Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Ancaman Arsya.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Tiga Minggu sudah berlalu. Hubungan Kenzo dan Salsa bukannya bertambah membaik, akan tetapi semakin renggang. Bagaimana tidak, selain sibuk mengurus perusahaan. Kenzo disibukkan oleh masalah Mia sahabatnya. Dia lebih banyak menghabiskan waktu untuk sang sahabat, daripada untuk istrinya sendiri.


Ibu Mia ingin segera berpisah, tapi tidak dengan ayahnya. Beliau ingin mempertahankan rumah tangga yang sudah hampir dua puluh empat tahun, demi putri mereka. Alhasil mereka selalu bertengkar, karena sampai saat ini Perdi papa Mia belum juga menceraikan istri siri nya.


Hal tersebut tentu saja Mia yang menjadi korbannya. Sekarang, bila tidak Kenzo yang menjemputnya untuk berangkat kuliah. Maka gadis itu sudah tidak mau meneruskan sekolahnya lagi.


"Om mohon, Ken." pinta Perdi untuk kesekian kalinya. Saat ini Kenzo dan ayah sahabatnya itu, lagi mengobrol di ruang tamu. Sudah dua hari ini Mia mengurung dirinya di dalam kamar dan tidak ingin bertemu kedua orang tuanya.


"Tapi Kenzo tidak bisa harus menjemput Mia setiap hari, Om. Kenzo punya istri yang harus diantar jemput juga." bingung harus seperti apa lagi menjelaskan pada pria baya tersebut. Akhirnya Kenzo mengakui bahwa dirinya sudah menikah.


Praaank!


"A--apa, Lo su--sud--sudah menikah? Lo bohong, kan?" tanya Mia yang kebetulan mau keluar kamar setelah mamanya mengatakan ada Kenzo yang datang untuk melihat keadaannya. Padahal Kenzo datang karena di telepon oleh mama Mia sendiri, karena putrinya tidak mau makan dan hanya mengurung dirinya saja.


Kebetulan sekali dua hari ini Kenzo sibuk meninjau proyek yang baru mereka menangkan. Semenjak rapat dua Minggu lalu, Tuan Fathan tidak banyak ikut campur lagi masalah perusahaan, karena Kenzo yang tidak memberi izin. Pemuda itu begitu marah saat mengetahui kakeknya sudah ditipu oleh orang-orang kepercayaan beliau sendiri.


"Nggak Mi, gue gak bohong. Sebetulnya gue sudah menikah sudah hampir dua bulan." kata Kenzo mengakuinya. Semakin kesini pemuda itu bingung sendiri harus membantu Mia dan menghadapi sikap cuek Salsa.


Istrinya tidak pernah marah ketika Kenzo mengatakan ingin bertemu Mia, ataupun berkata kasar. Salsa selalu menyiapkan pakaian ganti untuknya. Akan tetapi setelah sore itu, Salsa tidak pernah lagi mau memasak. Padahal Kenzo sangat ingin mencicipi masakan istrinya.


Semakin kesini, Kenzo merasa sang istri menjaga jarak dengannya. Diamnya Salsa ternyata membuat Kenzo tidak nyaman, karena itu dia ingin mengurangi kedekatan dengan sahabatnya.


Sekarang pun Salsa sudah sangat jarang mau berangkat bareng dengannya, apabila Kenzo tidak memaksa. Sebab sudah seringkali gadis itu dibuat kecewa. Kenzo selalu menjemputnya terlambat karena harus mengantar Mia lebih dulu.


"Ta--tapi, tapi siapa gadis itu, Ken?" Mia menjatuhkan air matanya. Berita pernikahan Kenzo membuat hatinya hancur berkeping-keping. Sakit hati karena masalah kedua orang tuanya saja belum hilang. Tapi sekarang harus dihadapkan kenyataan pahit, pria yang dia cintai sudah menjadi milik gadis lain.

__ADS_1


"Untuk itu gue minta maaf belum bisa memberitahunya sekarang, karena ini semua sudah menjadi kesepakatan keluarga kami." jawab Kenzo yang tidak ingin orang lain mengetahui siapa gadis yang menjadi istrinya.


"Tapi apa yang gue katakan benar, gue sudah menikah, Mi." Kenzo berjalan mendekati sahabatnya yang malah menangis. Pemuda itu mengira Mia menangis karena dia sudah berbohong tentang pernikahannya.


Sampai saat ini Kenzo memang belum mengetahui kalau Mia mencintainya.


"Mi, maaf ya, gue terpaksa tidak memberitahu siapapun kalau gue sudah menikah. Gue berkata jujur sekarang karena gue nggak bisa sepenuhnya antar jemput Lo, gue punya tanggung jawab sebagai seorang suami." ucap Kenzo jujur dan langsung memeluk Mia di hadapan orang tua sahabatnya.


Tidak hanya Mia yang kecewa, mendengar Kenzo sudah menikah. Tapi juga kedua orang tuanya. Selama ini mereka memang berharap lebih dari kedekatan mereka berdua. Kenzo memang tidak sekaya keluarga Erlangga dan juga keluarga Ridwan. Tapi pemuda itu sangat baik. Sudah pasti akan menjaga Mia dengan baik.


"Maaf ya, gue nggak bermaksud menyembunyikan pernikahan gue," kata Kenzo kembali meminta maaf. "Gue sudah menikah bukan berarti kita tidak bisa berteman, hanya saja gue nggak bisa sepenuhnya membantu Lo, seperti dulu lagi." lanjutnya seraya melonggarkan pelukan mereka.


"Ken, kamu tidak bis---"


"Pa, sudah tidak apa-apa. Kenzo pasti memiliki alasan makanya menyembunyikan pernikahan mereka," sela Mia yang tidak mau papanya mengatakan pada Kenzo bahwa dia menyukai sahabatnya itu.


"Tapi sayang!" Perdi tidak jadi melanjutkan ucapan nya. Dia terdiam sesaat, lalu kembali lagi berkata. "Iya, kamu benar sayang, Kenzo pasti memiliki alasan." pria paruh baya itu hanya mengiyakan saja.


"Ayo kita duduk!" ajak Mia sambil mengusap air matanya sendiri. Sakit! Tentu saja, tapi Mia tidak boleh terlihat bahwa ia sangat kecewa karena Kenzo sudah menikah dengan gadis lain.


"Soryy ya, Mi. Tapi masalah ini tolong rahasiakan dari anak-anak, karena untuk saat ini gue belum bisa memberitahu mereka." kata Kenzo yang sudah duduk di seberang tempat Mia.


"It's okay, gue ngerti. Tapi Lo nggak akan ninggalin gue sendirian, 'kan?"


"Ya nggak lah!" jawab pemuda itu cepat. "Mana mungkin gue membiarkan Lo sendirian menghadapi masalah keluarga, Lo, Mi. Kita bersahabat dari TK, gue berbicara jujur karena jika harus Fokus antar jemput Lo, gue gak bisa, karena istri gue nggak mungkin pulang bareng ipar gue terus-tetusan." terdengar helaan nafas Kenzo sangat berat saat menyebutkan nama kakak iparnya.


Sekitar satu Minggu yang lalu, Kenzo sudah mendapat ancaman dari kakak iparnya. Semua itu terjadi ketika Kenzo pulang dari mengantar Mia.


Flashback on...


"Itu kok mirip mobil Arsya?" belum sempat mata Kenzo melihat plat nomornya. Mobil Arsya sudah terparkir di depan mobilnya yang masih melaju. Hanya dalam hitungan menit, ternyata putra sulung Rian, selain menjadi Kapten Basket. Dia juga pintar dalam membawa kendaraan.

__ADS_1


"Keluar!" pinta Arsya yang sudah bersabar melihat perlakuan Kenzo pada adik kesayangannya. Jangankan pada Salsa, pada Ale dan Aditya saja Arsya tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mereka.


Tidak berpikir panjang Kenzo langsung saja keluar, karena dari cara Arsya menghadang mobilnya, sudah pasti kakak iparnya sedang marah. Tapi marah karena apanya, Kenzo juga belum tahu.


"Brengsek! Berani Lo mempermainkan adek gue," Arsya langsung menarik kerah kemeja yang dipakai oleh Kenzo, karena hari ini setelah mengantar Salsa pulang. Dia akan berangkat ke perusahaan.


"Apa maksud Lo, gue nggak ngerti?" tanya Kenzo tidak menyadari kesalahannya.


"Gue Peringatin, jika Lo nggak bisa menjaga perasaan adek gue, maka jaga jarak darinya. Dengan begitu Lo bebas mau mendekati gadis manapun," Arsya tidak menjawab pertanyaan Kenzo. Tapi dia malah memberi ancaman. Walaupun Salsa tidak pernah berkata apa-apa, sebagai kakak, tentu pemuda itu mengetahui bahwa adiknya lagi tidak baik-baik saja.


"Dia sahabat gue, bukan siapa-siapa," Kenzo yang baru mengerti arah pembicaraan kakak iparnya langsung menyangkal. Dia tidak merasa sudah mempermainkan perasaan istrinya.


"Terserah, mau dia sahabat ataupun kekasih Lo, gue cuma memperingati. Jangan sampai gue bertindak lebih dari ini. Jika Lo serius sama adek gue, maka jaga perasaannya." dengan kasar Arsya melepas kerah baju adik iparnya. Arsya buru-buru pergi bukan karena takut Kenzo melawannya. Akan tetapi dia tidak ingin tangannya melayang untuk memberi bogem mentah pada muka Kenzo.


Flashback off...


"Ken, Lo kenapa?" tanya Mia melihat Kenzo terdiam beberapa saat.


"Agh, nggak ada apa-apa. Mia gue mau pulang sekarang ya, sebentar lagi malam." kata Kenzo tersadar dari Ingatan saat diancam Arsya dan dia langsung melihat jam tangannya.


"Tapi Ken... ini masih jam setengah enam. Lo nggak bisa di sini aja. Nanti setelah makan malam baru LO pulang." pinta Mia ikut berdiri karena Kenzo sudah bersiap-siap mau pulang.


"Soryy, lain kali aja. Gue nggak bisa melewati makan malam sama keluarga gue." tolak Kenzo. "Oya, besok Lo harus masuk kuliah, jangan sampai nggak. Gue tunggu di kampus." pesan Kenzo langsung saja pulang.


"Aggk! Brengsek!" jerit Mia sambil menangis setelah Kenzo pergi dari rumahnya. Sekarang harapannya untuk mendapatkan Kenzo tentu semakin sulit.


*BERSAMBUNG*...


.


.

__ADS_1



__ADS_2