
🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
Tiga Minggu kemudian.
Setelah pertengkaran sore itu, hubungan Salsa dan Kenzo kembali renggang seperti yang pernah terjadi. Namun, kali ini lebih parah dari sebelumnya. Kenzo semakin sibuk di perusahaan dan mengurus Mia yang sakit, membuat jarak tersebut benar-benar semakin jauh.
Jika di hadapan orang tua, semuanya masih biasa-biasa saja, tidak ada yang berubah, karena mereka tidak ingin orang tua masing-masing tahu bahwa hubungan keduanya lagi renggang.
Tanpa keduanya sadari jika keluarga besar Salsa sudah mengetahui semuanya. Arsya si kakak kesayangan mana mungkin akan diam saja adik perempuannya disakiti. Malam itu juga setelah Kenzo dan Salsa pulang ke rumah Tua Fathan. Arsya langsung mengatakan pada papa dan kakeknya.
Sebetulnya yang tidak tahu hanya kakek dan nenek Kenzo saja, karena Minggu lalu saat Rian melakukan perjalanan bisnis ke Korea. Dia sudah menemui Demian orang tua Kenzo dan menceritakan semuanya.
Jika terus berlanjut tetap seperti saat ini, maka setelah Salsa menyelesaikan pendidikan kelas dua belas nya, yang tinggal beberapa bulan lagi. Rian akan mengurus perceraian sang putri. Untuk saat ini bukan dia tidak mau mengancam Kenzo ataupun sebagainya, hanya saja Rian ingin bila menantunya itu benar-benar mencintai Salsa. Maka harus berjuang sendiri untuk mempertahankan sang putri.
Sama seperti dirinya yang pernah menyakiti Ayla. Tapi untuk menebus kesalahannya, Rian harus menderita dan berjuang sendiri tanpa ada yang membantu. Hal seperti itulah yang Rian inginkan, dia mau jika Kenzo menyayangi putrinya segera sadar dan memperbaiki semuanya.
Apa yang Rian lakukan saat ini tentu saja karena dia pernah di posisi menantunya. Untung saja Rian memiliki mertua seperti Ayah Ridwan dan ibu Mirna. Mereka tetap sabar meskipun putri mereka hampir meregang nyawa sendirian atas kelalaian Rian.
Pada saat peristiwa itu terjadi, justru orang tua Rian sendiri yang marah padanya. Hampir dua bulan Oma Sonya tidak mau bicara dengan Rian karena dia kecewa pada putranya. Sedangkan Opa Heri menghajar Rian secara membabi-buta.
Atas dasar pengalaman itulah Rian masih memberi Kenzo waktu. Intinya menunggu Salsa tamat sekolah saja. Setelah itu mereka entah akan membawa Salsa kemana.
Lagian apa yang tidak diketahui oleh Rian. Anak buah Erlangga dan Ridwan tersebar kemanapun anak-anaknya pergi. Jadi kedekatan Kenzo dengan Mia tentunya Rian jauh lebih tahu daripada Arsya.
Seperti sore ini, di berbagai tempat acara pertandingan akan berlangsung. Tim pengawal yang akan menjaga putra-putri Rian sudah datang dari siang, untuk melakukan gladi resik keamanan tempat tersebut.
Ttddddd!
Tttttddd!
📱 Salsa : "Iya, Kak?" sapa Salsa mengangkat panggilan dari Farel. Ya Farel! Pemuda yang merupakan sahabat baik kakaknya sendiri. Semenjak dia putus dengan Kenzo, Salsa mulai berusaha untuk melupakan suaminya itu, dan sekarang lagi dekat dengan Farel.
Si princess mengikuti perkataan kakaknya, yaitu hidup seperti gadis biasa, yang bebas mau dekat dengan siapapun. Sebab Kenzo sendiri juga seperti itu.
Tiga hari lalu, Farel menyatakan perasaannya pada Salsa. Namun, si princess belum memberikan jawaban karena takut mengecewakan pemuda itu bila mengetahui dirinya sudah menikah. Walaupun pernikahan tersebut akan segera berakhir, karena Arsya sudah mengatakan pada sang adik jika memang tidak cocok, maka untuk apa juga diteruskan.
📱 Farel : "Nanti Kakak jemput, ya? Kita berangkat bareng," jawab Farel dari seberang sana.
📱Salsa : "Eum... baiklah! Tapi apa tidak merepotkan? Kakak kan harus mengatur Tim juga,"
📱 Farel : "Tentu saja tidak apa-apa, buat princess, Kakak akan membagi waktunya." goda Farel yang terus mengembangkan senyumnya.
📱Salsa : "Oke, kalau begitu datangnya empat puluh menit lagi, soalnya ini Salsa belum bersiap-siap." dusta Salsa terpaksa berbohong. Mana mungkin dia minta dijemput ke rumah mertuanya.
📱 Farel : "Baiklah, Kakak juga belum mandi kok,"
📱Salsa : "Kalau begitu Kakak mandi dan bersiap-siap. Soalnya Salsa juga mau mandi."
📱Farel : "Siap cantik, sampai berjumpa lagi." kata Farel mematikan sambungan telepon mereka.
Salsa hanya mengiyakan. Lalu diapun berjalan mendekati lemari pakaian Kenzo untuk menyiapkan pakaian pria itu, karena meskipun mereka sudah putus. Si cantik Salsa tetap melakukan perannya sebagai istri. Walaupun hanya sekedar menyiapkan baju salin.
Ceklek!
Bertepatan Salsa menaruh baju untuk suaminya di tempat biasanya. Kenzo yang tadi lagi mandi sudah keluar dengan handuk melilit di pinggangnya. Salsa cepat-cepat berbalik arah dan duduk lagi di atas sofa.
Sekarang mereka berdua memang sangat jarang berbicara. Namanya juga orang yang sudah putus hubungan, tahulah akan seperti apa.
"Sa, nanti gue mau cepat menjemput Mia, jadi Elo sendiri aja yang masuk ke rumah papa, dan tolong sampaikan maaf gue," kata Kenzo sambil menyiapkan keperluan dia saat bertanding nanti.
"Eum!" jawab Salsa memaksakan senyum. Ternyata kandasnya hubungan mereka tidak membuat Kenzo memikirkan kesalahannya. Apabila lagi berada bersama Salsa, setiap Kenzo akan menemui Mia. Pemuda itu selalu mengatakan pada istrinya. Walaupun niatnya baik, tetap saja Kenzo bersalah.
"Ternyata apa yang Elo lakuin dulu hanya gombalin gue, Ken. Untung aja waktu itu gue belum di un boxing. Kalau sudah, rugi dong gue,"
Gumam Salsa mengelengkan kepalanya pelan. Untuk mengusir pikiran tentang Kenzo.
"Lo kenapa?" tanya Kenzo melihat Salsa mengelengkan kepalanya. "Lo nggak lagi sakit, 'kan?" lanjutnya lagi.
__ADS_1
"Gue nggak kenapa-kenapa, kalau Elo mau cepat, pergi aja langsung dari sini. Gue mau minta diantar Paman Roby aja," ucap Salsa berdiri dari sofa.
"Tapi nggak apa-apa gue ngantar Elo sebentar set---"
"Elo berangkat saja, biar gue sama sopir. Lagian Mia lebih penting bukan," sela Salsa yang dengan sengaja menyebutkan nama Mia lebih penting.
"Sa, nggak git---"
"Gue berangkat duluan, dada... ingat nanti malam gue nggak akan pulang ke sini," seru Salsa berlari keluar kamar mereka dan langsung menutup pintunya cukup keras.
"Sa, Salsa!" teriakan Kenzo tidak dihiraukan lagi oleh princess yang pergi dari sana membawa hati yang terluka.
"Gue benci sama Elo, Ken. Gue menyesal kenapa juga kita harus kena jebak."
Ucapnya di dalam hati sambil menuruni anak tangga satu persatu. Berhubung di rumah tersebut tidak ada siapa-siapa, Salsa langsung saja berangkat ke rumah orang tuanya. Di memang memiliki sopir pribadi, dan tentunya Rian lah yang menyiapkan semuanya.
"Kita mau langsung kemana, Non?" tanya pria yang Salsa panggil Paman Roby.
"Ke rumah papa, Paman," jawab Salsa sopan. Sejak kecil ia memang memangil pria itu dengan sebutan paman.
Sementara itu Kenzo yang ditinggal Salsa pergi begitu saja hanya bisa mengusap wajahnya kasar. Tidak ada hal yang bisa ia lakukan, sebab orang tua Mia belum juga kembali.
"Kenapa bisa seperti ini, sih!" sesal Kenzo yang tidak tahu harus marah pada siapa. Dikiranya setelah menjelaskan pada Salsa, semuanya akan baik-baik saja.
Saat Kenzo melanjutkan memasukkan kostum yang akan dia gunakan ke dalam tas. Satu buah pesan dari Mia masuk pada ponselnya.
💌 Mia : "Ken, jadi kan jemput gue?" bunyi pesan dari Mia.
💌 Kenzo : "Iya jadi, tunggu aja. Ini gue lagi siap-siap." balas Kenzo langsung memasukkan ponselnya ke saku jaket yang ia pakai. Lalu diapun pergi mengunakan mobil mewahnya menuju rumah Mia. Tadi dia berencana mengantar Salsa lebih dulu, setelahnya baru menjemput Mia dan berangkat bersama sahabatnya. Namun, Salsa malah tidak ingin diantar.
"Adek, sudah sampai? Sama siapa?" tanya Arsya yang baru menuruni tangga Salsa sudah ada di ruang tengah.
"Sama siapa lagi, kalau bukan sama Paman Roby," jawab Salsa jujur, karena apapun itu dia selalu bercerita pada kakaknya.
"Tidak apa-apa, bukannya mau di jemput Farel," goda Arsya. Dia memang sudah tahu karena Farel sudah menelepon dari sore.
"Ha... ha... kakak sudah tahu," tawa Salsa bergelayut manja pada sang kakak.
"Tentu saja, apa yang tidak kakak ketahui," sambil mengobrol si kembar berjalan menemui orang tua mereka di ruang keluarga.
"Dia sudah duluan, Ma." jawab Salsa ternyum kecil. Lalu dia mendekati papanya yang duduk di sofa sambil merentangkan kedua tangan, siap untuk memeluk putrinya.
"Papa," lirih Salsa. Ingin sekali ia bercerita pada cinta pertamanya itu, tentang rumah tangganya. Namun, Salsa belum siap.
"Maafkan Papa, Nak. Bersabarlah tunggu sekolah mu selesai, huem!" ucap Rian mengelus punggung sang putri.
Orang tua mana yang akan baik-baik saja, melihat putrinya haru mengalami hal yang Rian ingin hindari. Melihat pernikahan putrinya seperti sekarang, Rian justru menyalahkan dirinya sendiri dan menganggap semuanya terjadi atas karma perbuatan masa lalunya.
"Maksudnya apa, Pa?" Ayla yang bertanya, karena dia memang belum tahu soal perceraian putrinya. Rian tidak bercerita tentang itu karena takut Ayla memaksa Salsa untuk pulang ke rumah mereka saat ini juga.
"Tidak ada, Papa berencana akan membangunkan rumah di sekitar kita, agar princess tidak harus pulang pergi kesana-kemari," ujar Rian terpaksa berbohong.
Tiin!
Tiin!
"Pa, Ma, Kami berangkat sekarang, sepertinya Farel sudah datang," sela Arsya cepat, karena tidak ingin mamanya semakin bertanya.
"Iya, Kalian hati-hati," jawab Rian dan Ayla secara bersamaan. Hal tersebut membuat Ayla tidak bertanya lagi, karena kedua anaknya juga sudah berpamitan.
Setelah memeluk orang tuanya bergantian, barulah si kembar pergi dan setibanya diluar, ternyata benar kata Arsya. Farel sudah berdiri disamping mobilnya.
"Rel, kenapa nggak masuk dulu," kata Arsya setelah bersalaman ala mereka anak muda.
"Ck, Elo mah nyuruh masuknya sekarang, coba di hari-hari biasanya." decak Farel karena tahu Arsya hanya berbasa-basi saja.
"Ha... ha... ogah gue nyuruh Elo masuk kalau waktunya nggak mepet, karena tahu niat Elo datang buat ngapelin adek gue." Arsya tertawa sambil menuju mobilnya sendiri. Sebab adiknya akan berangkat bersama Farel.
"Princess kenapa diam aja, ayo masuk!" ucap Farel yang sudah membuka lebar pintu mobilnya.
"Eum, iya Kak, terima kasih," jawab Salsa tersenyum manis yang mampu membuat jantung Farel berdegup semakin kencang.
__ADS_1
Setelah Farel menyusul masuk. Mobil Arsya pun mulai meninggalkan kediaman orang tuannya menuju pusat ibu kota B. Malam ini dia akan bertanding melawan Tim dari antar ibu kota dan Tim Kenzo di babak ke duanya nanti.
"Princess," panggil Farel melihat Salsa melamun tidak mendengar saat ia mengajak bicara.
"Hum, iya ada apa, Kak?"
"Boleh Kakak bertanya?" ucap Farel tidak bisa menahan rasa ingin tahunya lagi.
"Tanya aja," jawab Salsa singkat.
"Eum... waktu itu Kakak pernah melihat princess satu mobil sama Kenzo, anak dari Universitas Bima Sakti. Apa Kakak boleh tahu, diantara kalian ada hubungan apa?"
Deg!
"Apa, Kak Farel pernah melihat gue lagi bersama Kenzo? Apa yang harus gue jawab? Nggak mungkin kan gue bilang kalau Kenzo adalah suami gue,"
Tanya Salsa pada dirinya sendiri. Dia bingung mencari jawaban yang tetap. Ingin berkata jujur tidak mungkin. Berbohong Salsa merasa bersalah. Farel adalah pemuda yang sangat baik, ia tidak tega membohonginya.
"Jika princess belum bisa menjawabnya, tidak apa-apa. Jangan jadikan beban pikiran," kata Farel tidak ingin memaksa. Lagian bila sudah saatnya, dia pasti aka tahu sendiri atau Salsa yang akan memberitahunya.
"Dia, dia mantan pacar Salsa, Kak." jawab Salsa mengingit bibir bawahnya sendiri. Apa yang dia katakan memang benar, Kenzo mantan pacar berstatus suami.
Kriiiit!
Suara Farel memijak rem mobilnya secara mendadak. "Sa, maaf, maaf! Kakak tidak sengaja," ucap Farel langsung meminta maaf.
"Agh, i--iya tidak apa-apa," jawab Salsa yang bisa memaklumi keterkejutan Farel, karena dia sendiri sudah menduga jika pemuda itu pasti kaget mendengar jawabannya.
"Princess serius, tidak lagi ngeprank Kakak, 'kan?" tanya Farel yang sudah kembali menjalankan kendaraannya dengan pelan, tidak seperti tadi yang mengebut mengikuti mobil Arsya.
"Tidak, Salsa serius, Kak. Kenzo mantan pacar Salsa, tapi kita pacarannya nggak lama. Mungkin hanya beberapa Minggu doang,"
"Oh, iya sudah! Kakak hanya ingin tahu saja," Farel kembali tersenyum kecil, sebab takut Salsa malah menjadi canggung pada dirinya. "Kalau begitu, Kakak ada harapan untuk menjadi kekasih princess," lanjutnya lagi sebelum mobil mereka masuk ke area gedung olah raga terbesar di kota B.
"Kita lihat saja nanti, untuk sekarang Salsa belum bisa ngasih jawabannya, karena Salsa tidak mau membuat Kakak kecewa." imbuh Salsa balas tersenyum. Lalu karena sudah sampai, mereka berdua turun dari mobil.
Saat mereka tiba, ternyata bertepatan dengan rombongan yang lainnya. Sebab malam ini baik Tim Kenzo dan Tim Arsya datang lebih awal sebagai tuan rumah.
"Buset, princess kenapa jalan sama Farel," seru Hengki merasa kecewa. Bagaimana tidak kecewa, melihat Farel dan Salsa seperti pasangan kekasih.
Ucap dari Hengki, tentunya membuat Kenzo dan yang lainnya menoleh kearah mobil Farel yang baru saja tiba.
"Salsa, jadi ini alasan dia mau di antar Paman Roby, daripada gue yang anatar?"
Kenzo mengepal erat buku tangannya. Dia tidak suka melihat pemandangan seperti itu. Tapi juga tidak memiliki hak buat melarang istrinya, karena dia yang membuat Salsa jalan dengan pria lain.
"Ken, Elo kenapa?" Mia menyentuh lengan Kenzo, karena sahabatnya itu malah diam menatap lekat Salsa dan Farel.
"Agh... tidak ada, ayo kita masuk," ajaknya memasang headset ke telinganya dan berjalan cue melewati Salsa dan Farel.
Jangan lupakan, salah satu tangan Kenzo menarik tangan Mia. Jadi mereka berdua juga terlihat seperti pasangan kekasih bagi orang yang tidak tahu hubungan mereka berdua.
"Tidak perlu kalian buktikan dihadapan gue, Ken. Karena gue nggak akan menganggu hubungan Elo sam Mia. Setelah gue selesai ujian, maka mungkin saja kita akan berpisah."
Gumam Salsa hanya bisa menghela nafas, agar hatinya kuat melihat Kenzo bersama wanita yang di pilih suaminya itu. Bohong bila dia tidak kecewa melihatnya, tentu saja Salsa sakit menerima kenyataan tersebut.
Tidak disangka memang, Kenzo yang beberapa Minggu lalu memperlakukan dia seperti seorang putri. Sekarang lebih memilih sahabatnya daripada menjaga hubungan mereka.
*BERSAMBUNG*...
.
.
.
Assalamualaikum, kakak raeder semuanya. Maaf ya, komentar kalian tidak bisa Mak Author balas satu persatu, karena saat ini Mak Author lagi sakit. Dan maaf juga karena update nya jadi tidak rutin. Terima kasih buat kalian yang sudah mau menunggu kelanjutan ceritanya. Sebagai bonus, ini Mak kasih Visual bbg Farel ya🥰🥰
__ADS_1
Terima kasih 🙏😘😘😘