Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Mengantikan kakak.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Sore harinya.


Dengan langkah lelah Kenzo masuk kedalam rumah dan langsung berjalan menuju lantai atas, karena nenek dan kakeknya tidak ada di rumah. Kedua pasangan paru baya itu lagi pergi ke rumah teman mereka. Makanya tujuan Kenzo langsung ke kamarnya. Sebab sudah jelas disana ada sang istri yang menunggu kedatangannya.


Menunggu? Entahlah! Yang jelas ada Salsa yang merupakan istri sahnya. Itu saja.


Ceklek!


Kenzo membuka pintu kamar dengan pelan karena takut jika Salsa lagi tidur. Tadi sekitar jam setengah empat Kenzo sudah mengabari gadis itu jika setelah ia pulang bekerja mereka akan berangkat ke kediaman orang tua Salsa.


Saat dia menelepon Salsa mengatakan jika dirinya mengantuk dan ingin tidur. Makanya pemuda itu mengira jika Salsa lagi tidur. Padahal hanya akal-akalan istrinya saja yang masih galau gara-gara pertemuan mereka tadi siang.


Ternyata dugaannya memang salah besar, karena begitu dia masuk ke dalam kamar. Sang istri sudah bersiap-siap tinggal menunggu kedatangannya. Si princes Erlangga bahkan sudah memakai sepatu.


Deg...


Saat Salsa menoleh kearah pintu kamar. Pandangan mata dia dan Kenzo bertemu. Tidak hanya jantung Salsa yang berdegup kencang, tapi juga jantung Kenzo.


"Sa... Lo sudah siap?" tannya Kenzo bertanya lebih dulu. Pemuda itu belum menyadari kalau tadi siang Salsa melihat dirinya lagi bersama Mia sahabatnya.


"Sudah!" jawab Salsa singkat. Saat pandangan mata mereka bertemu, gadis cantik kesayangan keluarga besarnya itu memutuskan pandangannya lebih dulu. Anggap saja dia membuang pandangan matanya agar tidak berpapasan dengan mata tajam Kenzo.


"Mandi aja, gue tunggu di bawah, ya." ucap Salsa ingin berdiri dari sofa. Namun, sebelum dia beranjak dari sana Kenzo sudah mengurung tubuhnya lebih dulu.


"Lo kenapa sih? Perasaan gue bawaannya jutek mulu? Lo marah sama gue?" sebetulnya Kenzo tidak ingin melakukan hal seperti saat ini. Akan tetapi hanya itu satu-satunya cara agar Salsa tidak meninggalkan kamar mereka.


"Gue memang seperti ini, Ken. cepat mandi sana! Gue mau nunggu dibawah." Salsa mendorong tubuh Kenzo agar menjauh dari tubuhnya. Sekarang bila ada orang yang melihat, maka akan mengira jika mereka berdua lagi berpelukan atau sebagainya. Padahal Kenzo hanya mengurung tubuh Salsa agar tidak ke mana-mana. Hanya saja posisinya begitu intim.


"Lo harus tetap di sini sampai gue selesai mandi. Kalau nggak, kita tidak jadi menginap di rumah papa." kata Kenzo menjauhkan tubuhnya agar tidak khilaf untuk mencicipi bibir ranum sang istri.


"Ken, gu---"

__ADS_1


"Tidak ada alasan! Tunggu gue mandi sebentar, setelah itu kita akan turun bersama-sama." sela Kenzo sebelum masuk ke dalam mandi.


Sedangkan Salsa yang mendengar ancaman tidak jadi ke rumah orang tuanya, hanya kembali duduk dengan hati bertambah dongkol.


"Bege si Ken, Ken!"


Umpat Salsa yang tertahan. Perbuatan Kenzo barusan membuat dia memiliki pikiran buruk pada Kenzo. Mungkinkah Kenzo bertindak seperti itu pada kekasihnya? Agk... mood gadis itu semakin kacau tidak karuan.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, cukup sepuluh menit kurang lebih. Kenzo sudah keluar dalam keadaan kamar mandi dalam keadaan bertelanjang dada. Dia kan memang habis mandi, jadi pastinya hannya memakai handuk sebatas pinggang.


Roti sobek Kenzo, terpampang begitu nyata. Tubuh mulus, putih, dan rambutnya yang masih basah, membuat ketampanan pemuda tersebut menjadi berkali-kali lipat.Untung saja Salsa tidak melihat kearahnya. Gadis itu sibuk memainkan ponsel agar mata sucinya tidak ternoda oleh laki-laki Playboy seperti suaminya.


Kenzo pun langsung saja memakai pakaiannya yang sudah disiap oleh Salsa. Hanya baju kaos berwarna putih dan celana jeans panjang. Berhubung belum malam, Kenzo tidak memakai hody lagi. Dia hanya mengenakan pakaian yang disiapi oleh sang istri.


Setelah itu Kenzo berjalan mendekati Salsa dan duduk disebelahnya. Tubuh mereka hanya berjarak beberapa senti. Namun, tidak membuat Salsa menoleh kearah Kenzo.


"Sa, Lo dari siang sudah makan apa belum?" tannya Kenzo secara langsung, karena tadi siang dia sudah bertanya. Akan tetapi belum merasa puas sebelum bertanya sendiri.


"Sudah, kan gue udah jawab dari tadi siang,"


Kenzo mengangukaan kepalanya. Lalu dia mengengam salah satu tangan Salsa dengan lembut. "Ayo kita berangkat sekarang. Sebelum makan malam kita enaknya sudah tiba di rumah papa." ucap Kenzo berdiri lebih dulu.


"Apasih maunya si Ken, Ken? Gue lagi kesal sama dia. Tapi kenapa malah jadi seperti ini,"


Gumam Salsa sambil melihat kearah tangan mereka yang saling mengengam.


"Jangan bengong aja, kita tidak akan sampai ke rumah papa bila Lo cuma diam di sini." suara Kenzo menyadarkan Salsa dari lamunannya.


"Apaan sih, basi!" jawab Salsa kembali jutek.


"Lo jangan jutek terus, nanti gue khilaf." setelah berkata seperti itu Kenzo menarik lembut tangan Salsa keluar dari kamar mereka. Saat menuruni tangga pun Kenzo tetap mengengam tangan sang istri.


"Ayo masuk!" ucap pemuda itu ketika mereka tiba di garasi mobilnya. Tidak menjawab, Salsa hanya masuk dan duduk dengan diam.


"Tumben," kata Kenzo melihat Salsa memasang selt belt nya sendiri. Hal yang baru beberapa kali dia lakukan selama hidupnya.


"Gue cuma lagi mau belajar agar tidak merepotkan orang lain," jawab Salsa yang tahu maksud Kenzo.

__ADS_1


"Orang lain?" ulang pemuda itu.


"Iya, orang lain. Gue bisa melakukannya. Hanya saja selama ini gue terlalu bergantung pada kakak gue. Jadinya ya seperti ini."


"Sa, gue bukan orang lain! Sekarang gue suami Lo," Kenzo yang tidak suka Salsa menyebut tidak mau menyusahkan orang lain langsung protes dan menekankan kata suami.


"Mulai sekarang gue nggak mau mendengar Lo ngomong gue sebagai orang lain." ucap Kenzo karena Salsa hanya diam saja. "Gue bisa mengantikan Arsya. Jad---"


Tttddd!


Tttddd!


📱 Kenzo : "Iya Mi, ada apa?" tannya Kenzo langsung mengangkat ponselnya yang bergetar di tempat biasa dia menyimpannya saat berkendara.


📱 Kenzo : "Nggak Mi, malam ini gue nggak sempat. Iya, besok malam aja." jawab Kenzo membenarkan. Entah apa yang dikatakan oleh wanita yang meneleponnya karena Salsa tidak bisa mendengar dengan jelas. Akan tetapi Salsa mengetahui jika yang menelepon suaminya pasti wanita yang bernama Mia.


📱 Kenzo : "Iya, iya. Besok gue kabarin sempat apa nggak nya." kata Kenzo kembali berbicara dengan Mia dan mengabaikan Salsa yang mendengar percakapan mereka.


📱 Kenzo : "Huem, baiklah! Selamat malam juga," setelah berbicara beberapa menit Kenzo menaruh kembali ponselnya ke tempat semula. Waktu yang singkat tapi bagi Salsa cukup lama.


"Sorry!" ucap Kenzo meminta maaf dan mulai menghidupkan mobil Lamborghini nya dan mulai menjalankan kendaraan tersebut membelah jalanan Ibu kota yang mulia padat oleh kendaraan lain.


Gara-gara telepon dari Mia. Kenzo melupakan apa yang hendak dia katakan tadi. Sedangkan Salsa hanya tersenyum di sudut bibir atasnya.


Sore ini Salsa semakin yakin untuk menjaga jarak diantara mereka berdua. Apa yang dikatakan oleh kakaknya tadi siang sudah tidak ia pikirkan lagi, yang mengatakan dekat dengan seseorang. Belum tentu pacaran atau memiliki hubungan yang spesial.


"Bila Lo terus seperti ini dan sudah memiliki kekasih. Maka sampai kapanpun, Lo nggak akan bisa menggantikan posisi kakak gue, Ken! "


*BERSAMBUNG*...


.


Sambil menunggu novel Bbg Kenzo update yuk mampir di novel sahabat Mak Autor.


Napen : Mama Reni.


Judul : Teman ranjang sahabat ibuku.

__ADS_1


Terima kasih😘💕



__ADS_2