meja makan, karena tempatnya memang kecil.


"Ken, mau makan nggak? Ayo cepat, gak menghargai banget gue sudah susah nyiapin semuanya sampai rapi seperti ini," ucap Salsa mulai mengisi piring untuk Kenzo dan juga dirinya.


"Benarkah? Emang istri idaman banget, paket komplit pokoknya," Kenzo hanya tersenyum mendengar perkataan Salsa. Jelas-jelas dia yang menyiapkan semuanya, tapi bisa-bisanya si princess mengaku dia yang melakukannya.


Mungkin karena cucunya laki-laki dan masih bujangan, jadi Tuan Fathan membelikan Apartemen yang memiliki pasilitas terbatas. Namun, sangat mewah di dalamnya, begitupun dengan harga barang-barang yang ada.


"Makanya gue lebih milih mengakhiri persahabatan kami," jawab Kenzo yang langsung membuat Salsa tidak jadi menyuap makanan kedalam mulutnya.


"Apa Elo menyesal?" tanya Salsa yang malah meletakan sendok nya ke dalam piring. "Elo masih ada waktu buat mikir, Ken. Gue nggak pernah maksa, hanya gue memberi pilihan, karena bila kita menginginkan sesuatu, terkadang memang harus mengorbankan sesuatu pula," tutur Salsa menatap Kenzo dengan serius.


"Tentu saja gue nggak menyesal!" jawab Kenzo cepat. "Salsa gue serius! Jadi jangan pernah mikir yang aneh-aneh seperti sekarang," Kenzo berjalan mendekati Salsa membawa kursi yang ia duduki. Lalu dia genggam kedua tangan istrinya.


Cup!


Mencium tangan Salsa berulangkali.


"Gue nggak menyesal mengakhiri persahabatan gue sama Mia, hanya saja... gue kasihan karena dia memiliki orang tua seperti Om Perdi." lanjut Kenzo belum melepaskan genggaman tangannya.

__ADS_1


"Lalu apa bedanya tidak menyesal dan kasihan? Bukannya itu beda tipis?"


"Tentu saja berbeda, gue nggak menyesal karena sebelum kita menikah, gue sempat putus kontak sama Mia. Lalu ada beberapa bulan kami tidak pernah saling menghubungi. Nah ketemu dia itu gara-gara gue beli pembalut buat Elo," ungkap Kenzo menceritakan juga mengapa dia dan Mia bisa kembali berhubungan.


"Gue merasa kasihan bukan karena gue suka, ataupun menyesal. Tapi kasihan sebagai manusia, gue punya adek perempuan. Mia itu sebetulnya dulu memiliki kakak, hanya kakaknya meninggal dunia gara-gara mengalami kecelakaan," papar Kenzo mengambil piring Salsa dan mulai menyuapi istrinya, karena Kenzo tahu, jika istrinya memiliki penyakit asam lambung. Jadi tidak bisa telat makan.


"Astaga! Elo serius?" seru Salsa sebelum menerima suapan yang baru. Mereka berdua terus saja mengobrol dan Kenzo seperti lagill menyuapi anaknya makan.


"Iya, gue serius! Tapi sudahlah, nggak usah dibahas lagi," kata Kenzo kembali menyerahkan air putih.


"Eum... gue sebe---"


"Iya, gue tahu! Sudah ya, gue malas bahas masalah ini lagi," sela Kenzo menyuapi suapan terakhir. Apa masih mau nambah?" tanyanya karena piring makanan Salsa sudah kosong.


"Sudah habis ya, kenapa cepat banget?" cicit Salsa merasa malu sendiri.


"Iya, sudah habis, karena piringnya bolong, nggak ada tutupnya," kata Kenzo mengambil piring miliknya yang masih itu. "Masih mau nambah?" sebelum Salsa berkata apa-apa Kenzo sudah menawarkan lagi.


"Tidak, tidak! Gue sudah kenyang. Elo aja yang makan, eum dan terima kasih sudah di suapi," Salsa tersenyum manis sambil melihat Kenzo mulai menyuapi makanan miliknya.


"Kenapa melihat aku seperti itu?"


"Aku?" ulang Salsa.


"Betul, aku bukan gue," jawab Kenzo membenarkan.


"Baiklah, gue, eh salah! Maksudnya aku dan kamu," Salsa sampai menutup mulutnya agar tidak tertawa.


"Biar lebih terasa dekat," kata Kenzo yang langsung meminum air putih miliknya.


"Ck, emangnya biasa nggak dekat? Meluk gue tiap malam," decak si princess mulai membereskan meja makan dan mencuci peralatan yang kotor.


"Gimana mau jauh, Elo kan bantal guling yang sudah gue beli lengkap dengan sertifikat nya." jawab Kenzo membantu Salsa menyusun piring.

__ADS_1


"Enak aja, jika Elo sampai macam-macam, gue akan membatalkan semua semua surat-menyuratnya?" Ancam Salsa dengan wajah juteknya.


*BERsAMBUNG*...


__ADS_2