Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Janji Kenzo.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Ragu-ragu Arsya meletakan tangan adik kesayangannya pada tangan rival yang sekarang menjadi adik ipar. Entah seperti apa rasanya, yang jelas Arsya tidak ingin melakukannya bila memiliki pilihan lain.


Seharusnya yang melakukan hal tersebut adalah Rian sebagai Ayah Salsa. Namun, karena ini permintaan sang putra. Rian pun mendukung penuh karena tahu seperti apa Arsya menjaga adiknya selama ini.


"Kenzo, bawalah adikku menuju tempat yang mempersatukan kalian berdua." ucap Asrya mengubah bahasa pangilan dari gue jadi aku. Di acara sakral seperti saat ini mana mungkin dia menggunakan bahasa saat mereka berada diluar rumah.


"Terima kasih, kakak ipar," jawab Kenzo disertai senyuman di ujung bibirnya. Pemuda itu dengan sengaja menekankan kata kakak ipar. Apalagi setelah pandangan dia dan Arsya bertemu.


Para orang tua mereka tidak ada yang tahu jika hubungan Arsya dan Kenzo tidak sedekat itu. Satu-satunya yang mengetahui hal tersebut adalah Salsa, karena apapun masalahnya, sang kakak selalu bercerita padanya.


Hari ini si Kapten Basket SMK Erlangga, tidak! bukan Kapten Basket SMK Erlangga saja. Tapi putra sulung Rian itu sudah menyandang Kapten Basket ibu kota B. Saat ini Arsya terlihat begitu tertekan. Apalagi dia tahu Kenzo menyebut kata kakak ipar sama dengan sedang mengejeknya.


Namun, perang dingin itu langsung berakhir saat suara MC pembawa acara meminta Kenzo dan Salsa berjalan menuju di mana sudah ada para saksi dan orang tua mereka menunggu kedatangan keduanya.


Lalu Kenzo pun berjalan mengandeng tangan gadis yang menjadi idola para pria itu menuju tempat acaranya berlangsun. Selama acara sakral tersebut dilakukan. Mereka berdua sama-sama melakukannya dengan serius. Seakan-akan mereka memang menginginkan pernikahan tersebut. Sampai pada saat terakhir yaitu pemasangan cincin kawin mereka.


"Sekarang waktunya untuk Tuan muda Kenzo memasang cincin pada jari Princes Salsa." ucap si MC ikut tersenyum bahagia melihat pasangan tersebut yang begitu serasi.


Pengantin prianya tampan dan pengantin wanitanya sangat cantik. Mereka berdua terlihat saling mencintai. Tidak ada wajah terpaksa dari keduanya.

__ADS_1


Dengan jantung berdebar-debar Kenzo akhirnya berhasil menyematkan cincin tersebut pada jari manis gadis yang sudah sah menjadi istrinya. Sekarang tinggal giliran sang istri memasang pada jari tangannya.


"Hem!" Salsa berdehem sebelum mengambil cincin diatas nampan khusus yang di pegang oleh mama Kenzo. Wanita yang sudah menjadi ibu mertuanya beberapa menit yang lalu.


"Gadis ini!"


Batin Kenzo merasa gemas pada tingkah Istri kecilnya. Biasanya mana ada seorang pengantin wanita berdehem dulu sebelum memasang cincin pada pasangannya. Boleh dikatakan Salsa adalah pemecah rekor di dunia pernovelan.


Saat Salsa sudah menyematkan juga cincin pada jari tangan Kenzo. Riuh tepuk tangan langsung mengema di dalam rumah mewah itu. Semua merasa bahagia termasuk Arsya. Meskipun dia keberatan menerima kenyataan yang ada. Tapi pewaris Erlangga itu ikut bertepuk tangan sama seperti keluarganya lakukan.


"Karena acaranya sudah selesai. Sekarang adalah waktunya bagi kedua pasangan pengantin kita meminta restu pada kedua orang tuanya" MC kembali lagi memberikan pengarahan karena dia memang bertugas untuk itu, yang menjadi MC nya bukan orang lain. Tapi adalah adik salah satu orang kepercayaan Tuan Heri.


Begitu sudah di beritahu. Kenzo dan Salsa berjalan saling bergandengan tangan, mendekati orang tua mereka berdua. Para orang tua mereka, sudah duduk di kursi yang telah disediakan. Acara meminta restu itu di saksikan oleh keluarga yang lainya.


"Pa, tolong do'akan Kenzo agar bisa menjadi suami yang bertanggung jawab, sama seperti Papa." ucap pemuda itu sudah tahu kata-kata apa yang akan dia sebutkan karena umurnya memang sudah cukup untuk menikah. Berbeda dengan Salsa yang masih berumur delapan belas tahun.


"Tentu, tanpa kamu minta Papa akan mendo'akan agar kamu bisa menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab untuk keluarga mu nanti. Jagan pernah menyakiti istrimu, karena dia sama seperti mama dan adik perempuan mu. Harus di sayang bukan untuk disakiti." jawab Demian sambil mengelus kepala putra sulungnya dan memberikan pelukan.


Lalu hal serupa pula Salsa lakukan pada kedua orang tua Kenzo yang sekarang sudah menjadi orang tuanya juga.


"Om, Pa ... tolong do'akan Salsa biar bisa menjadi istri yang baik untuk putra Papa." saat menyebutkan kata papa, Salsa hampir saja menyebutkan dengan kata om.


"Tentu, Nak. Semoga pernikahan kalian akan selalu diberikan kebahagiaan. Bila putra Papa salah, kamu cukup katakan. Papa akan menghukumnya dengan tangan papa sendiri." kata Demian memberi restu pada princes Erlangga yang sekarang menjadi menantunya.


Acara meminta do'a restu itu pun terus berlangsung sampai tiba giliran meminta restu pada Rian dan Ayla, yang paling duluan melakukannya tentu saja masih Kenzo. Sedangkan Salsa hanya mengikuti saja dari belakang.

__ADS_1


"Pa, Kenzo minta restunya untuk menjaga anak Papa mulai hari ini. Do'akan agar Kenzo bisa menjadi laki-laki yang lebih baik, sehingga bisa membahagiakan Salsa dan juga menjaganya. Sama seperti kalian melindunginya selama ini." ucap Kenzo sambil mencium tangan laki-laki yang selama ini dia sebut sebagai om. Setelah itu dia kembali lagi berkata.


"Mungkin Kenzo bukanlah menantu yang seperti kalian harapkan. Namun, Ken, berjanji akan menjadi suami terbaik untuk Salsa. Kenzo akan berusaha membuatnya bahagia selama berada disisi Kenzo." ucapan Kenzo membuat Salsa yang tadinya menunduk langsung menatap kearah suaminya. Dia tidak menyangka kalau Kenzo akan berjanji seperti itu pada papanya.


Jujur saja mendengar janji Kenzo membuat gadis itu merasa terharu, karena dia berpikir suaminya itu akan meminta do'a restu biasa. Tidak berjanji seperti saat ini. Berjanji pada Rian seperti itu, berarti sama saja Kenzo sedang mempertaruhkan nyawa dan harta keluarga mereka.


Sebab dia benar-benar harus bisa memenuhi janjinya untuk tidak menyakiti Salsa. Gadis yang menjadi istrinya bukanlah gadis biasa. Tapi putri satu-satunya dari konglomerat di ibu kota B.


"Papa akan selalu mendo'akan agar pernikahan kalian selalu dilimpahi kebahagiaan. Tolong jaga dia seperti kami menjaganya. Mungkin kamu sudah tahu kalau Salsa mempunyai kakak yang selalu menjaganya." Rian berhenti sesaat untuk menghirup udara segar, lalu dihembuskan lagi. Guna agar dia tidak menangis karena belum siap melepas sang putri pada suaminya.


"Istrimu adalah Princes di keluarga kami. Dia memang manja, tapi meskipun begitu. Putri Papa bisa mengerjakan tugasnya sebagai seorang istri. Paling penting, tolong jangan pernah membiarkan dia sendirian apabila di luar sedang hujan. Terutama saat malam hari." rasanya untuk waktu satu hari saja Rian belum selesai memberikan do'a restu yang seperti peringatan halus bagi menantunya.


Salsa dan Arsya adalah harta paling berharga bagi Rian. Jadi meskipun Kenzo sudah berjanji untuk membahagiakan putrinya. Tetap saja sulit untuk melepas tanggung jawab tersebut. Padahal dengan pengawasan yang dia lakukan. Mana mungkin Kenzo berani berbohong pada janjinya.


*BERSAMBUNG* ...


.


.


.


Hai, hai, hai! Sambil menunggu novel bbg Kenzo. yuk pada singgah di novel sahabat Mak author juga.


__ADS_1


__ADS_2