Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Pacaran setelah menikah.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


"Pakai jaket nanti Lo kedinginan." ucap Kenzo sambil memakai sepatunya. Saat ini pasangan suami-istri yang memulai hubungan dengan berpacaran, lagi bersiap-siap untuk pergi Jalan-jalan. Tadi setelah menghabiskan makan malam keduanya sudah mengatakan pada Tuan Fathan dan istrinya. Bahwa mereka berdua akan pergi Jalan-jalan untuk mencari hiburan.


"Memangnya kita mau pergi naik apa?" tanya Salsa menurut saja seperti perkataan suaminya. Gadis itu mengambil jaket berwarna coklat yang dibelikan oleh ibu mertuanya.


"Kalau Lo berani sih, kita naik motor aja," jawab Kenzo berjalan mendekati istrinya. "Lo berani nggak? Kalau gak berani kita pakai mobil." tangan Kenzo terangkat keatas dan menyelipkan anak rambut Salsa pada telinga istrinya.


"Siapa takut, gue sudah biasa naik motor sama kakak." jawab Salsa tersenyum. Di dalam hatinya ingin tertawa karena selain keluarganya, semua orang mengira Salsa tidak bisa membawa mobil. Padahal jangankan mobil, membawa motor saja Salsa jagonya.


Dibalik sifat nya yang manja dan penakut sama hujan. Ternyata si princess memiliki kelebihan yang tidak diketahui oleh orang lain


"Baguslah, kita hanya akan Jalan-jalan di dekat Taman kota saja. Kalau jauh-jauh gue nggak berani, ini malam." imbuh Kenzo ikut tersenyum. "Ayo kita berangkat sekarang," ajaknya lagi menarik lembut tangan istrinya.


Sambil menuruni tangga mereka masih tetap bergandengan tangan. Tepatnya Kenzo, pemuda itu tidak melepaskan tangan sang istri, yang ada malah semakin mengeratkan genggaman tangannya.


"Apa kita tidak berpamitan pada kakek dan nenek?" Salsa menarik tangan Kenzo agar berhenti, karena melihat di ruang keluarga tidak ada siapa-siapa.


"Nggak usah, tadi gue sudah bilang ke nenek juga." jawab Kenzo terus berjalan keluar dari rumah menuju tempat bagasi mobil dan motornya.


"Bentar biar gue yang pasang," tidak menunggu jawaban dari sang istri. Kenzo langsung memaksimalkan helm pada kekasih halalnya.


"Ayolah Sa, tenang-tenang. Ambil nafas lalu hembuskan lagi."


Gumam Salsa didalam hatinya. Menurut Salsa yang tidak pernah dekat dengan pria lain selain ke-tiga saudara laki-lakinya. Tentu saja setiap bersama Kenzo merasakan hal yang berbeda. Jantungnya berdegub cukup kencang. Seakan-akan mau keluar dari tempatnya.


"Sudah! Pegangan ya, gue nggak mau dipenggal oleh Papa Rian gara-gara putrinya terjatuh dari motor," goda Kenzo sudah duduk di atas kendaraan roda duanya.


Lalu ia mengulurkan tangan untuk membantu istrinya naik keatas motor. Setelah memastikan Salsa sudah duduk dengan nyaman, barulah pemuda itu menjalankan kendaraan mewahnya.


Tujuan Kenzo saat ini adalah Taman kota yang berada di sisi jalan. Jika malam hari, bila cuacanya bagus, sangat ramai oleh muda-mudi seperti mereka. Sambil mengendarai kendaraan tersebut. Kadang-kadang Kenzo mengelus tangan Salsa yang melingkar erat di pinggang nya.

__ADS_1


Tidak jauh dari motor mereka. Pasukan pengawal yang ditugaskan oleh Rian memantau meskipun dari kejauhan.


"Apa mau disini?" tanya si princess karena Kenzo sudah menepi dari jalan dan mulai memelankan laju kendaraannya.


"Iya, gue sudah biasa nongkrong di sini." jawab Kenzo sudah mematikan mesin motornya. Lalu ia turun dan membuka lagi helm pada kepala istrinya.


"Tapi---"


"Aman, teman-teman gue malam ini sedang latihan semua. Mereka tidak akan datang ke sini." sela Kenzo mengerti kecemasan Salsa.


"Oh, syukurlah!" Salsa pun ikut duduk disebelah Kenzo. "Eumh! Ternyata indah banget ya kalau lagi malam seperti ini," ucap Salsa kembali lagi berdiri untuk melihat pemandangan dihadapan mereka.


"Yang indah itu istri gue," ujar Kenzo sudah berdiri di samping Salsa.


"Apaan sih, mulai deh keluar gombalnya." cibir Salsa. Akan tetapi dia masih tetap tersenyum bahagia menikmati semilir angin malam.


"Gombal sama istri sendiri kan gak masalah." kata Kenzo memandang kecantikan istrinya dari samping.


"Jangan natap gue, nanti Lo jatuh cinta."


"Bukan nanti, tapi sudah jatuh cinta dari kemarin-kemarin kali," pemuda itu terus saja menjawab perkataan Salsa. Sebab apa yang ia katakan memang bebar. Kenzo sudah jatuh cinta pada istrinya sendiri.


"Eum, apa?" si cantik Salsa pun menoleh kesamping.


Cup!


"Ken, Ken!" seru Salsa menyentuh pipinya yang dicium. "Gimana jika ada yang melihat kita,"


"Nggak akan ada, mereka sibuk sama pacarnya." jawab Kenzo santai. "Thanks ya, sudah mau menjadi pacar gue." ucap Kenzo tiba-tiba menggengam kembali tangan istrinya.


"Memangnya kita masih pacaran? Perasaan tadi gue sudah minta putus, deh." kata Salsa menarik tangannya.


"Sampai kapanpun gue nggak mau kita putus, Sa. Gue serius ingin melanjutkan pernikahan kita. Meskipun kita menikah dengan terpaksa." ungkap Kenzo kembali duduk di bangku yang tersedia. Dia membiarkan Salsa masih berdiri.


"Tapi jujur, gue takut Lo nggak bisa menepati janji, Ken. Jadi untuk berjaga-jaga, tolong jangan memberi gue harapan palsu." terdengar Salsa menghela nafas panjang.

__ADS_1


Dia memang memberi Kenzo kesempatan. Akan tetapi Salsa tidak ingin terlalu berharap yang nantinya akan membuatnya kecewa.


"Nggak apa-apa, gue ngerti. Cuma gue akan membuktikan jika gue benar-benar serius sama hubungan kita,"


"Huem, kita lihat saja nanti. Sudah ah, jauh-jauh datang kesini cuma membahas masalah yang tidak akan pernah ada habisnya." Salsa berjalan di sekitar tempat mereka sekarang. Hal yang sama juga dilakukan oleh Kenzo.


Untuk malam ini, mereka tidak membicarakan lagi, perihal keseriusan Kenzo yang ingin mempertahankan hubungan keduanya.


"Lo benar, sekarang waktunya kita pacaran." imbuh Kenzo langsung menarik tangan Salsa menuju ke tempat pedagang kaki lima. Di tempat tersebut, berbagai aneka makanan tersedia untuk pengunjung yang datang ataupun yang hanya lewat.


Lalu Kenzo dan Salsa pun mulai mendatangi warung satu ke satunya lagi. Bermacam makanan yang kira-kira menarik mereka cicipi walaupun sedikit. Sebelumnya Kenzo dan Salsa memang sudah sering membeli makanan ketika pulang ke rumah kakek ataupun ke rumah orang tua Salsa.


Setelah itu mereka sengaja berjalan mengelilingi Taman tersebut sambil bergandengan tangan. Pacaran setelah menikah itulah yang mereka lakukan. Ternyata apa yang Kenzo katakan benar, saat mereka di sana. Tidak ada bertemu dengan orang-orang yang mereka kenali.


"Mau pulang sekarang?" tanya Kenzo melihat jam tangannya.


"Iya, sudah jam sembilan. Lagian besok kita mau sekolah," jawab Salsa mengiyakan. Lalu mereka berdua pun memutuskan untuk pulang.


Sementara itu Andra dan sahabat Kenzo yang lainnya juga baru pulang dari gedung tempat mereka latihan, dan tanpa sengaja Eel melihat kearah motor yang ada dihadapan mobil mereka.


"Itu bukannya motor Kenzo, ya?" tunjuk Eel pada pasangan kekasih yang terlihat begitu mesra. Bagaimana tidak, si pria yang membawa motor masih sempat-sempatnya menggenggam tangan gadis yang ia bonceng.



"Benar, itu Kenzo. Apakah itu kekasihnya?" sahut Andra membenarkan. "Pantas saja sekarang dia jarang hadir latihan, ternyata benar dia memiliki pacar." ucap Andra ikut melihat kearah motor yang mereka duga adalah Kenzo.


"Kok ceweknya seperti nggak asing ya? Apakah itu Mia, atau si Lala?" sambung Eel semakin penasaran.


"Entahlah, gimana sekarang? Kita ikuti mereka atau langsung pulang?" tanya Andra karena dia yang membawa mobil. Malam ini kebetulan sekali mereka berangkat mengunakan mobil Andra.


"Foto aja, besok siang kita sidang dan tanyakan siapa gadis yang bersamanya malam ini." putus Hengki yang sejak tadi hanya diam.


*BERSAMBUNG*...


.

__ADS_1


.



__ADS_2